Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

BNN DKI: Jennifer Dunn harus jadi tersangka

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2lJyJml
Sumber Foto: http://bit.ly/2lJyJml
<p>Tindakan hukum terhadap kasus pemakai narkoba harus lebih tegas lagi. Adanya kriteria rehabilitasi atau penjara berdasarkan tanggapan barang bukti, dikhawatirkan bisa disiasati oleh para pengguna.&nbsp;</p><p>Hal tersebut dikarenakan dapat dimanfaatkan para pengguna untuk menyiasati atau istilah-nya 'nol koma', yang akan menyelamatkan para pecandu agar tidak terjerat pidana melainkan hanya melakukan rehabilitasi saja.</p><p>Hal tersebut sebagaimana terjadi pada penangkapan artis Jeniffer Dunn yang telah terjerat ketiga kalinya atas kasus narkoba namun tidak menimbulkan efek jera, dan adanya artis pria seperti TS dan lain sebagainya.</p><p>Kepada Elshinta, Rabu (3/12), Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta, AKBP Maria Sorlury mengatakan, ia menyesalkan perbuatan Jennifer yang ketika ditangkap selalu mengatakan menyesal namun nyatanya tidak menyesali perbuatannya karena selalu berbuat dan berbuat lagi.</p><p>"Narkoba ini barang haram yang memang sengaja diciptakan kepada penyalahgunaannya. Merupakan penyalahgunaan. Tetapi bagi orang sakit yang membutuhkan narkoba tidak masalah, pasalnya hal itu diatur oleh dokter," terang Maria.</p><p>Akan tetapi kasus seperti Jennifer ini, lebih lanjut Maria mengatakan, harus mendapat perhatian khusus dari penyidik bahwa Jennifer tidak boleh masuk sebagai kategori korban dan dimasukkan ke dalam rehabilitasi, namun harus diperlakukan sebagai tersangka.</p><p>"Kalau dari pihak kami, untuk orang yang memesan untuk beberapa kali berarti dia sengaja. Kalau memang dia sakit, ya direhabilitasi, ngapain dia harus pesan-pesan seperti itu," tandasnya.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Tindakan hukum terhadap kasus pemakai narkoba harus lebih tegas lagi. Adanya kriteria rehabilitasi atau penjara berdasarkan tanggapan barang bukti, dikhawatirkan bisa disiasati oleh para pengguna.&nbsp;</p><p>Hal tersebut dikarenakan dapat dimanfaatkan para pengguna untuk menyiasati atau istilah-nya 'nol koma', yang akan menyelamatkan para pecandu agar tidak terjerat pidana melainkan hanya melakukan rehabilitasi saja.</p><p>Hal tersebut sebagaimana terjadi pada penangkapan artis Jeniffer Dunn yang telah terjerat ketiga kalinya atas kasus narkoba namun tidak menimbulkan efek jera, dan adanya artis pria seperti TS dan lain sebagainya.</p><p>Kepada Elshinta, Rabu (3/12), Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta, AKBP Maria Sorlury mengatakan, ia menyesalkan perbuatan Jennifer yang ketika ditangkap selalu mengatakan menyesal namun nyatanya tidak menyesali perbuatannya karena selalu berbuat dan berbuat lagi.</p><p>"Narkoba ini barang haram yang memang sengaja diciptakan kepada penyalahgunaannya. Merupakan penyalahgunaan. Tetapi bagi orang sakit yang membutuhkan narkoba tidak masalah, pasalnya hal itu diatur oleh dokter," terang Maria.</p><p>Akan tetapi kasus seperti Jennifer ini, lebih lanjut Maria mengatakan, harus mendapat perhatian khusus dari penyidik bahwa Jennifer tidak boleh masuk sebagai kategori korban dan dimasukkan ke dalam rehabilitasi, namun harus diperlakukan sebagai tersangka.</p><p>"Kalau dari pihak kami, untuk orang yang memesan untuk beberapa kali berarti dia sengaja. Kalau memang dia sakit, ya direhabilitasi, ngapain dia harus pesan-pesan seperti itu," tandasnya.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com