Kamis, 18 Januari 2018

Waspadai hoax dan isu SARA di tahun politik, ini yang bisa dilakukan

Rabu, 10 Januari 2018 11:02

Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2C1tUiq Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2C1tUiq
Ayo berbagi!

Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai hoax atau berita palsu dan narasi kekerasan berbau SARA yang berseliweran pada tahun politik 2018 dan 2019.

Hal itu dikatakan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Dr Hendri Satrio di Jakarta, Selasa (9/1).

"Kuncinya adalah selektif dalam menilai setiap pesan yang beredar dan dewasa dalam menyikapi pesan yang beredar," kata Hendri.

Menurutnya, hoax dan narasi kekerasan itu sulit dihindari di tengah "booming" sosial media (sosmed) dan teknologi informasi.

Karena itu, lanjut Hendri, semua pihak harus benar-benar memiliki pengetahuan sebagai benteng untuk memberantas hoax dan narasi kekerasan tersebut.

"Memberantas hox itu sebetulnya mudah, cukup kita melakukan cek dan cek ulang terhadap setiap informasi yang janggal atau memiliki citra negatif. Bila hal ini terbiasa kita lakukan, hoax otomatis bisa kita diatasi," ujar Hendri.

Begitu juga dengan narasi kekerasan, kata Hendri, untuk meredamnya masyarakat harus mampu menahan diri dari pengaruh buruk media massa dan medsos. Setiap individu pemilik akun media sosial dituntut dewasa dalam mengelola pesan yang diterima maupun yang hendak disebarkan.

"Budaya instan tidak boleh digunakan pada era keterbukaan informasi. Semua informasi harus disaring dan ditelaah sebelum disimpulkan. Selain itu, kebiasaan menyebarkan atau meneruskan berita negatif atas dasar eksistensi atau biar eksis juga harus dihilangkan," katanya.

Menurut dia, ketegangan berbau SARA yang terjadi pada Pilkada DKI lalu harus benar-benar menjadi pelajaran dan hendaknya tidak terulang pada Pilkada serentak di 171 daerah tahun ini dan pada Pemilu Presiden tahun depan.

"Demokrasi memang masuk ke ranah baru, era medsos. Perdebatan di medsos dipersilakan selama menggunakan informasi yang benar dan tidak menggunakan isu SARA," kata pria yang juga aktif di Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini, dikutip Antara.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar