Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Mendikbud minta guru honor dialokasikan dalam APBD

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy. Sumber Foto:  http://bit.ly/2ByQY4m
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy. Sumber Foto: http://bit.ly/2ByQY4m
<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy berharap agar pemerintah daerah dalam mengalokasikan pembayaran bagi guru honor masuk dalam APBD murni.</p><p>"Selain ada dana alokasi khusus yang sudah diturunkan pemerintah pusat ke pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, disamping itu mestinya harus ada APBD murni yang dialokasikan untuk guru honorer," kata Muhadjir Effendy, saat kunjungan kerja ke Kota Singkawang, kemarin.</p><p>Sehingga alokasi pembiayaan 15 persen dari dana BOS setiap sekolah bisa dialihkan dalam pengembangan pembelajaran siswa di sekolah.&nbsp;</p><p>"Misalkan jika ingin mengajarkan siswa menari maka panggil atau undanglah penari yang profesional untuk mengajarkan siswa. Dan kalau ingin siswa belajar menulis panggil atau undanglah wartawan atau penulis, untuk biaya transport atau honornya bisa dialokasikan dari dana BOS," ujarnya.</p><p>Hal ini mengingat semakin meluasnya fungsi dan tugas guru dengan keterbatasan yang dia miliki demi meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.</p><p>Karena di era saat ini, katanya, guru bukan sekadar sebagai tutor atau penceramah, dimana metode ini dirasakan ketinggalan jaman, melainkan guru harus bisa menjadi fasilitator, penghubung ke narasumber untuk pembelajaran, hingga menjadi gatekeeper yakni sebagai orang yang bisa menyaring atau memfilter hal-hal yang dapat mengancam keberlangsungan pendidikan anak di sekolah.&nbsp;</p><p>"Seperti perkelahian, masuknya paham-paham radikal, narkoba dan hal-hal yang dapat mengancam keberlangsungan pendidikan di sekolah itu," ungkapnya.</p><p>Untuk itulah, dia meminta agar guru untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuannya dalam rangka menanamkan pendidikan karakter kepada siswa.&nbsp;</p><p>"Sudah semestinya guru menjadi pembelajar serta memantau perkembangan siswa di sekolah maupun diluar sekolah demi menunjang penanaman pendidikan karakter anak itu sendiri," katanya. &nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy berharap agar pemerintah daerah dalam mengalokasikan pembayaran bagi guru honor masuk dalam APBD murni.</p><p>"Selain ada dana alokasi khusus yang sudah diturunkan pemerintah pusat ke pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, disamping itu mestinya harus ada APBD murni yang dialokasikan untuk guru honorer," kata Muhadjir Effendy, saat kunjungan kerja ke Kota Singkawang, kemarin.</p><p>Sehingga alokasi pembiayaan 15 persen dari dana BOS setiap sekolah bisa dialihkan dalam pengembangan pembelajaran siswa di sekolah.&nbsp;</p><p>"Misalkan jika ingin mengajarkan siswa menari maka panggil atau undanglah penari yang profesional untuk mengajarkan siswa. Dan kalau ingin siswa belajar menulis panggil atau undanglah wartawan atau penulis, untuk biaya transport atau honornya bisa dialokasikan dari dana BOS," ujarnya.</p><p>Hal ini mengingat semakin meluasnya fungsi dan tugas guru dengan keterbatasan yang dia miliki demi meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.</p><p>Karena di era saat ini, katanya, guru bukan sekadar sebagai tutor atau penceramah, dimana metode ini dirasakan ketinggalan jaman, melainkan guru harus bisa menjadi fasilitator, penghubung ke narasumber untuk pembelajaran, hingga menjadi gatekeeper yakni sebagai orang yang bisa menyaring atau memfilter hal-hal yang dapat mengancam keberlangsungan pendidikan anak di sekolah.&nbsp;</p><p>"Seperti perkelahian, masuknya paham-paham radikal, narkoba dan hal-hal yang dapat mengancam keberlangsungan pendidikan di sekolah itu," ungkapnya.</p><p>Untuk itulah, dia meminta agar guru untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuannya dalam rangka menanamkan pendidikan karakter kepada siswa.&nbsp;</p><p>"Sudah semestinya guru menjadi pembelajar serta memantau perkembangan siswa di sekolah maupun diluar sekolah demi menunjang penanaman pendidikan karakter anak itu sendiri," katanya. &nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com