Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Twitter tidak akan blokir akun pemimpin dunia meski `kontroversial`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://cnb.cx/2F6BrLI
Ilustrasi. Sumber foto: http://cnb.cx/2F6BrLI
<p>Twitter pada Jumat (5/1), mengumumkan tidak akan memblokir akun milik para pemimpin dunia bahkan meski pernyataan mereka "kontroversial", mengutip perlunya mendukung "percakapan publik" tentang isu politik.</p><p>Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah cuitan dari Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan penggunaan senjata nuklir AS yang menuai kritik bahwa jejaring sosial tersebut mengizinkan adanya ancaman aksi kekerasan.</p><p>"Twitter di sini untuk melayani dan membantu memajukan percakapan publik secara global. Para pemimpin dunia memainkan peran penting dalam percakapan itu karena dampak besarnya terhadap masyarakat," ungkap perusahaan yang berbasis di California itu dalam pengumuman blog.</p><p>"Memblokir pemimpin dunia dari Twitter atau menghapus tweet kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang seharusnya dapat disaksikan dan diperdebatkan. Penghapusan juga akan membungkam suara pemimpin tersebut, dan tentu saja akan menghambat diskusi penting terkait pernyataan dan tindakan mereka."</p><p>Twitter tidak secara spesifik merujuk Trump atas tweet darinya pekan ini yang mengungkap bahwa dia siap mengaktifkan senjata nuklir yang "lebih besar dan kuat" dibandingkan milik Korea Utara.&nbsp;</p><p>Pengumuman pada Jumat muncul kurang dari sebulan setelah Twitter mulai memberlakukan aturan baru yang ditujukan untuk menyaring konten bermotif kebencian dan kasar di jejaring sosial itu, termasuk pesan yang mendukung atau memuji aksi kekerasan, demikian laporan AFP. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Twitter pada Jumat (5/1), mengumumkan tidak akan memblokir akun milik para pemimpin dunia bahkan meski pernyataan mereka "kontroversial", mengutip perlunya mendukung "percakapan publik" tentang isu politik.</p><p>Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah cuitan dari Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan penggunaan senjata nuklir AS yang menuai kritik bahwa jejaring sosial tersebut mengizinkan adanya ancaman aksi kekerasan.</p><p>"Twitter di sini untuk melayani dan membantu memajukan percakapan publik secara global. Para pemimpin dunia memainkan peran penting dalam percakapan itu karena dampak besarnya terhadap masyarakat," ungkap perusahaan yang berbasis di California itu dalam pengumuman blog.</p><p>"Memblokir pemimpin dunia dari Twitter atau menghapus tweet kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang seharusnya dapat disaksikan dan diperdebatkan. Penghapusan juga akan membungkam suara pemimpin tersebut, dan tentu saja akan menghambat diskusi penting terkait pernyataan dan tindakan mereka."</p><p>Twitter tidak secara spesifik merujuk Trump atas tweet darinya pekan ini yang mengungkap bahwa dia siap mengaktifkan senjata nuklir yang "lebih besar dan kuat" dibandingkan milik Korea Utara.&nbsp;</p><p>Pengumuman pada Jumat muncul kurang dari sebulan setelah Twitter mulai memberlakukan aturan baru yang ditujukan untuk menyaring konten bermotif kebencian dan kasar di jejaring sosial itu, termasuk pesan yang mendukung atau memuji aksi kekerasan, demikian laporan AFP. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com