Kamis, 18 Januari 2018

Polres Purwakarta tangkap penjual ketan beracun

Selasa, 02 Januari 2018 21:12

Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Seorang pedagang peuyeum ketan ditangkap satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, Jawa Barat karena diduga menjadi penyebab keracunan masal di empat desa di Kabupaten Purwakarta dengan dua korban meninggal dunia.

Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, Selasa (2/1) melaporkan, tersangka adalah Omat (47) warga Cililin Bandung ditangkap didaerah Bandung Barat ketika tengah berjualan keliling tape ketan hitam, karena diduga penyebabnya 57 korban keracunan dua diantaranya meninggal dunia yang sebelumnya telah mengkonsumsi tape ketan hitam yang dijual pelaku.

Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani mengatakan, para warga mengalami keracunan masal usai mengkonsumsi tape ketan pada malam pergantian tahun, yang dijual Omat pedagang asal Kampung Cikopeng RT 02 RW 01, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Bandung.

Omat telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penyebab keracunan masal pada malam pergantian tahun baru 2018, mengakibatkan 57 keracunan, dua diantaranya meninggal dunia yaitu  Roni Sutisna (60) serta Eti (60) keduanya merupakan warga Desa Sukamanah Kecamatan Bojong.

"Untuk memastikan penyebab keracunan masal itu, pihaknya terlebih dahulu untuk uji laboratorium  apakah tape ketan itu kadaluarsa atau tidak," kata Dedy.

Keracunan masal ini terjadi pada malam pergantian tahun baru 2018, dimana sebanyak 57 warga di Kecamatan Bojong serta Darangdan telah keracunan yang sebelumnya telah mengkonsumsi tape ketan hitam yang dijual pelaku.

Para korban mengalami pusing, mual serta muntah muntah kemudian dilarikan ke Puskesmas Bojong serta Puskesmas Darangdan.

Satu korban awalnya pada kemarin sore telah meninggal dunia di RSUD Bayu Asih Purwakarta, namun hari ini bertambah satu korban sehingga korban meninggal dunia akibat keracunan itu bertambah menjadi dua korban.

Ditambahkan Dedy, tersangka dijerat dengan undang-undang pangan No. 18 th 2012 dengan ancaman 5 tahun Penjara.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar