Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kerugian akibat banjir bandang Situbondo Rp6,4 miliar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Banjir bandang yang melanda di beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak dan menimbulkan kerugian materi hinga lebih dari Rp6,4 miliar.</p><p> "Dari penghitungan sementara khusus infrastruktur saja seperti jembatan terputus diperkirakan capai Rp6,4 miliar, setelah kami turun ke lapangan ke lokasi dampak bencana," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo di Situbondo, Rabu (10/1).</p><p> Ia menyebutkan, ada 16 titik infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (7/1) sore, di antaranya meliputi kerusakan jembatan, tangkis kali, gorong-gorong, perpipaan (saluran pipa air bersih) serta jalan tertutup lumpur.</p><p> Sedangkan khusus untuk jembatan permanen yang ambrol dan terputus akibat terjangan banjir bandang, katanya, tercatat ada sepuluh jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan terdampak banjir tersebut.</p><p> Jembatan yang terputus akibat banjir ini, lanjut dia, terdapat di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.</p><p> Di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih terdapat empat jembatan putus terseret banjir, sedangkan dua sisanya di Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng dan Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang.</p><p> "Ini masih belum termasuk kerugian lainnya, seperti kerusakan lahan pertanian dan sebagainya yang terdampak. banjir. Semua masih belum dihitung karena kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk data validnya,` katanya.</p><p> Gatot menjelaskan, di beberapa titik bencana berpotensi terjadinya longsor, oleh karena itu sebagai langkah antisipasi DPUPR akan mengirimkan bronjong. Salah satu rawan longsor yang harus dipasangi bronjong di Kecamatan Sumbermalang," katanya.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Banjir bandang yang melanda di beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak dan menimbulkan kerugian materi hinga lebih dari Rp6,4 miliar.</p><p> "Dari penghitungan sementara khusus infrastruktur saja seperti jembatan terputus diperkirakan capai Rp6,4 miliar, setelah kami turun ke lapangan ke lokasi dampak bencana," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo di Situbondo, Rabu (10/1).</p><p> Ia menyebutkan, ada 16 titik infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (7/1) sore, di antaranya meliputi kerusakan jembatan, tangkis kali, gorong-gorong, perpipaan (saluran pipa air bersih) serta jalan tertutup lumpur.</p><p> Sedangkan khusus untuk jembatan permanen yang ambrol dan terputus akibat terjangan banjir bandang, katanya, tercatat ada sepuluh jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan terdampak banjir tersebut.</p><p> Jembatan yang terputus akibat banjir ini, lanjut dia, terdapat di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.</p><p> Di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih terdapat empat jembatan putus terseret banjir, sedangkan dua sisanya di Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng dan Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang.</p><p> "Ini masih belum termasuk kerugian lainnya, seperti kerusakan lahan pertanian dan sebagainya yang terdampak. banjir. Semua masih belum dihitung karena kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk data validnya,` katanya.</p><p> Gatot menjelaskan, di beberapa titik bencana berpotensi terjadinya longsor, oleh karena itu sebagai langkah antisipasi DPUPR akan mengirimkan bronjong. Salah satu rawan longsor yang harus dipasangi bronjong di Kecamatan Sumbermalang," katanya.&nbsp; (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com