Minggu, 22 April 2018

UB refleksikan 4 masukan di akhir 2017

Jumat, 29 Desember 2017 22:15

Istimewa. Foto: El Aris/Radio Elshinta Istimewa. Foto: El Aris/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Di penghujung tahun 2017 Universitas Brawijaya Malang luncurkan 4 komitmen.

Empat komitmen tersebut, diantaranya terkait dengan penolakan atas penetapan status ibu kota Yerussalem sebagai ibu kota Israel yang ditetapkan oleh Presiden Amerika, Donald Trump.

"Dibidang Internasional UB sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Indonesia mendukung sikap pemerintah," ungkap Rektor UB, M.Bisri, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.

Dukungan UB pada perjuangan bangsa Palestina ini, mulai 2018 UB memberikan dukungan konkrit berupa beasiswa perdamaian baik itu pada PNS, sarjana baik yang akan menempuh S1 dan S 3 serta pelatihan keterampilan kepada masyarakat Palestina seperti pelatihan pengembangan budidaya sapi dan kambing, serta program dokter dan perawat mengabadi dengan cara memberikan bantuan kesehatan dan pelatihan medis bagi warga Palestina yang berada di kamp pengungsian di wilayah Yordania.

"Disamping itu, dalam suasana politik menjelang Pilkada serentak 2018 UB akan bersikap Netral," ujarnya.

Lanjut Bisri, dari dari sisi hukum, UB melihat rendahnya kinerja DPR RI dalam menghasilkan UU yang telah diagendakan dalam program regulasi nasional (Prolegnas) serta banyaknya produk. UU DPR RI dibatalkan oleh MK.

"UB mengusulkan dua solusi yakni solusi pertama perlunya lembaga khusus yang menjadi leading sector dalam merancang dan merumuskan arah pembangunan hukum nasional ke depan. Kedua Presiden, DPR dan Mahkamah Agung serta MK hendaknya meningkatkan komitmen yang kokoh dan tangguh dalam mewujudkan penegakan hukum nasional," ungkapnya.

Dibidang kesehatan, UB saat ini memfokuskan munculnya penyakit difteri dimana Indonesia pernah bebas dari penyakit difteri.

"Tidak hanya difteri, UB juga memperhatikan fenomena peningkatan angka penderita diabetes melitus di Indonesia dan saat ini pihaknya tengah mengurus ijin edar setelah mendapat ijin produksi massal termasuk vaksin minigitis yang murah serta mengembangkan dan upaya pelestarian produk herbal," tandasnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar