Minggu, 16 Desember 2018 | 16:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

KPU Sumut imbau bakal paslon tidak bawa pendukung berlebihan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Anggota KPU Sumut Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Yulhasni. Sumber foto: Prasetiyo/Radio Elshinta
Anggota KPU Sumut Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Yulhasni. Sumber foto: Prasetiyo/Radio Elshinta
<p>Untuk menjaga kondusifitas saat proses pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara tahun 2018 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mengimbau untuk tidak membawa massa pendukung yang berlebihan.</p><p>Hal ini diungkap oleh Anggota KPU Sumut Divisi SDM dan Partispasi Masyarakat (Parmas), Yulhasni kepada Kontributor Elshinta, Prasetyo, Jumat (5/1) siang di Kantor KPU Sumut, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan.</p><p>Menurut Yulhasni, setiap bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera diperbolehkan membawa massa pendukung paling banyak 50 orang. Sebab, saat pendaftaran pasangan calon hanya melakukan penyerahaan berkas.</p><p>"Kami memberi akses seluas-luasnya tapi karena pendaftaran hanya penyerahan berkas sehingga diharapkan paling banyak membawa 50 orang yang mendampingi," ujarnya.</p><p>Pendaftaran yang dibuka mulai tanggal 8-10 Januari nanti, Yulhasni juga mengingatkan kepada para bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar tidak mendaftar di hari-hari terakhir pendaftaran.&nbsp;</p><p>Diketahui, pada tanggal 8-9 Januari 2018 pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan pada 10 Januari 2018, pendaftaran dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.</p><p>Dalam agenda KPU Sumut, setiap bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang memenuhi persyaratan pencalonan nantinya akan menjalani tes kesehatan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

<p>Untuk menjaga kondusifitas saat proses pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara tahun 2018 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mengimbau untuk tidak membawa massa pendukung yang berlebihan.</p><p>Hal ini diungkap oleh Anggota KPU Sumut Divisi SDM dan Partispasi Masyarakat (Parmas), Yulhasni kepada Kontributor Elshinta, Prasetyo, Jumat (5/1) siang di Kantor KPU Sumut, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan.</p><p>Menurut Yulhasni, setiap bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera diperbolehkan membawa massa pendukung paling banyak 50 orang. Sebab, saat pendaftaran pasangan calon hanya melakukan penyerahaan berkas.</p><p>"Kami memberi akses seluas-luasnya tapi karena pendaftaran hanya penyerahan berkas sehingga diharapkan paling banyak membawa 50 orang yang mendampingi," ujarnya.</p><p>Pendaftaran yang dibuka mulai tanggal 8-10 Januari nanti, Yulhasni juga mengingatkan kepada para bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar tidak mendaftar di hari-hari terakhir pendaftaran.&nbsp;</p><p>Diketahui, pada tanggal 8-9 Januari 2018 pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan pada 10 Januari 2018, pendaftaran dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.</p><p>Dalam agenda KPU Sumut, setiap bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang memenuhi persyaratan pencalonan nantinya akan menjalani tes kesehatan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com