Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Rambu-rambu larangan motor di Thamrin diturunkan hari ini

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2mlgN2u
Sumber foto: http://bit.ly/2mlgN2u
<p>Dinas Perhubungan DKI Jakarta hari ini mulai menurunkan rambu-rambu lalu lintas pelarangan sepeda motor di Jalan M.H. Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, terkait dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Gubernur 195/2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.</p><p>Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat dengan Biro Hukum DKI dan kepolisian, Rabu (10/1), serta langsung menurunkan rambu-rambu lalu lintas yang ada usai rapat dilaksanakan.</p><p>“Setelah itu nanti putusannya seperti apa kita laksanakan tapi yang jelas secepatnya akan kita lakukan pencabutan,” ujar Andri, Selasa (9/1) kemarin, seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>NTMC Polri. </i></p><p>Adapun di lokasi pelarangan sepeda motor saat ini juga sedang dilaksanakan pembangunan berbagai infrastruktur, mulai dari MRT hingga pelebaran trotoar. </p><p>Pihaknya berpikiran positif adanya pencabutan larangan sepeda motor tersebut justru menjadi pecut untuk dapat merealisasikan angkutan umum yang lebih bagus. Selain itu juga agar pihaknya sesegera mungkin mengimplementasikan program OK Otrip secara keseluruhan yang akan di-relaunching uji coba pada 15 Januari mendatang.</p><p>“Kemudian untuk mempercepat pembangunan MRT dan LRT sehingga kapasitas jalan yang kurang bisa disiapkan dengan angkutan umum massal yang baik,” katanya.</p><p>Mau tidak mau, imbuh dia, DKI juga harus mempercepat infrastruktur yang sedang dibangun. Tidak hanya di Sudirman-Thamrin tapi juga di lokasi lain yang sedang melakukan pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pelaksanaan ERP yang juga harus dipercepat.</p><p>“Kami juga harus bisa mengendalikan parkir secara optimal. Kalau kita berbicara pola transportasi makro kan tidak hanya melulu berisi terkait pembatasan sepeda motor tapi ada variabel-variabel lain yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Dinas Perhubungan DKI Jakarta hari ini mulai menurunkan rambu-rambu lalu lintas pelarangan sepeda motor di Jalan M.H. Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, terkait dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Gubernur 195/2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.</p><p>Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat dengan Biro Hukum DKI dan kepolisian, Rabu (10/1), serta langsung menurunkan rambu-rambu lalu lintas yang ada usai rapat dilaksanakan.</p><p>“Setelah itu nanti putusannya seperti apa kita laksanakan tapi yang jelas secepatnya akan kita lakukan pencabutan,” ujar Andri, Selasa (9/1) kemarin, seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>NTMC Polri. </i></p><p>Adapun di lokasi pelarangan sepeda motor saat ini juga sedang dilaksanakan pembangunan berbagai infrastruktur, mulai dari MRT hingga pelebaran trotoar. </p><p>Pihaknya berpikiran positif adanya pencabutan larangan sepeda motor tersebut justru menjadi pecut untuk dapat merealisasikan angkutan umum yang lebih bagus. Selain itu juga agar pihaknya sesegera mungkin mengimplementasikan program OK Otrip secara keseluruhan yang akan di-relaunching uji coba pada 15 Januari mendatang.</p><p>“Kemudian untuk mempercepat pembangunan MRT dan LRT sehingga kapasitas jalan yang kurang bisa disiapkan dengan angkutan umum massal yang baik,” katanya.</p><p>Mau tidak mau, imbuh dia, DKI juga harus mempercepat infrastruktur yang sedang dibangun. Tidak hanya di Sudirman-Thamrin tapi juga di lokasi lain yang sedang melakukan pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pelaksanaan ERP yang juga harus dipercepat.</p><p>“Kami juga harus bisa mengendalikan parkir secara optimal. Kalau kita berbicara pola transportasi makro kan tidak hanya melulu berisi terkait pembatasan sepeda motor tapi ada variabel-variabel lain yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com