Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Sakit hati ucapan di FB, motor dibakar sekelompok remaja

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.
<p>Pembentukan pasukan khusus jajaran kepolisian di jajaran polres-polres di seluruh indonesia memang memiliki nilai tersendiri bagi keamananan di masyarakat.&nbsp;</p><p><br></p><p>Salah satunya Tim Anti Bandit Polres Gowa yang belum lama dibentuk. Tim bentukan Kapolres Akbp Shinto Silitonga ini berhasil mengungkapkan berbagai kasus-kasus yang terjadi di masyarakat.</p><p><br></p><p>Kurang dari 24 jam, 8 orang pemuda berhasil diamankan Tim Anti Bandit Polres Gowa dan 5 orang diantaranya ditetapkan statusnya sebagai tersangka yaitu:</p><p><br></p><p>- MI als Jibang (17th), buruh bangunan, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- WY als Ono (23th), tdk bekerja, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- LH als Akim (23th), tdk bekerja, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- FD als Daus (25th), sekuriti, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- KSR als Isar (30th), karyawan, warga Palantikang</p><p><br></p><p>Penangkapan para pemuda ini terkait dengan aksinya main hakim sendiri dengan cara membakar motor Yamaha Jupiter Z warna hijau bernopol DD 4187 BV yg ketika itu dikendarai oleh Muh.Fikram (16th) dan Reza (15th) yg melintas di Jl.Palantikang pd Kamis, 4 Jan 2018 sktr 22.00 Wita ketika hendak pulang ke rumah.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Aksi sekelompok anak muda dilakukan dengan cara menghadang pengendara, memaksa turun dan membakar motor tsb menggunakan thinner sbg media bakarnya" kata Kapolres Gowa, Akbp Shinto Silitonga dalam rilisnya yang diterima <i><strong>redaksi elshinta.com,</strong></i> Jumat (5/1)</p><p><br></p><p>Dari hasil penyidikan diketahui bahwa motif para pelaku main hakim sendiri adalah karena keluarga salah satu pelaku diganggu oleh teman korban dengan mengirim message yg melanggar asusila melalui Facebook.</p><p><br></p><p>Shinto menanbahkan "Prinsipnya Polres Gowa tidak akan membiarkan masyarakat utk main hakim sendiri. Itu sama saja dengan premanisme. Bila ada akar masalah agar dilaporkan dan kami pun akan melakukan penegakan hukum yg tegas kepada pelaku yg mengirimkan message asusila kepada keluarga pelaku krn melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik."&nbsp;</p><p><br></p><p>Selain motor yang terbakar, polisi juga mengamankan 1 botol thinner sebagai media dan bahan untuk membakar motor korban.</p><p><br></p><p>Untuk mempertanggung jawabkan kini Ke-5 pelaku telah di tahan di mapolres Gowa dan dijerat dengan Pasal 187 KUHP ttg pembakaran dan Pasal 170 KUHP ttg pengeroyokan dgn ancaman pidana 12 tahun penjara.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Pembentukan pasukan khusus jajaran kepolisian di jajaran polres-polres di seluruh indonesia memang memiliki nilai tersendiri bagi keamananan di masyarakat.&nbsp;</p><p><br></p><p>Salah satunya Tim Anti Bandit Polres Gowa yang belum lama dibentuk. Tim bentukan Kapolres Akbp Shinto Silitonga ini berhasil mengungkapkan berbagai kasus-kasus yang terjadi di masyarakat.</p><p><br></p><p>Kurang dari 24 jam, 8 orang pemuda berhasil diamankan Tim Anti Bandit Polres Gowa dan 5 orang diantaranya ditetapkan statusnya sebagai tersangka yaitu:</p><p><br></p><p>- MI als Jibang (17th), buruh bangunan, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- WY als Ono (23th), tdk bekerja, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- LH als Akim (23th), tdk bekerja, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- FD als Daus (25th), sekuriti, warga Palantikang Sombaopu</p><p>- KSR als Isar (30th), karyawan, warga Palantikang</p><p><br></p><p>Penangkapan para pemuda ini terkait dengan aksinya main hakim sendiri dengan cara membakar motor Yamaha Jupiter Z warna hijau bernopol DD 4187 BV yg ketika itu dikendarai oleh Muh.Fikram (16th) dan Reza (15th) yg melintas di Jl.Palantikang pd Kamis, 4 Jan 2018 sktr 22.00 Wita ketika hendak pulang ke rumah.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Aksi sekelompok anak muda dilakukan dengan cara menghadang pengendara, memaksa turun dan membakar motor tsb menggunakan thinner sbg media bakarnya" kata Kapolres Gowa, Akbp Shinto Silitonga dalam rilisnya yang diterima <i><strong>redaksi elshinta.com,</strong></i> Jumat (5/1)</p><p><br></p><p>Dari hasil penyidikan diketahui bahwa motif para pelaku main hakim sendiri adalah karena keluarga salah satu pelaku diganggu oleh teman korban dengan mengirim message yg melanggar asusila melalui Facebook.</p><p><br></p><p>Shinto menanbahkan "Prinsipnya Polres Gowa tidak akan membiarkan masyarakat utk main hakim sendiri. Itu sama saja dengan premanisme. Bila ada akar masalah agar dilaporkan dan kami pun akan melakukan penegakan hukum yg tegas kepada pelaku yg mengirimkan message asusila kepada keluarga pelaku krn melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik."&nbsp;</p><p><br></p><p>Selain motor yang terbakar, polisi juga mengamankan 1 botol thinner sebagai media dan bahan untuk membakar motor korban.</p><p><br></p><p>Untuk mempertanggung jawabkan kini Ke-5 pelaku telah di tahan di mapolres Gowa dan dijerat dengan Pasal 187 KUHP ttg pembakaran dan Pasal 170 KUHP ttg pengeroyokan dgn ancaman pidana 12 tahun penjara.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com