Jumat, 19 Januari 2018

PT KAI kembali uji coba kereta api penumpang Medan-Belawan

Selasa, 09 Januari 2018 18:14

Sumber foto: Heru R. Kurnia/Radio Elshinta Sumber foto: Heru R. Kurnia/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara kembali melakukan uji coba kereta api penumpang relasi Medan-Belawan sebelum dioperasionalkannya perjalanan kereta api penumpang tersebut.

Deputi Vice Presiden PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johanes Hutabarat mengatakan, hari ini dilakukan uji coba rangkaian kereta api yang asli dengan menggunakan dua kereta penumpang dan satu kereta genset.

"Untuk operasionalnya, kita masih mempelajari dulu. Ini minggu pertama Selasa, nanti kita liat penumpang KM Kelud, untuk menyambung perjalanannya ke Medan bagus tidak," kata Daniel Johanes Hutabarat di Stasiun Kereta Api Belawan, Selasa (9/1) seperti dilaporkan Reporter Elshinta Heru Rahmad Kurnia.

Uji coba kereta api penumpang relasi Medan-Belawan ini dilakukan dari Stasiun Besar Medan hingga Stasiun Belawan dengan turut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba.

Daniel Johanes Hutabarat menambahkan bahwa untuk tiket kereta api penumpang relasi Medan-Belawan, masih menunggu atau meminta ijin dari kantor pusat untuk biaya operasionalnya.

Daniel berharap adanya partisipasi dari pemerintah daerah, bahwa jalur kereta api ini tidak steril, sangat tidak bagus untuk keselamatan kereta dan untuk warga setempat juga.

Mudah-mudahan, kata Daniel, pemerintah daerah membantu, kita akan lakukan sosialisasi, sterilisasi harus sesuai aturan, dimana rumah warga harus jauh dari rel, sekitar 12 meter dari rel, sehingga kita jalankan kereta aman.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Parlindungan Purba mengapresiasi PT KAI yang menyahuti aspirasi masyarakat terkait pengoperasian kereta api dari Medan ke Belawan.

"Kita berharap ini bisa berkembang dikemudian hari," kata Parlindungan Purba.

Menurut Parlindungan Purba, dengan pengeoperasian kereta api penumpang Medan-Belawan ini akan terjadi keterpaduan transportasi.

"Orang dari Binjai yang selama ini sudah ada kereta apinya, bisa memilih apakah ke Bandara Kualanamu atau bisa ke Belawan. Begitu juga dari Siantar, dari Rantau Prapat, Kisaran dan seterusnya," kata Parlindungan.

Tentunya, kata Parlindungan, ini merupakan salah satu efisiensi untuk meningkatkan konektifitas, sehingga arus barang, modal dan orang di Sumut akan meningkatkan kesejahteraan dan pergerakan perekonomian.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar