Jumat, 27 April 2018

Cara Menghindari Asuransi Mobil Tanpa Klaim yang Menguntungkan

Jumat, 05 Januari 2018 14:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-menghindari-asuransi-mobil-tanpa-klaim-yang-menguntungkan courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-menghindari-asuransi-mobil-tanpa-klaim-yang-menguntungkan
Ayo berbagi!

Saat hendak memilih asuransi mobil yang paling tepat, biasanya banyak yang diperhitungkan termasuk pengajuan klaim nantinya. Cukup banyak yang berpikir jika mengambil asuransi mobil dan tidak terpakai itu namanya pemborosan dan merugi. Karena jika tidak ada klaim sama sekali, berarti premi hangus begitu saja dan rasanya sayang sudah membuang uang sekian juta dalam setahun hanya untuk membeli asuransi. Sehingga hal ini memicu orang berpikir dua kali saat akan mengasuransikan mobilnya.

Banyak orang yang merasa kecewa dengan situasi macam ini. Mereka tidak merasa puas dengan kebijakan yang diterapkan oleh mayoritas perusahaan asuransi mobil. Bayangkan, sudah membayar premi yang cukup tinggi, tapi jika tidak terpakai hilang begitu saja. Belum lagi seandainya terdapat pengajuan klaim, belum tentu uang pertanggungan yang keluar sesuai ekspetasi. Terkadang saat pengajuan klaim ternyata klaim yang dibayarkan tidak sesuai perjanjian karena aturan ini itu dari perusahaan asuransi yang sering terlewatkan akibat kurang teliti membaca term and condition yang diajukan. Jadi sebal kan?

Hal inilah yang akhirnya mulai dipahami sejumlah perusahaan asuransi. Karena merasa tidak ingin kehilangan pelanggan akibat hal semacam yang telah disebutkan di atas, maka banyak asuransi mobil yang mulai menawarkan produk asuransi mobil “no claim, uang kembali”. Dengan munculnya produk jenis ini, maka ritme dan gairah pasar asuransi mobil kembali meningkat. Nasabah sebagian besar merasa tergoda dengan tawaran tersebut, karena mereka berpikir tidak ada salahnya membayar di awal jika nantinya uang dapat dikembalikan lagi. Jika dipikir sih terlihat tidak ada ruginya. Namun, apa benar sedemikian mudahnya?

Baca Juga: Asuransi Mobil All Risk atau TLO: Pilih yang Mana Ya?

Kenali Program ‘Asuransi Mobil No Claim Uang Kembali’

Seringkali asuransi jenis ini memasang jebakan yang tidak terpikir oleh nasabah. Pasti banyak yang berpikir selama mobil baik dan tidak ada kendala atau kecelakaan maka uang dapat kembali sepenuhnya. Nah, pemikiran ini sebaiknya direvisi. Karena tidak mungkin ada bisnis yang merugi atau tidak mendapat untung sama sekali. Jangan dengan mudahnya berpikir bahwa uang dapat kembali dengan mudah. Pasti ada term and condition tadi yang harus dipelajari dengan jelas sebelum memutuskan mengambil asuransi mobil tersebut.

Tanamkan terlebih dahulu pemikiran bahwa premi merupakan sumber utama kehidupan perusahaan asuransi. Premi tersebut yang biasanya dipergunakan pihak asuransi untuk membayar sejumlah biaya. Oleh sebab itu ada beberapa komponen-komponen biaya yang telah diperhitungkan oleh perusahaan asuransi sebelum menetapkan premi. Berikut ini biaya-biaya yang dimaksud:

1. Rasio Klaim

rasio klaim
Rasio Klaim

Komponen biaya ini merupakan rasio antara premi yang diterima dengan klaim yang dibayarkan. Jadi jika dalam setahun dari 1000 mobil terdapat 1 klaim, maka klaim rasionya adalah 0,1%.

2. Biaya Akusisi

Biaya Akusisi
Biaya Akusisi

Yang termasuk biaya akuisisi adalah biaya untuk membayar ongkos pemasaran. Biaya ini juga meliputi biaya bagi pihak perantara seperti misalnya pihak bank, agen asuransi, pialang asuransi, leasing, dan lain sebagainya.

