Senin, 22 Januari 2018

BPBD: Waspadai guguran panas dan lahar dingin Semeru

Rabu, 10 Januari 2018 15:56

Sumber foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta Sumber foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengingatkan masyarakat yang ada di lereng Gunung Semeru dan bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan adanya bahaya Semeru atau aktivitas dapur magma atau curah hujan yang masih tinggi di sekitar puncak.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik (PKL) BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Rabu (10/1) mengatakan, dari hasil pengamatan yang diterima dari pos pantau di Gunung Sawur, meteorologi cuaca cerah berawan, angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 22-23 °C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Pengamatan visual gunung terlihat jelas, asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 1-300 M di atas kawah puncak. Teramati letusan asap satu kali, tinggi asap 300 meter di atas bibir kawah, tekanan gas sedang dan asap condong ke arah barat.

Kegempaan tercatat letusan jumlah 70, Amplitudo 10-16 mm dengan durasi 35-60 detik. Guguran jumlah 8, amplitudo 2-9 mm, durasi 25-70 detik. Hembusan jumlah 8, amplitudo 4-9 mm, durasi 35-50 detik. Vulkanik dalam jumlah 2, amplitudo 10-23 mm, S-P : 1-25 detik, