Senin, 23 April 2018

Pertama kali dalam dua tahun, Korut dan Korsel bertemu bahas Olimpiade

Selasa, 09 Januari 2018 11:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) akhirnya memulai pertemuan tingkat tinggi, pertama kali sejak dua tahun terakhir, Selasa (09/01).

Pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Perdamaian, Desa Panmunjom, yang merupakan wilayah genjatan senjata, akan membahas tentang kemungkinan Korut untuk ikut serta dalam Olimpiade Musim Dingin di Korsel, Februari mendatang.

Korsel mengungkapkan pertemuan ini akan digunakan untuk semakin membuka gerbang diskusi antara kedua negara di Semenanjung Korea itu.

Sejak pertemuan terakhir 2015 lalu, hubungan kedua negara terus memburuk. Seoul membatalkan proyek kerja sama ekonomi kedua negara di kawasan industri Kaesong, Korut, setelah negara itu melakukan uji coba nuklir.

Pemutusan kerja sama itu membuat Korut murka dan memutus seluruh jalur komunikasinya dengan Seoul, termasuk memutus jalur telepon.

'Akan terus membaik'

Dalam pertemuan tersebut masing-masing negara mengirimkan lima orang delegasi.

Berbicara kepada media sebelum pertemuan, Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myoung-gyon menyebut pertemuan ini "bisa memperbaiki hubungan kedua negara".

Sementara, perwakilan Korut yang diketuai Ri Son-gwon menyatakan bahwa pertemuan ini "tidak hanya serius, tetapi juga tulus."

"Hubungan kami akan terus membaik," kata Ri.

Pakar Korut, Michael Madden, kepada BBC menyebut pertemuan ini adalah "langkah kecil untuk memulai hal yang besar".

"Meskipun jelas kedua negara masih menunjukkan sinyal saling was-was, tetapi pertemuan ini setidaknya akan membuka jalur komunikasi dan interaksi keduanya," lanjut Madden.

Delegasi bertemu di Desa Panmunjom, sebuah kawasan yang dijaga sangat ketat oleh militer di wilayah perbatasan DMZ (zona demiliterisasi).

Desa ini adalah tempat yang selalu digunakan perwakilan kedua negara untuk bertemu, sejak Perang Korea berakhir, dan kesepakatan damai dicapai pada 1953 silam.

'Kesempatan besar'

Minggu lalu Korsel menawarkan untuk melakukan pertemuan kepada Korut, setelah pimpinan Korea Utara, Kim Jong-un menyebut ingin mengirimkan atletnya untuk berpartisipasi pada Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

Menindaklanjuti tawaran Korsel, Korut pun membuka sambungan telepon ke Korsel. Kedua negara akhirnya bisa berkomunikasi. Pyongyang pun kemudian menerima tawaran Korsel.

Presiden Korsel, Moon Jae-in menyebut Olimpiade Musim Dingin adalah "kesempatan besar"

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut pembicaraan ini adalah "permulaan besar", yang bisa "berujung pada hasil yang baik pula bagi kemanusiaan", seandainya hasil pertemuan tersebut positif.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar