Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Nilai transaksi uang elektronik capai Rp1,64 triliun

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Transaksi uang elektronik. Foto: http://bit.ly/2FhNq9f.
Transaksi uang elektronik. Foto: http://bit.ly/2FhNq9f.
<p>Volume dan nilai transaksi uang elektronik (e-money) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga akhir November 2017, dengan total nominal transaksi Rp1,64 triliun atau naik 98 persen (year on year/yoy) dibandingkan November 2016.</p><p><br></p><p>Berdasarkan data statistik Bank Indonesia (BI) yang dikutip Selasa, di Jakarta, dengan pertumbuhan nominal 98 persen, volume transaksi uang elektronik juga menigkat 93 persen menjadi 128,51 juta transaksi dari November 2016 yang mencapai 79,22 juta transaksi.</p><p><br></p><p>Sedangkan untuk jumlah uang elektronik yang beredar sampai dengan November 2017 BI mencatat sebesar 113,72 juta atau meningkat 130 persen dengan periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 49,41 juta.</p><p><br></p><p>Terkait dengan semakin tumbuh pesatnya transaksi uang elektronik, Bank Indonesia akan segera menerbitkan revisi atau penyempurnaan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 tanggal 8 April 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 aturan terkait uang elektronik.</p><p><br></p><p>Gubernur BI Agus D.W Martowardojo sebelumnya mengatakan pihaknya akan revisi peraturan uang elektronik akan terbit pada awal 2018.</p><p><br></p><p>Dalam aturan penyempurnaan itu juga akan dibahas terkait perizinan untuk alat pembayaran "close loop" atau digunakan untuk transaksi internal. Nantinya, uang elektronik "close loop" yang wajib meminta izin akan dilihat dari jumlah pengguna dan nominal transaksinya.</p><p><br></p><p>Selain itu, bila alat bayar "close loop" itu berada di holding dan digunakan untuk semua anak usahanya, nantinya pemilik uang elektronik internal itu juga harus mengajukan izin.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Volume dan nilai transaksi uang elektronik (e-money) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga akhir November 2017, dengan total nominal transaksi Rp1,64 triliun atau naik 98 persen (year on year/yoy) dibandingkan November 2016.</p><p><br></p><p>Berdasarkan data statistik Bank Indonesia (BI) yang dikutip Selasa, di Jakarta, dengan pertumbuhan nominal 98 persen, volume transaksi uang elektronik juga menigkat 93 persen menjadi 128,51 juta transaksi dari November 2016 yang mencapai 79,22 juta transaksi.</p><p><br></p><p>Sedangkan untuk jumlah uang elektronik yang beredar sampai dengan November 2017 BI mencatat sebesar 113,72 juta atau meningkat 130 persen dengan periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 49,41 juta.</p><p><br></p><p>Terkait dengan semakin tumbuh pesatnya transaksi uang elektronik, Bank Indonesia akan segera menerbitkan revisi atau penyempurnaan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 tanggal 8 April 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 aturan terkait uang elektronik.</p><p><br></p><p>Gubernur BI Agus D.W Martowardojo sebelumnya mengatakan pihaknya akan revisi peraturan uang elektronik akan terbit pada awal 2018.</p><p><br></p><p>Dalam aturan penyempurnaan itu juga akan dibahas terkait perizinan untuk alat pembayaran "close loop" atau digunakan untuk transaksi internal. Nantinya, uang elektronik "close loop" yang wajib meminta izin akan dilihat dari jumlah pengguna dan nominal transaksinya.</p><p><br></p><p>Selain itu, bila alat bayar "close loop" itu berada di holding dan digunakan untuk semua anak usahanya, nantinya pemilik uang elektronik internal itu juga harus mengajukan izin.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com