3. Overhead

Overhead
Biaya Overhead

Yang termasuk biaya overhead yaitu biaya beban untuk membayar biaya operasional perusahaan asuransi yang bersangkutan. Seperti misalnya gaji pegawai, biaya sewa gedung, biaya maintenance, biaya listrik, bayar iklan, dan lain sebagainya.

4. Profit Margin

Profit Margin
Profit Margin

Tentunya tidak ada perusahaan yang mau merugi. Oleh sebab itu komponen ini wajib dan pasti ikut diperhitungkan oleh perusahaan asuransi dalam menetapkan besarnya premi. Jika tidak maka perusahaan asuransi tentu sulit untuk mendapatkan untung dari produk yang dipasarkannya.

Dari empat komponen biaya tersebut, maka tercipta besaran premi yang wajib dibayarkan nasabah. Logikanya, seluruh biaya tersebut akan terpakai oleh perusahaan asuransi. Lantas bagaimana mereka akan mengembalikan uang jika tidak ada klaim? Tentunya dengan term and condition tadi.

Biasanya yang menjadi syarat utama yaitu sama sekali tidak pernah mengajukan klaim pada periode asuransi berjalan. Agak sulit bukan? Karena setiap hari kita menggunakan kendaraan, setiap hari pula ada risiko pada kendaraan kita.

Kalaupun benar tidak ada klaim dan dikembalikan, belum tentu pihak asuransi mau mengembalikan dana nasabah 100%. Pasti belakangan akan ada potongan biaya ini dan itu yang ujung-ujungnya dana Anda hanya kembali sekitar 50% saja. Bisa juga dikembalikan sekian persen dan nasabah wajib melanjutkan asuransi di tahun berikutnya. Dana akan dikembalikan berupa potongan biaya asuransi di tahun berikut.

Sebenarnya secara umum jika dipikir lebih lanjut syarat-syarat itu wajar saja diterapkan. Pihak asuransi tentu tidak ingin kehilangan kredibilitasnya dan berupaya menepati janjinya. Karena itu dikeluarkanlah syarat yang tidak memberatkan pihak asuransi dalam mengembalikan dana nasabah. Pihak asuransi berusaha untuk menepati janjinya di awal namun di sisi lain akan berpikir mengupayakan keuntungan yang maksimal.

Contohnya, jika dikembalikan berupa potongan dana asuransi di tahun berikutnya, artinya pihak asuransi mempunyai waktu memutar dana tersebut pada investasi lainnya hingga mencapai keuntungan tertentu. Selain itu semakin tahun nilai uang akan mengalami penurunan. Sehingga di tahun-tahun berikutnya nilai asuransi awal yang kita bayarkan tersebut tidak dirasakan berat oleh pihak asuransi. Dibanding nilai premi yang tiap tahun juga akan naik. Jadi pemotongan dana yang dilakukan pihak asuransi bisa jadi hanya beberapa persen saja.

Satu hal lagi, umumnya besaran premi pada asuransi bentuk ini jauh lebih mahal, bisa mencapai perbedaan sekitar 10%-15% dengan jenis asuransi lainnya. Dengan demikian, sekalipun dikembalikan hanya sebagian, tentunya pihak asuransi tidak merasa merugi. Namun sebaliknya, sebagai nasabah tentu kita yang akan merasa rugi. Karena slogan yang ditentukan di awal ternyata tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kendaraan Untuk Anda

Jangan Mudah Tergoda!

Melihat beberapa penjelasan di atas, sudah cukup jelas bahwa sebaiknya dalam menentukan asuransi mobil yang akan digunakan jangan asal tergoda oleh iklan mereka yang menyatakan uang dapat dikembalikan jika tidak terjadi klaim. Jika hendak memilih asuransi mobil yang tepat, sebaiknya pertimbangkan resiko terhadap kendaraan Anda, kemudahan mengajukan klaim, biaya premi yang masih masuk akal serta kredibilitas perusahaan asuransi mobil tersebut. Tanamkan dalam pikiran, bahwa membeli perlindungan itu tidak ada yang gratis. Pasti tetap ada biaya yang harus Anda keluarkan. Hanya saja, dengan berpikir cerdas, maka biaya-biaya tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Selamat berburu produk asuransi mobil!

Baca Juga: Mau Lulus Survey Asuransi Mobil? Lakukan Hal Berikut

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar