Kamis, 19 Juli 2018 | 09:10 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

BPBD Sleman minta masyarakat waspada longsor dan banjir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakatnya di daerah rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan saat turun hujan deras.</p><p> "Jika durasi hujan deras terasa lama, sebaiknya segera mengungsi ke tempat aman," kata kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan, Rabu (10/1).</p><p> Menurut dia, masyarakat diharapkan juga bisa lebih peka dan tanggap dengan tanda-tanda ancaman bencana, karena pada dasarnya perangkat "Early Warning System" (EWS) sebagai penunjang saja.</p><p> "Lebih utama dan penting itu kewaspadaan dari masyarakat, masing-masing harus lebih tanggap dengan keadaan sekitarnya," katanya.</p><p> Ia mengatakan, untuk itu diharapkan agar masyarakat terutama di perbukitan Kecamatan Prambanan agar meningkatkan kewaspadaannya.</p><p> "Masyarakat juga harus mewaspadai ancaman banjir luapan sungai saat memasuki musim hujan. Selain sungai yang berhulu di Gunung Merapi, sungai kecil juga perlu diwaspadai potensi bencananya," katanya.</p><p> Makwan mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya banjir atau limpahan air dari sungai saat musim hujan ini. Terutama, jika terjadi hujan lebat di wilayah hulu namun terang benderang di wilayah aliran hilir.</p><p> "Kondisi ini bisa memunculkan terjadinya peningkatan debit air di kawasan hilir secara mendadak. Air bisa meluap dan menggenangi sekitar bantaran sungai. Ketika musim hujan seperti ini, masyarakat sebaiknya tidak banyak beraktivitas di sekitar alur sungai," katanya.</p><p> Ia mengatakan, hal tersebut rawan terjadi untuk sungai-sungai kecil yang alirannya melewati areal pemukiman warga, karena air hujan tidak terserap ke tanah dan langsung terbuang ke sungai.</p><p> "Jika curah hujan tinggi dan debit air meningkat sementara daya tampung sungai terbatas, air bisa meluap dan berpotensi membanjiri pemukiman," katanya.</p><p> Kondisi serupa, kata dia, juga berpotensi terjadi di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti Sungai Opak, Kuning, Gendol, Boyong dan Krasak.</p><p> "Namun untuk potensi banjir lahar hujan terbilang kecil mengingat struktur badan sungai saat ini masih banyak palung-palung dalam bekas penambangan pasir. Jika hujan deras terjadi di wilayah atas, aliran air yang biasanya juga disertai material akan mengisi palung-palung itu terlebih dulu," katanya.</p><p> Ia mengimbau masyarawakat bersikap waspada. Yang sebelumnya pernah ada luapan, harus waspada. Potensi longsor selama musim hujan ini juga perlu diperhatikan.</p><p> "Wilayah yang rawan longsor antara lain di Prambanan dan area Sleman Timur," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 19 Juli 2018 - 08:57 WIB

Iran akan percanggih sekitar 800 tank

Hankam | 19 Juli 2018 - 08:46 WIB

BNPT: Sekarang teroris bisa sasar apa dan siapa saja

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 08:35 WIB

Jamaah calon haji Pekanbaru kedapatan membawa benda tajam

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 08:27 WIB

Pengamat: Prabowo harus berhati-hati tentukan cawapres

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 08:14 WIB

Boediono dan Todung dihadirkan dalam sidang Syafruddin Temenggung

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com