Rabu, 18 Juli 2018 | 04:05 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

BNI gandeng Kementan-TNI percepat penyaluran KUR 2018

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.
<p>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggandeng Kementerian Pertanian dan Tentara Nasional Indonesia untuk mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2018 guna menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah.</p><p><br></p><p>Percepatan penyaluran KUR yang dilakukan BNI dengan TNI tersebut diawali dengan acara Sosialisasi Program Ketahanan Pangan yang dihadiri oleh pimpinan TNI di Aula Pusdik Perhutani Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (9/1).</p><p><br></p><p>Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, permodalan menjadi salah satu tantangan yang selalu dialami oleh petani serta pengusaha penggilingan padi dalam kegiatan produksinya untuk penyediaan stok pangan nasional.</p><p><br></p><p>Hal itu karena minimnya pengetahuan petani dan pengusaha penggilingan terhadap KUR. Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap KUR inilah, BNI menyelenggarakan sosialisasi di Madiun sehingga diharapkan petani di Madiun tidak kesulitan modal lagi saat hendak memulai cocok tanam.</p><p><br></p><p>"Sosialisasi tentang KUR sangat perlu dilakukan agar petani dan pengusaha gilingan padi tidak kesulitan dalam hal permodalan. Diharapkan penyaluran KUR ke petani dan pengusaha penggilingan padi dapat meningkat setelah diadakan sosialisasi ini," ujar Adi Sulistyowati didampingi CEO BNI Wilayah Malang Yessy Kurnia.</p><p><br></p><p>Data menunjukkan, selama 2017 BNI Wilayah Malang menyerahkan lebih dari 243.000 Kartu Tani, yang merupakan alat penting dalam penyaluran KUR yang diajukan oleh petani.</p><p><br></p><p>Penyaluran KUR Tani selama 2017 di BNI Wilayah Malang telah mencapai lebih dari Rp113 miliar. Jumlah tersebut sudah termasuk, penyaluran KUR ke petani di wilayah Madiun sebanyak 717 debitur dengan nilai mencapai Rp2,95 miliar dan Kartu Tani yang dibagikan mencapai 16.105 kartu.</p><p><br></p><p>Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring kesadaran petani dan pengusaha penggilingan padi akan program Kartu Tani dan KUR.</p><p><br></p><p>Selain Kartu Tani, BNI juga telah ikut ambil bagian dalam menyukseskan program sosial pemerintah lainnya, di antaranya Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dan Program Indonesia Pintar, yang juga menyentuh keluarga petani, terutama istri dan anak-anak petani.</p><p><br></p><p>Sementara, Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya (081/DSJ) Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha menyatakan TNI memiliki andil yang sangat penting dalam program ketahanan pangan. Hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo bahwa TNI juga bertugas mengawal program swasembada pangan.</p><p><br></p><p>Adapun, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah tersebut. Kerja sama BNI dengan TNI dalam percepatan penyaluran KUR diharapkan dapat merealisasikan program-program ketahanan pangan yang digulirkan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.</p><p><br></p><p>Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf R Sidharta Wisnu Graha, sembilan Komandan Distrik Militer di wilayah Korem 081/DSJ, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Sumarjo Gatot Irianto, Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati, CEO BNI Wilayah Malang Yessy Kurnia, serta 230 pengusaha penggilingan padi di wilayah Madiun.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 21:54 WIB

Jaksa Agung bantah dampingi pembangunan PLTU Riau

Pemilihan Presiden 2019 | 17 Juli 2018 - 21:49 WIB

Prabowo: Masih penjajakan soal koalisi dengan Demokrat

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 21:39 WIB

8 calon jamaah Haji asal Purwakarta gagal berangkat

Ekonomi | 17 Juli 2018 - 21:22 WIB

Penerimaan pajak tumbuh 14,3 persen

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 21:12 WIB

Dinas PP&PA Kabupaten Jayapura gelar sosialisasi pengarusutamaan gender

Ekonomi | 17 Juli 2018 - 20:57 WIB

India minta Indonesia turunkan tarif impor gula

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com