Kamis, 19 Juli 2018 | 09:22 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Cara Menghindari Asuransi Mobil Tanpa Klaim yang Menguntungkan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-menghindari-asuransi-mobil-tanpa-klaim-yang-menguntungkan
courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-menghindari-asuransi-mobil-tanpa-klaim-yang-menguntungkan
<p>Saat hendak memilih asuransi mobil yang paling tepat, biasanya banyak yang diperhitungkan termasuk pengajuan klaim nantinya. Cukup banyak yang berpikir jika mengambil asuransi mobil dan tidak terpakai itu namanya pemborosan dan merugi. Karena jika tidak ada klaim sama sekali, berarti premi hangus begitu saja dan rasanya sayang sudah membuang uang sekian juta dalam setahun hanya untuk membeli asuransi. Sehingga hal ini memicu orang berpikir dua kali saat akan&#xA0;<a title="mengasuransikan mobilnya." href="https://www.cermati.com/artikel/cermati-perbedaan-asuransi-mobil-dengan-garansi-mobil" target="_blank">mengasuransikan mobilnya.</a></p> <p><span style="font-weight: 400;">Banyak orang yang merasa kecewa dengan situasi macam ini. Mereka tidak merasa puas dengan kebijakan yang diterapkan oleh mayoritas perusahaan asuransi mobil. Bayangkan, sudah membayar premi yang cukup tinggi, tapi jika tidak terpakai hilang begitu saja. Belum lagi seandainya terdapat pengajuan klaim, belum tentu uang pertanggungan yang keluar sesuai ekspetasi. Terkadang saat pengajuan klaim ternyata klaim yang dibayarkan tidak sesuai perjanjian karena aturan ini itu dari perusahaan asuransi yang sering terlewatkan akibat kurang teliti membaca </span><em><span style="font-weight: 400;">term and condition</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang diajukan. Jadi sebal kan?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hal inilah yang akhirnya mulai dipahami sejumlah perusahaan asuransi. Karena merasa tidak ingin kehilangan pelanggan akibat hal semacam yang telah disebutkan di atas, maka banyak asuransi mobil yang mulai menawarkan produk asuransi mobil &#x201C;</span><em><span style="font-weight: 400;">no claim, uang kembali</span></em><span style="font-weight: 400;">&#x201D;. Dengan munculnya produk jenis ini, maka ritme dan gairah pasar asuransi mobil kembali meningkat. Nasabah sebagian besar merasa tergoda dengan tawaran tersebut, karena mereka berpikir tidak ada salahnya membayar di awal jika nantinya uang dapat dikembalikan lagi. Jika dipikir sih terlihat tidak ada ruginya. Namun, apa benar sedemikian mudahnya?</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Asuransi Mobil All Risk atau TLO: Pilih yang Mana Ya?" href="https://www.cermati.com/artikel/asuransi-mobil-all-risk-atau-tlo-pilih-yang-mana-ya" target="_blank">Asuransi Mobil All Risk atau TLO: Pilih yang Mana Ya?</a></strong></p> <h2><strong>Kenali Program<em> &#x2018;Asuransi Mobil No Claim Uang Kembali&#x2019;</em></strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Seringkali asuransi jenis ini memasang jebakan yang tidak terpikir oleh nasabah. Pasti banyak yang berpikir selama mobil baik dan tidak ada kendala atau kecelakaan maka uang dapat kembali sepenuhnya. Nah, pemikiran ini sebaiknya direvisi. Karena tidak mungkin ada bisnis yang merugi atau tidak mendapat untung sama sekali. Jangan dengan mudahnya berpikir bahwa uang dapat kembali dengan mudah. Pasti ada </span><em><span style="font-weight: 400;">term and condition</span></em><span style="font-weight: 400;"> tadi yang harus dipelajari dengan jelas sebelum memutuskan mengambil asuransi mobil tersebut.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tanamkan terlebih dahulu pemikiran bahwa premi merupakan sumber utama kehidupan perusahaan asuransi. Premi tersebut yang biasanya dipergunakan pihak asuransi untuk membayar sejumlah biaya. Oleh sebab itu ada beberapa komponen-komponen biaya yang telah diperhitungkan oleh perusahaan asuransi sebelum menetapkan premi. Berikut ini biaya-biaya yang dimaksud:</span></p> <h2><strong><strong>1. Rasio Klaim</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/amyowl89txrp6yedvsom" alt="rasio klaim"><br>Rasio Klaim</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Komponen biaya ini merupakan rasio antara premi yang diterima dengan klaim yang dibayarkan. Jadi jika dalam setahun dari 1000 mobil terdapat 1 klaim, maka klaim rasionya adalah 0,1%.</span></p> <h2><strong><strong>2. Biaya Akusisi</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/qmwljx165wshyqgfi3wk" alt="Biaya Akusisi"><br>Biaya Akusisi</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Yang termasuk biaya akuisisi adalah biaya untuk membayar ongkos pemasaran. Biaya ini juga meliputi biaya bagi pihak perantara seperti misalnya pihak bank, agen asuransi, pialang asuransi, </span><em><span style="font-weight: 400;">leasing</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan lain sebagainya.</span></p> <h2><strong><strong>3</strong></strong><em><strong><strong>. Overhead</strong></strong></em></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/o02mhyar9wqixfjtwt72" alt="Overhead"><br>Biaya <em>Overhead</em></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Yang termasuk biaya<em>&#xA0;overhead&#xA0;</em>yaitu biaya beban untuk membayar biaya operasional perusahaan asuransi yang bersangkutan. Seperti misalnya gaji pegawai, biaya sewa gedung, biaya maintenance, biaya listrik, bayar iklan, dan lain sebagainya.</span></p> <h2><strong><strong>4.