Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Monas masih jadi magnet wisata ibu kota

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2m6cY14
Sumber foto: http://bit.ly/2m6cY14
<p>Monumen Nasional (Monas) masih menjadi magnet wisatawan, terutama lokal, yang mengunjungi Ibu Kota Jakarta seperti terlihat hari ini di mana antrean panjang pengunjung terbentuk sampai pintu masuk tugu ikonik Jakarta ini.</p><p>Saat ini pengunjung yang ingin masuk Tugu Monas harus menggunakan kartu Jakcard seharga Rp30.000 yang juga dapat digunakan untuk berwisata ke Kota Tua.</p><p>Yang ingin mengunjungi Tugu Monas tidak perlu berjalan jauh karena dari Silang Monas disediakan odong-odong sampai pintu masuk tugu. Antrian panjang juga terlihat di tempat pemberhentian ondong-odong.</p><p>Dede, pengunjung asal Banten, ikut mengantre bersama anak dan suaminya untuk masuk Tugu Monas.</p><p>Dede sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati kota Jakarta dari ketinggian. Selain menjadi ikon, wisata ke Monas juga cukup murah.</p><p>"Biasa hari libur jadi ramai. Mumpung anak-anak masih libur, jadi bawa kesini untuk melihat-lihat," kata Dede yang mengaku pernah ke Tugu Monas semasa kecil dulu.</p><p>Begitu juga dengan Sarmini, asal Jawa Tengah yang membawa anaknya.</p><p>Ia yang berlibur ke Jakarta untuk melihat cucu dan anaknya mengaku tidak begitu beranik naik hingga puncak Monas. Tapi ia penasaran sehingga tetap mengantre masuk ke Monas.</p><p>Pengunjung dapat naik ke puncak Monas dengan menggunakan lift yang beroperasional dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dengan maksimal 1.000 pengunjung dan malam pada pukul 19.00-22.00 WIB dibatasi bagi 700 pengunjung.</p><p>Monumen peringatan setinggi 132 meter ini didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda.</p><p>Pembangunan monumen ini dimulai pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Monumen Nasional (Monas) masih menjadi magnet wisatawan, terutama lokal, yang mengunjungi Ibu Kota Jakarta seperti terlihat hari ini di mana antrean panjang pengunjung terbentuk sampai pintu masuk tugu ikonik Jakarta ini.</p><p>Saat ini pengunjung yang ingin masuk Tugu Monas harus menggunakan kartu Jakcard seharga Rp30.000 yang juga dapat digunakan untuk berwisata ke Kota Tua.</p><p>Yang ingin mengunjungi Tugu Monas tidak perlu berjalan jauh karena dari Silang Monas disediakan odong-odong sampai pintu masuk tugu. Antrian panjang juga terlihat di tempat pemberhentian ondong-odong.</p><p>Dede, pengunjung asal Banten, ikut mengantre bersama anak dan suaminya untuk masuk Tugu Monas.</p><p>Dede sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati kota Jakarta dari ketinggian. Selain menjadi ikon, wisata ke Monas juga cukup murah.</p><p>"Biasa hari libur jadi ramai. Mumpung anak-anak masih libur, jadi bawa kesini untuk melihat-lihat," kata Dede yang mengaku pernah ke Tugu Monas semasa kecil dulu.</p><p>Begitu juga dengan Sarmini, asal Jawa Tengah yang membawa anaknya.</p><p>Ia yang berlibur ke Jakarta untuk melihat cucu dan anaknya mengaku tidak begitu beranik naik hingga puncak Monas. Tapi ia penasaran sehingga tetap mengantre masuk ke Monas.</p><p>Pengunjung dapat naik ke puncak Monas dengan menggunakan lift yang beroperasional dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dengan maksimal 1.000 pengunjung dan malam pada pukul 19.00-22.00 WIB dibatasi bagi 700 pengunjung.</p><p>Monumen peringatan setinggi 132 meter ini didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda.</p><p>Pembangunan monumen ini dimulai pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com