Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kemenag targetkan 14 SD selenggarakan Madrasah Diniyah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  http://bit.ly/2CIVa6I
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CIVa6I
<p>Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menargetkan menambah 14 sekolah dasar yang akan mengikuti program Madrasah Diniyah pada 2018.</p><p> "Program ini sudah dijalankan sejak 2015 dan sampai saat ini sudah ada 15 sekolah yang mengikutinya. Sebagian besar adalah sekolah dasar (SD) negeri meskipun ada satu sekolah swasta yang ikut," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Sigit Warsita di Yogyakarta, Jumat (5/1).</p><p> Dia menjelaskan sasaran program pada 2018 tetap diutamakan sekolah dasar negeri yang ada di Kota Yogyakarta, namun bukan sekolah yang menjadi unggulan atau favorit di masyarakat.</p><p> Kementerian Agama Kota Yogyakarta justru mengutamakan penyelenggaraan program Madrasah Diniyah di sekolah kecil yang kurang menjadi favorit masyarakat.</p><p> "Harapannya, program Madrasah Diniyah yang nantinya diselenggarakan di sekolah tersebut dapat mendukung pengembangan potensi dan karakter siswa hingga kualitas sekolah. Ada penguatan dari sisi keagamaan selain pendidikan umum," katanya.</p><p> Meskipun demikian, Kementerian Agama Kota Yogyakarta belum menentukan SD yang akan mengikuti program Madrasah Diniyah pada tahun ini.</p><p> "Sedang dipetakan. Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk pemetaan sekolahnya," katanya.</p><p> Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyelenggarakan program Madrasah Diniyah di sekolah dasar karena menilai jam pendidikan agama masih kurang.</p><p> Materi yang diberikan melalui program tersebut lebih ditekankan pada penguatan akhlak, budi pekerti, akidah, dan pendidikan Al Quran.</p><p> "Penyelenggaraan program ini akan diintegrasikan ke dalam jam pelajaran siswa tanpa menambah jam pelajaran khusus," kata Sigit.</p><p> Dalam satu pekan, lanjut dia, akan ada tiga kali pertemuan dengan total sembilan jam pelajaran.</p><p> Selama dua tahun penyelenggaraan, Sigit menyebut kendala pelaksanaan tetap masih ditemui, di antaranya kurikulum, standar ustadz dan ustadzah yang menyampaikan materi, serta sarana dan prasarana di sekolah.</p><p> Meskipun demikian, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap program akan terus berlanjut dan ada setidaknya satu SD di tiap kelurahan yang mengikuti. Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 90 SD negeri. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menargetkan menambah 14 sekolah dasar yang akan mengikuti program Madrasah Diniyah pada 2018.</p><p> "Program ini sudah dijalankan sejak 2015 dan sampai saat ini sudah ada 15 sekolah yang mengikutinya. Sebagian besar adalah sekolah dasar (SD) negeri meskipun ada satu sekolah swasta yang ikut," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Sigit Warsita di Yogyakarta, Jumat (5/1).</p><p> Dia menjelaskan sasaran program pada 2018 tetap diutamakan sekolah dasar negeri yang ada di Kota Yogyakarta, namun bukan sekolah yang menjadi unggulan atau favorit di masyarakat.</p><p> Kementerian Agama Kota Yogyakarta justru mengutamakan penyelenggaraan program Madrasah Diniyah di sekolah kecil yang kurang menjadi favorit masyarakat.</p><p> "Harapannya, program Madrasah Diniyah yang nantinya diselenggarakan di sekolah tersebut dapat mendukung pengembangan potensi dan karakter siswa hingga kualitas sekolah. Ada penguatan dari sisi keagamaan selain pendidikan umum," katanya.</p><p> Meskipun demikian, Kementerian Agama Kota Yogyakarta belum menentukan SD yang akan mengikuti program Madrasah Diniyah pada tahun ini.</p><p> "Sedang dipetakan. Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk pemetaan sekolahnya," katanya.</p><p> Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyelenggarakan program Madrasah Diniyah di sekolah dasar karena menilai jam pendidikan agama masih kurang.</p><p> Materi yang diberikan melalui program tersebut lebih ditekankan pada penguatan akhlak, budi pekerti, akidah, dan pendidikan Al Quran.</p><p> "Penyelenggaraan program ini akan diintegrasikan ke dalam jam pelajaran siswa tanpa menambah jam pelajaran khusus," kata Sigit.</p><p> Dalam satu pekan, lanjut dia, akan ada tiga kali pertemuan dengan total sembilan jam pelajaran.</p><p> Selama dua tahun penyelenggaraan, Sigit menyebut kendala pelaksanaan tetap masih ditemui, di antaranya kurikulum, standar ustadz dan ustadzah yang menyampaikan materi, serta sarana dan prasarana di sekolah.</p><p> Meskipun demikian, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap program akan terus berlanjut dan ada setidaknya satu SD di tiap kelurahan yang mengikuti. Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 90 SD negeri. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com