</strong></strong><em><strong><strong> Profit Margin</strong></strong></em></h2> <p style="text-align: center;"><em><span style="font-weight: 400;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/akqbmdljwgqzcqdpfdxz" alt="Profit Margin"><br>Profit Margin</span></em></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tentunya tidak ada perusahaan yang mau merugi. Oleh sebab itu komponen ini wajib dan pasti ikut diperhitungkan oleh perusahaan asuransi dalam menetapkan besarnya premi. Jika tidak maka perusahaan asuransi tentu sulit untuk mendapatkan untung dari produk yang dipasarkannya.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dari empat komponen biaya tersebut, maka tercipta&#xA0;<a title="besaran premi" href="https://www.cermati.com/artikel/dapatkan-premi-asuransi-murah-dengan-tips-mudah-ini" target="_blank">besaran premi</a> yang wajib dibayarkan nasabah. Logikanya, seluruh biaya tersebut akan terpakai oleh perusahaan asuransi. Lantas bagaimana mereka akan mengembalikan uang jika tidak ada klaim? Tentunya dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">term and condition</span></em><span style="font-weight: 400;"> tadi.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Biasanya yang menjadi syarat utama yaitu sama sekali tidak pernah mengajukan klaim pada periode asuransi berjalan. Agak sulit bukan? Karena setiap hari kita menggunakan kendaraan, setiap hari pula ada risiko pada kendaraan kita. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kalaupun benar tidak ada klaim dan dikembalikan, belum tentu pihak asuransi mau mengembalikan dana nasabah 100%. <strong>Pasti belakangan akan ada potongan biaya ini dan itu yang ujung-ujungnya dana Anda hanya kembali sekitar 50% saja. </strong>Bisa juga dikembalikan sekian persen dan nasabah wajib melanjutkan asuransi di tahun berikutnya. Dana akan dikembalikan berupa potongan biaya asuransi di tahun berikut.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya secara umum jika dipikir lebih lanjut syarat-syarat itu wajar saja diterapkan. Pihak asuransi tentu tidak ingin kehilangan kredibilitasnya dan berupaya menepati janjinya. Karena itu dikeluarkanlah syarat yang tidak memberatkan pihak asuransi dalam mengembalikan dana nasabah. Pihak asuransi berusaha untuk menepati janjinya di awal namun di sisi lain akan berpikir mengupayakan keuntungan yang maksimal.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>Contohnya</strong>, jika dikembalikan berupa potongan dana asuransi di tahun berikutnya, artinya pihak asuransi mempunyai waktu memutar dana tersebut pada investasi lainnya hingga mencapai keuntungan tertentu. <strong>Selain itu semakin tahun nilai uang akan mengalami penurunan. Sehingga di tahun-tahun berikutnya nilai asuransi awal yang kita bayarkan tersebut tidak dirasakan berat oleh pihak asuransi</strong>. Dibanding nilai premi yang tiap tahun juga akan naik. Jadi pemotongan dana yang dilakukan pihak asuransi bisa jadi hanya beberapa persen saja.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Satu hal lagi, umumnya <strong>besaran premi pada asuransi bentuk ini jauh lebih mahal, bisa mencapai perbedaan sekitar 10%-15% dengan jenis asuransi lainnya.</strong> Dengan demikian, sekalipun dikembalikan hanya sebagian, tentunya pihak asuransi tidak merasa merugi. Namun sebaliknya, sebagai nasabah tentu kita yang akan merasa rugi. Karena slogan yang ditentukan di awal ternyata tidak sepenuhnya benar.</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Pentingnya Asuransi Kendaraan Untuk Anda" href="https://www.cermati.com/artikel/pentingnya-asuransi-kendaraan-untuk-anda" target="_blank">Pentingnya Asuransi Kendaraan Untuk Anda</a></strong></p> <h2><strong>Jangan Mudah Tergoda!</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Melihat beberapa penjelasan di atas, sudah cukup jelas bahwa sebaiknya dalam menentukan asuransi mobil yang akan digunakan jangan asal tergoda oleh iklan mereka yang menyatakan uang dapat dikembalikan jika tidak terjadi klaim. Jika hendak memilih asuransi mobil yang tepat, sebaiknya pertimbangkan resiko terhadap kendaraan Anda, kemudahan mengajukan klaim, biaya premi yang masih masuk akal serta kredibilitas perusahaan asuransi mobil tersebut. Tanamkan dalam pikiran, bahwa membeli perlindungan itu tidak ada yang gratis. Pasti tetap ada biaya yang harus Anda keluarkan. Hanya saja, dengan berpikir cerdas, maka biaya-biaya tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Selamat berburu produk asuransi mobil!</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Mau Lulus Survey Asuransi Mobil? Lakukan Hal Berikut" href="https://www.cermati.com/artikel/mau-lulus-survey-asuransi-mobil-lakukan-hal-berikut" target="_blank">Mau Lulus Survey Asuransi Mobil? Lakukan Hal Berikut</a></strong></p><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/cara-menghindari-asuransi-mobil-tanpa-klaim-yang-menguntungkan">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 Juli 2018 - 09:18 WIB

Obor Asian Games akan menginap di Malang

Asia Pasific | 19 Juli 2018 - 08:57 WIB

Iran akan percanggih sekitar 800 tank

Hankam | 19 Juli 2018 - 08:46 WIB

BNPT: Sekarang teroris bisa sasar apa dan siapa saja

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 08:35 WIB

Jamaah calon haji Pekanbaru kedapatan membawa benda tajam

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 08:27 WIB

Pengamat: Prabowo harus berhati-hati tentukan cawapres

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com