Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Gunung Agung diperkirakan tak keluarkan awan panas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2qIqrRD
Sumber foto: http://bit.ly/2qIqrRD
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan Gunung Agung di Bali tidak akan mengeluarkan awan panas seperti Gunung Sinabung di Sumatera.</p><p>"Awan panas di Gunung Agung tidak akan terbentuk karena lavanya baru sepertiga mengisi kawah. Kalau sudah meluber, baru terbentuk awan panas," kata Sutopo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/1).</p><p>Sutopo mengatakan Gunung Agung memiliki mangkok kawah sedangkan Gunung Sinabung tidak memiliki sehingga ketika terjadi aktivitas vulkanik lava langsung meluber dan membentuk awan panas.</p><p>"Yang paling berbahaya dari sebuah gunung berapi adalah awan panas karena luncurannya sangat kencang, bisa mencapai 200 kilometer perjam," tuturnya.</p><p>Menurut Sutopo, setiap gunung berapi memiliki karakter yang berbeda. Secara vulkanik, Gunung Agung memang lebih ganas daripada Gunung Sinabung seperti terbukti pada letusan besar Gunung Agung yang terjadi pada 1963.</p><p>Karena lama tidak terlihat aktivitas vulkaniknya, masyarakat Bali cenderung membandingkan letusan Gunung Agung terakhir dengan letusan pada 1963 sehingga relatif membuat kepanikan.</p><p>Hal itu berbeda dengan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung yang lebih siap menghadapi letusan gunung karena relatif lebih sering meletus.</p><p>"Padahal letusan Gunung Agung saat ini tidak akan seperti 1963. Potensi energi saat ini tidak akan meletus sebesar 1963," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan Gunung Agung di Bali tidak akan mengeluarkan awan panas seperti Gunung Sinabung di Sumatera.</p><p>"Awan panas di Gunung Agung tidak akan terbentuk karena lavanya baru sepertiga mengisi kawah. Kalau sudah meluber, baru terbentuk awan panas," kata Sutopo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/1).</p><p>Sutopo mengatakan Gunung Agung memiliki mangkok kawah sedangkan Gunung Sinabung tidak memiliki sehingga ketika terjadi aktivitas vulkanik lava langsung meluber dan membentuk awan panas.</p><p>"Yang paling berbahaya dari sebuah gunung berapi adalah awan panas karena luncurannya sangat kencang, bisa mencapai 200 kilometer perjam," tuturnya.</p><p>Menurut Sutopo, setiap gunung berapi memiliki karakter yang berbeda. Secara vulkanik, Gunung Agung memang lebih ganas daripada Gunung Sinabung seperti terbukti pada letusan besar Gunung Agung yang terjadi pada 1963.</p><p>Karena lama tidak terlihat aktivitas vulkaniknya, masyarakat Bali cenderung membandingkan letusan Gunung Agung terakhir dengan letusan pada 1963 sehingga relatif membuat kepanikan.</p><p>Hal itu berbeda dengan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung yang lebih siap menghadapi letusan gunung karena relatif lebih sering meletus.</p><p>"Padahal letusan Gunung Agung saat ini tidak akan seperti 1963. Potensi energi saat ini tidak akan meletus sebesar 1963," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com