Senin, 10 Desember 2018 | 21:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Diduga hirup gas amoniak PT DDFI, 9 warga dilarikan ke rumah sakit

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Tita Sopandi
Foto: Tita Sopandi
<p>Pipa gas amoniak PT Dunia Daging Food Industri (DDFI) di Kampung Cikananga RT 06/01, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diduga bocor mengakibatkan sembilan orang warga sekitar harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Husada, setelah menghirup gas berbahaya itu.</p><p><br></p><p>Kesembilan warga tersebut, antara lain Atin (39), Aniah (80), Qarirah Al Khantsa (14); Qais Al Kutub (12), Zona Fawaaz Al Fatig (10),&nbsp; Syakik Ghoji Al Dzubair (2), Tita Rosita (27), Ida (68), Suminati (41). Mereka semuanya warga Kampung Cikananga RT 06/02 Desa Cikumpay/Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.</p><p><br></p><p>Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, berawal adanya kebocoran gas amoniak yang bersumber dari salah satu instalasi kompresor (pipa) amoniak untuk menjalankan (pendingin) produksi di perusahaan tersebut.</p><p><br></p><p>Kebocoran itu mengakibatkan sembilan orang korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Husada.&nbsp; Setelah dicek berdasarkan kesaksian korban, mereka mengalami sesak nafas, tenggorokan kering dan mata pedih, ungkap Yusri kepada awak media, termasuk<i><strong> Kontributor elshinta, Tita Sopandi, </strong></i>Selasa (9/1).&nbsp;</p><p><br></p><p>Saat ini menurut Yusri kesembilan korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhakti Husada, Kecamatam Campaka. Dan mesin yang terjadi kebocoran tersebut saat ini sudah di laksanakan police line oleh pihak Polres Purwakarta. Selain itu tindakan lain yang dilakukan adalah mengecek dan mendata korban di RS Bhakti Husada dan memeriksa saksi-saksi. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

<p>Pipa gas amoniak PT Dunia Daging Food Industri (DDFI) di Kampung Cikananga RT 06/01, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diduga bocor mengakibatkan sembilan orang warga sekitar harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Husada, setelah menghirup gas berbahaya itu.</p><p><br></p><p>Kesembilan warga tersebut, antara lain Atin (39), Aniah (80), Qarirah Al Khantsa (14); Qais Al Kutub (12), Zona Fawaaz Al Fatig (10),&nbsp; Syakik Ghoji Al Dzubair (2), Tita Rosita (27), Ida (68), Suminati (41). Mereka semuanya warga Kampung Cikananga RT 06/02 Desa Cikumpay/Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.</p><p><br></p><p>Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, berawal adanya kebocoran gas amoniak yang bersumber dari salah satu instalasi kompresor (pipa) amoniak untuk menjalankan (pendingin) produksi di perusahaan tersebut.</p><p><br></p><p>Kebocoran itu mengakibatkan sembilan orang korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Husada.&nbsp; Setelah dicek berdasarkan kesaksian korban, mereka mengalami sesak nafas, tenggorokan kering dan mata pedih, ungkap Yusri kepada awak media, termasuk<i><strong> Kontributor elshinta, Tita Sopandi, </strong></i>Selasa (9/1).&nbsp;</p><p><br></p><p>Saat ini menurut Yusri kesembilan korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhakti Husada, Kecamatam Campaka. Dan mesin yang terjadi kebocoran tersebut saat ini sudah di laksanakan police line oleh pihak Polres Purwakarta. Selain itu tindakan lain yang dilakukan adalah mengecek dan mendata korban di RS Bhakti Husada dan memeriksa saksi-saksi. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com