Kamis, 18 Januari 2018

Film Boundless Love diharapkan naikkan pamor Bandung

Selasa, 09 Januari 2018 16:07

Foto: Dudi Supriyadi Foto: Dudi Supriyadi
Ayo berbagi!

Meskipun tak semudah membalikan telapak tangan, namun adanya film 'Boundless Love' diharapkan dapat menaikkan pamor Kota Bandung di mata dunia.

Ini disampaikan  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniawati di lokasi syooting film tersebut Jalan Kencana Bandung, Jawa Barat, Senin (8/1).

Menurut Kenny film yang bekerjasama dengan Bekraf Indonesia dan Tiongkok ini akan dikenal di belahan dunia. Selain menaikkan pendapatan asli di kedua negara, juga menaikkan jumlah wisatawan Indonesia juga akan menaikkan pamor kota Bandung di mata dunia.

"Kan sebelumnya juga melakukan syuting di Bandung raya serta Palembang,  sehingga akan menaikkan promosi Indonesia di mata dunia, " ujar Kenny seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Dudi Supriyadi, Selasa (9/1). 

Kenny mengatakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Red and White China dan PT. Kamala Media Cipta membuat sebuah film bertajuk, 'Boundless Love'. Film yang bercerita mengenai kisah cinta antara wanita Indonesia dan pria asal Tiongkok.

"Boundless Love merupakan pengalaman pertama bagi Bekraf terlibat langsung dalam proses produksi sebuah film dan ini memang bukan film China pertama yang mengambil lokasi syuting di Indonesia, khusisnya di Bandung Raya," ucapnya.

Film yang disutradarai Wing Yiming mengaku untuk membuat film ini dirinya rela pulang-pergi Tiongkok Indonesia.

"Saya sudah datang tiga kali ke Indonesia dan melakukan perubahan skrip sebanyak 46 kali. Saya rasa saya akan dapat membuat film cinta yang dapat mempererat kedua negara," ujarnya.

Selain itu, film ini juga akan mengangkat keragaman budaya Indonesia dengan penampilan 90 persen pemain yang berasal dari beragam suku dan etnik di Indonesia.

Tak sampai di situ, sejumlah bintang dari dua negara seperti Putri Ayudya (Indonesia), Ray Sahetapy (Indonesia) dan Shenhao (China) akan tampil menjadi pemeran dalam film ini dan selama 8 bulan film ini akan digarap untuk kemudian diperlombakan diberbagai ajang perlombaan dan diputar di Indonesia dan China serta ditonton diberbagai belahan dunia. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar