Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Dinkes Bekasi pastikan delapan supek difteri negatif

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memastikan sebanyak delapan warga suspek difteri di wilayahnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil pengecekan tim laboratorium.</p><p><br></p><p>"Sebelumnya ditemukan delapan kasus terduga difteri. Tapi setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada atau negatif. Jadi di wilayah kami bebas difteri, ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti, di Cikarang, Selasa (9/1).</p><p><br></p><p>Dikatakan Sri, delapan kasus difteri di Kabupaten Bekasi ini diperoleh pihaknya berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat yang menyebutkan ada sekitar 23 kasus difteri di Kabupaten Bekasi dan di Kota Bekasi.</p><p><br></p><p>"Jumlah tersebut melengkapi kasus difteri di Jabar menjadi 224 kasus dari 23 kabupaten/kota. Bahkan, sebanyak 15 orang yang berada di wilayah Jawa Barat dinyatakan meninggal dunia," katanya.</p><p><br></p><p>Setelah mendapatkan laporan tersebut, kata dia, pihaknya langsung melakukan penelurusan dan hasilnya sebanyak delapan warga Kabupaten Bekasi yang terindikasi, nyatanya hanya menyerupai gejala difteri.</p><p><br></p><p>Berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis setempat, kata dia, pasien suspek difteri ini mengeluhkan sakit pada tenggorokan kemudian terjadi pembengkakan pada kelenjar leher.</p><p><br></p><p>Setelah dilakukan pemeriksaan, tim dokter menyatakan itu bukan penyakit difteri, katanya.</p><p><br></p><p>Eni menjelaskan, delapan pasien suspek difteri tersebut mayoritasnya masih berusia sekolah yakni di bawah 7-15 tahun.</p><p><br></p><p>"Mereka adalah warga dari Sumberjaya Tambun Selatan, kemudian ada juga Cikarang Barat dan Cikarang Timur. Jadi wilayah kami bukan sebagai wilayah endemis difteri, katanya.</p><p><br></p><p>Namun demikian, pihaknya tetap mengintensifkan kegiatan antisipasi penyebaran difteri dengan melakukan imunisasi sejak akhir 2017 dengan target sasaran 1.100.446 warga.</p><p><br></p><p>"Hingga Januari 2018, baru sekitar 600.000 orang yang telah tervaksinasi," katanya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memastikan sebanyak delapan warga suspek difteri di wilayahnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil pengecekan tim laboratorium.</p><p><br></p><p>"Sebelumnya ditemukan delapan kasus terduga difteri. Tapi setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada atau negatif. Jadi di wilayah kami bebas difteri, ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti, di Cikarang, Selasa (9/1).</p><p><br></p><p>Dikatakan Sri, delapan kasus difteri di Kabupaten Bekasi ini diperoleh pihaknya berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat yang menyebutkan ada sekitar 23 kasus difteri di Kabupaten Bekasi dan di Kota Bekasi.</p><p><br></p><p>"Jumlah tersebut melengkapi kasus difteri di Jabar menjadi 224 kasus dari 23 kabupaten/kota. Bahkan, sebanyak 15 orang yang berada di wilayah Jawa Barat dinyatakan meninggal dunia," katanya.</p><p><br></p><p>Setelah mendapatkan laporan tersebut, kata dia, pihaknya langsung melakukan penelurusan dan hasilnya sebanyak delapan warga Kabupaten Bekasi yang terindikasi, nyatanya hanya menyerupai gejala difteri.</p><p><br></p><p>Berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis setempat, kata dia, pasien suspek difteri ini mengeluhkan sakit pada tenggorokan kemudian terjadi pembengkakan pada kelenjar leher.</p><p><br></p><p>Setelah dilakukan pemeriksaan, tim dokter menyatakan itu bukan penyakit difteri, katanya.</p><p><br></p><p>Eni menjelaskan, delapan pasien suspek difteri tersebut mayoritasnya masih berusia sekolah yakni di bawah 7-15 tahun.</p><p><br></p><p>"Mereka adalah warga dari Sumberjaya Tambun Selatan, kemudian ada juga Cikarang Barat dan Cikarang Timur. Jadi wilayah kami bukan sebagai wilayah endemis difteri, katanya.</p><p><br></p><p>Namun demikian, pihaknya tetap mengintensifkan kegiatan antisipasi penyebaran difteri dengan melakukan imunisasi sejak akhir 2017 dengan target sasaran 1.100.446 warga.</p><p><br></p><p>"Hingga Januari 2018, baru sekitar 600.000 orang yang telah tervaksinasi," katanya.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com