Kamis, 21 Juni 2018 | 17:27 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Film Boundless Love diharapkan naikkan pamor Bandung

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dudi Supriyadi
Foto: Dudi Supriyadi
<p>Meskipun tak semudah membalikan telapak tangan, namun adanya film 'Boundless Love' diharapkan dapat menaikkan pamor Kota Bandung di mata dunia. </p><p><br></p><p>Ini disampaikan  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniawati di lokasi syooting film tersebut Jalan Kencana Bandung, Jawa Barat, Senin (8/1).</p><p><br></p><p>Menurut Kenny film yang bekerjasama dengan Bekraf Indonesia dan Tiongkok ini akan dikenal di belahan dunia. Selain menaikkan pendapatan asli di kedua negara, juga menaikkan jumlah wisatawan Indonesia juga akan menaikkan pamor kota Bandung di mata dunia. </p><p><br></p><p>"Kan sebelumnya juga melakukan syuting di Bandung raya serta Palembang,  sehingga akan menaikkan promosi Indonesia di mata dunia, " ujar Kenny seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Dudi Supriyadi, </strong></i>Selasa (9/1). </p><p><br></p><p>Kenny mengatakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Red and White China dan PT. Kamala Media Cipta membuat sebuah film bertajuk, 'Boundless Love'. Film yang bercerita mengenai kisah cinta antara wanita Indonesia dan pria asal Tiongkok.</p><p><br></p><p>"Boundless Love merupakan pengalaman pertama bagi Bekraf terlibat langsung dalam proses produksi sebuah film dan ini memang bukan film China pertama yang mengambil lokasi syuting di Indonesia, khusisnya di Bandung Raya," ucapnya. </p><p><br></p><p>Film yang disutradarai Wing Yiming mengaku untuk membuat film ini dirinya rela pulang-pergi Tiongkok Indonesia.</p><p><br></p><p>"Saya sudah datang tiga kali ke Indonesia dan melakukan perubahan skrip sebanyak 46 kali. Saya rasa saya akan dapat membuat film cinta yang dapat mempererat kedua negara," ujarnya. </p><p><br></p><p>Selain itu, film ini juga akan mengangkat keragaman budaya Indonesia dengan penampilan 90 persen pemain yang berasal dari beragam suku dan etnik di Indonesia.</p><p><br></p><p>Tak sampai di situ, sejumlah bintang dari dua negara seperti Putri Ayudya (Indonesia), Ray Sahetapy (Indonesia) dan Shenhao (China) akan tampil menjadi pemeran dalam film ini dan selama 8 bulan film ini akan digarap untuk kemudian diperlombakan diberbagai ajang perlombaan dan diputar di Indonesia dan China serta ditonton diberbagai belahan dunia. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 21 Juni 2018 - 17:22 WIB

Dewan Keamanan Eropa desak Rusia bebaskan sutradara asal Ukraina

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 17:07 WIB

Volume sampah di Jakarta menurun selama Lebaran

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:57 WIB

Presiden: Tidak ada intervensi SP3 Rizieq

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:44 WIB

Anggota DPR dilaporkan atas tuduhan pengeroyokan

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 16:35 WIB

Pemudik minta jalur khusus balita di Bakauheni

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 16:26 WIB

Anies-Sandi halal bihalal bersama jajaran PNS

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com