Rabu, 18 Juli 2018 | 17:49 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

KPK panggil Yasonna Laoly sebagai saksi kasus KTP-el

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Sumber Foto:  http://bit.ly/2Er5Wuw
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Sumber Foto: http://bit.ly/2Er5Wuw
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dalam penyidikan kasus korupsi dalam pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-el).</p><p>Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (10/1), mengatakan Yasonna akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo, Direktur Utama PT Quadra Solution, anggota konsorsium perusahaan pelaksana proyek KTP elektronik.</p><p> Sebelumnya Yasonna sempat menanggapi pernyataan kuasa hukum Setya Novanto, yang setelah pembacaan dakwaan kliennya mempermasalahkan adanya nama-nama seperti Yasonna Laoly serta&nbsp; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang tidak ada lagi dalam dakwaan perkara KTP-el.</p><p> "Pokoknya kami serahkan ke profesional. Aman lah itu," kata Yasonna di sela acara Refleksi Akhir Tahun 2017 Kementerian Hukum dan HAM di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (20/12/2017). </p><p>"Sudah. Kalau kita tidak melakukan sesuatu kau harus percaya itu aman," kata Yasonna, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.</p><p>Dalam dakwaan terhadap mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto, Yasonna, Ganjar dan Olly disebut menerima aliran dana proyek KTP-el, yang nilainya Rp5,95 triliun.</p><p>Menurut dakwaan terhadap kedua mantan pejabat itu, Olly, mantan Wakil Ketua Banggar DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan yang saat ini menjabat Gubernur Sulawesi Utara, menerima sejumlah 1,2 juta dolar AS.</p><p>Sementara Ganjar, saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR dari fraksi PDI-Perjuangan, disebut menerima 520 ribu dolar AS, dan Yasonna disebut menerima 84 ribu dolar AS saat menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran DPR. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 17:33 WIB

Seorang pria tewas tertabrak KA Parahyangan di Purwakarta

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 17:24 WIB

Presiden minta Zohri tingkatkan prestasi

Megapolitan | 18 Juli 2018 - 16:47 WIB

Rekayasa tol dalam kota tentukan kelancaran Asian Games 2018

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 16:37 WIB

Temuan senpi ilegal di Morowali, ini tanggapan Komisi I DPR RI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com