Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kemenkes: Kasus difteri mulai menurun

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2BmVR43
Sumber foto: http://bit.ly/2BmVR43
<p>Direktur Surveilans Dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan temuan kasus difteri baru mulai menurun sejak akhir 2017 sampai awal Januari 2018.<br><br>"Dari sebelumnya 10 sampai 20 kasus per hari,&nbsp;drop&nbsp;menjadi lima kasus per hari," kata Jane dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/1).<br><br>Jumlah penurunan yang signifikan tersebut, kata Jane, dimulai pada 22 Desember 2017 ketika masa liburan anak sekolah hingga awal Januari 2018.<br><br>Data Kementerian Kesehatan per 3 Januari menyebutkan ada 10 kasus difteri baru yang ditemukan. Masing-masing tiga kasus di DKI Jakarta, tiga kasus di Jawa Barat, dan empat kasus di Provinsi Banten.<br><br>Menurut Jane, kemungkinan penurunan kasus karena seluruh masyarakat yang tidak memiliki imunitas terhadap penyakit difteri telah habis. Sehingga difteri mulai melambat dan tidak bisa menyebarkan lagi bakteri ke orang lain, khususnya bagi mereka yang sudah diimunisasi, dikutip dari laman <i>Antara</i>.<br><br>Selain itu Jane juga memperkirakan penurunan juga dipengaruhi faktor liburan sekolah yang dimulai akhir Desember 2017. "Karena anak-anak sekolah bubar. Difteri kan penularannya secara langsung, kalau orang-orangnya berpencar, dia nggak bisa lagi," kata Jane.<br><br>Dia mengatakan kasus KLB difteri bisa dikatakan telah terkendali apabila dalam dua minggu ke depan kasus baru difteri tidak ditemukan atau tidak meningkat lagi. Karena menurutnya bisa saja saat ini menjadi masa inkubasi yaitu penularan difteri yang belum memperlihatkan gejala karena baru saja terjadi.</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Direktur Surveilans Dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan temuan kasus difteri baru mulai menurun sejak akhir 2017 sampai awal Januari 2018.<br><br>"Dari sebelumnya 10 sampai 20 kasus per hari,&nbsp;drop&nbsp;menjadi lima kasus per hari," kata Jane dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/1).<br><br>Jumlah penurunan yang signifikan tersebut, kata Jane, dimulai pada 22 Desember 2017 ketika masa liburan anak sekolah hingga awal Januari 2018.<br><br>Data Kementerian Kesehatan per 3 Januari menyebutkan ada 10 kasus difteri baru yang ditemukan. Masing-masing tiga kasus di DKI Jakarta, tiga kasus di Jawa Barat, dan empat kasus di Provinsi Banten.<br><br>Menurut Jane, kemungkinan penurunan kasus karena seluruh masyarakat yang tidak memiliki imunitas terhadap penyakit difteri telah habis. Sehingga difteri mulai melambat dan tidak bisa menyebarkan lagi bakteri ke orang lain, khususnya bagi mereka yang sudah diimunisasi, dikutip dari laman <i>Antara</i>.<br><br>Selain itu Jane juga memperkirakan penurunan juga dipengaruhi faktor liburan sekolah yang dimulai akhir Desember 2017. "Karena anak-anak sekolah bubar. Difteri kan penularannya secara langsung, kalau orang-orangnya berpencar, dia nggak bisa lagi," kata Jane.<br><br>Dia mengatakan kasus KLB difteri bisa dikatakan telah terkendali apabila dalam dua minggu ke depan kasus baru difteri tidak ditemukan atau tidak meningkat lagi. Karena menurutnya bisa saja saat ini menjadi masa inkubasi yaitu penularan difteri yang belum memperlihatkan gejala karena baru saja terjadi.</p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com