Sabtu, 22 September 2018 | 01:40 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

/

Waspadai hoax dan isu SARA di tahun politik, ini yang bisa dilakukan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2C1tUiq
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2C1tUiq
<p>Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai hoax atau berita palsu dan narasi kekerasan berbau SARA yang berseliweran pada tahun politik 2018 dan 2019.</p><p>Hal itu dikatakan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Dr Hendri Satrio di Jakarta, Selasa (9/1).</p><p>"Kuncinya adalah selektif dalam menilai setiap pesan yang beredar dan dewasa dalam menyikapi pesan yang beredar," kata Hendri. </p><p>Menurutnya, hoax dan narasi kekerasan itu sulit dihindari di tengah "booming" sosial media (sosmed) dan teknologi informasi. </p><p>Karena itu, lanjut Hendri, semua pihak harus benar-benar memiliki pengetahuan sebagai benteng untuk memberantas hoax dan narasi kekerasan tersebut.</p><p>"Memberantas hox itu sebetulnya mudah, cukup kita melakukan cek dan cek ulang terhadap setiap informasi yang janggal atau memiliki citra negatif. Bila hal ini terbiasa kita lakukan, hoax otomatis bisa kita diatasi," ujar Hendri.</p><p>Begitu juga dengan narasi kekerasan, kata Hendri, untuk meredamnya masyarakat harus mampu menahan diri dari pengaruh buruk media massa dan medsos. Setiap individu pemilik akun media sosial dituntut dewasa dalam mengelola pesan yang diterima maupun yang hendak disebarkan.</p><p>"Budaya instan tidak boleh digunakan pada era keterbukaan informasi. Semua informasi harus disaring dan ditelaah sebelum disimpulkan. Selain itu, kebiasaan menyebarkan atau meneruskan berita negatif atas dasar eksistensi atau biar eksis juga harus dihilangkan," katanya.</p><p>Menurut dia, ketegangan berbau SARA yang terjadi pada Pilkada DKI lalu harus benar-benar menjadi pelajaran dan hendaknya tidak terulang pada Pilkada serentak di 171 daerah tahun ini dan pada Pemilu Presiden tahun depan.</p><p>"Demokrasi memang masuk ke ranah baru, era medsos. Perdebatan di medsos dipersilakan selama menggunakan informasi yang benar dan tidak menggunakan isu SARA," kata pria yang juga aktif di Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini, dikutip <i>Antara</i>.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 22 September 2018 - 00:01 WIB

Merpati Nusantara Airlines pecah ban di Bali

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 22:07 WIB

Relawan Buruh Sahabat Jokowi dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Kriminalitas | 21 September 2018 - 21:33 WIB

Polisi amankan 12 pelaku curanmor di Bojonegoro

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 21:25 WIB

Tolak kekerasan di Bengkulu, HMI geruduk DPRD Malang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com