KPU Sumut imbau bakal paslon tidak bawa pendukung berlebihan
Jumat, 05 Januari 2018 - 06:30 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Anggota KPU Sumut Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Yulhasni. Sumber foto: Prasetiyo/Radio Elshinta
<p>Untuk menjaga kondusifitas saat proses pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara tahun 2018 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mengimbau untuk tidak membawa massa pendukung yang berlebihan.</p><p>Hal ini diungkap oleh Anggota KPU Sumut Divisi SDM dan Partispasi Masyarakat (Parmas), Yulhasni kepada Kontributor Elshinta, Prasetyo, Jumat (5/1) siang di Kantor KPU Sumut, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan.</p><p>Menurut Yulhasni, setiap bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera diperbolehkan membawa massa pendukung paling banyak 50 orang. Sebab, saat pendaftaran pasangan calon hanya melakukan penyerahaan berkas.</p><p>"Kami memberi akses seluas-luasnya tapi karena pendaftaran hanya penyerahan berkas sehingga diharapkan paling banyak membawa 50 orang yang mendampingi," ujarnya.</p><p>Pendaftaran yang dibuka mulai tanggal 8-10 Januari nanti, Yulhasni juga mengingatkan kepada para bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar tidak mendaftar di hari-hari terakhir pendaftaran.&nbsp;</p><p>Diketahui, pada tanggal 8-9 Januari 2018 pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan pada 10 Januari 2018, pendaftaran dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.</p><p>Dalam agenda KPU Sumut, setiap bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang memenuhi persyaratan pencalonan nantinya akan menjalani tes kesehatan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Banjir luapan air Kali Lamong yang mengenangi 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Gresik...
Senin, 19 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menanggapi serius Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok bikin acara unik yaitu pasar kaki lima ala betawi di ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau tambak udang di kawasan Perhutanan Sosial Muara Gembong...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM memperkirakan penyebab gemp...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Wanita Sumatera Utara didorong untuk menjadi wanita yang produktif membantu bapak-bapak dal...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pengrajin sandal dan sepatu Cibaduyut, Kota Bandung, memang sudah terkenal di Nusantara. Da...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bea Cukai Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggagalkan peny...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, hari ini Kamis (19/4) menetapkan DPT...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjenguk Tri Intan Apriani,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)