Jumat, 19 Januari 2018

Pesan SBY kepada Dua DM

Selasa, 09 Januari 2018 15:55

Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Mereka akan berlaga pada Pilkada Jawa Barat 2018. Sumber foto: http://bit.ly/2EpDp8N Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Mereka akan berlaga pada Pilkada Jawa Barat 2018. Sumber foto: http://bit.ly/2EpDp8N
Ayo berbagi!

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menitipkan empat pesan kepada pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, atau Dua DM, pada deklarasi pasangan itu, di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Selasa (9/1).

"Terakhir sebagai pemimpin, jadi lah pemimpin yang sidik, amanah atau jujur dan dapat dipercaya, tablig dapat menyampaikan yang benar kepada rakyatnya dan fatomah yakni pemimpin harus cerdas dan bijaksana," kata Yudhoyono yang memerintah Indonesia selama dua periode (2004-2014).

Dia berharap Dua DM bisa melanjutkan segala hal yang sudah bagus dari kepemimpinan sebelumnya di Jawa Barat. "Yang sudah baik dilanjutkan saja, yang belum dikerjakan silakan dibangun atau dikerjakan," kata dia.

Selain itu, Yudhoyono, juga meminta agar Dua DM dapat menyayangi rakyatnya dan jangan hanya sebatas diucapkan di dalam hati semata namun diwujudkan dalam tindakan.

"Harus dekat dengan seluruh rakyat Jawa Barat dan harus adil. Berempatilah pada yang lemah, bikin mereka mampu dan berdaya. Sebagai calon pemimpin lima tahun ke depan harus bisa meningkatkan kesehatan, pendidikan dan kesehatan mereka," kata dia.

Sementara itu calon wakil gubernur Jawa Barat, Mulyadi, mengungkapkan tujuannya maju pada Pilkada Jawa Barat 2018 bersama Mizwar (saat ini masih wakil gubernur Jawa Barat), yakni ingin mendapat lahan pengabdian yang lebih luas untuk bekerja membenahi Jawa Barat.

Mulyadi menuturkan pengalamannya saat mengunjungi berbagai daerah di Jawa Barat dan dia banyak menemukan hal-hal yang harus dibenahi di Jawa Barat, mulai dari masalah pendidikan sampai kesehatan dan ekonomi.

"Harus diingat bahwa negara mewajibkan sekolah sembilan tahun tapi jumlah SMP lebih sedikit daripada SD. Kami ingin jumlah SD, SMP, dan SMA, di setiap desanya sama. Saya tidak ingin ada antrean operasi selama enam bulan lagi di RS Hasan Sadikin," katanya, saat memberikan sambutan.

Menurut dia, dengan menjadi wakil gubernur maka dia akan mendapat energi dan ruang yang lebih besar untuk bisa membangun Jawa Barat sehingga ia menerima untuk dijadikan wakilnya Mizwar, mengingat dia tidak mementingkan jabatan, akan tetapi ruang pengabdian untuk masyarakat Jawa Barat.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar