Rabu, 18 Juli 2018 | 03:41 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Jepang tolak permintaan Korsel ambil langkah lanjutan terhadap `wanita penghibur`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Patung Perdamaian, yang menggambarkan perempuan Korea Selatan yang dipaksa menjadi "perempuan penghibur" oleh militer Jepang pada era Perang Dunia II, di Seoul, Korea Selatan. Sumber Foto: http://bit.ly/2CWuejD
Patung Perdamaian, yang menggambarkan perempuan Korea Selatan yang dipaksa menjadi "perempuan penghibur" oleh militer Jepang pada era Perang Dunia II, di Seoul, Korea Selatan. Sumber Foto: http://bit.ly/2CWuejD
<p>Jepang pada Selasa (9/1) mengatakan pihaknya menolak permintaan Korea Selatan untuk ambil langkah lebih lanjut membantu "wanita penghibur", kata halus yang merujuk pada para gadis dan wanita yang dipaksa bekerja di bordil masa perang Jepang.</p><p> Isu mengenai perempuan penghibur tersebut memecah belah kedua negara, dan menurut Jepang terselesaikan dengan kesepakatan 2015.</p><p> Jepang dan Korsel berbagi sejarah pahit yang mencakup kolonisasi Jepang pada 1910-1945, namun sekutu Amerika Serikat tersebut merupakan pusat terpenting bagi upaya mengendalikan program nuklir dan misil Korea Utara.</p><p> Sebuah penyelidikan Korsel yang ditunjuk oleh pemerintah menyimpulkan pada bulan lalu bahwa perselisihan mengenai wanita penghibur tidak dapat "diselesaikan secara mendasar" karena tuntutan korban atas kompensasi hukum belum terpenuhi.</p><p> Jepang menanggapi kesimpulan itu dengan mengatakan bahwa setiap upaya oleh Korsel untuk merevisi kesepakatan 2015, yang diserang pemerintah konservatif Korsel, akan membuat hubungan kedua negara menjadi "tidak terkendali".</p><p> Korsel tidak akan berusaha untuk merundingkan kembali kesepakatan 2015, meskipun pihaknya gagal memenuhi kebutuhan korban dan menyelesaikan perseteruan tersebut, demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Kang Kyung-wha pada Selasa.</p><p> Namun dirinya mengharapkan Jepang akan melakukan upaya lebih lanjut untuk membantu para wanita Korsel mendapatkan kembali kehormatan dan martabat serta menyembuhkan rasa sakit hati para wanita tersebut. </p><p> Jepang menolak saran apa pun untuk mengambil langkah memperluas kesepakatan 2015. Dalam kesepakatan tersebut, Jepang meminta maaf kepada korban dan memberikan dana sebesar 1 miliar yen (8,8 juta dolar AS) untuk sebuah lembaga dana demi mendukung kehidupan mereka, demikian Reuters. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 21:54 WIB

Jaksa Agung bantah dampingi pembangunan PLTU Riau

Pemilihan Presiden 2019 | 17 Juli 2018 - 21:49 WIB

Prabowo: Masih penjajakan soal koalisi dengan Demokrat

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 21:39 WIB

8 calon jamaah Haji asal Purwakarta gagal berangkat

Ekonomi | 17 Juli 2018 - 21:22 WIB

Penerimaan pajak tumbuh 14,3 persen

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 21:12 WIB

Dinas PP&PA Kabupaten Jayapura gelar sosialisasi pengarusutamaan gender

Ekonomi | 17 Juli 2018 - 20:57 WIB

India minta Indonesia turunkan tarif impor gula

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com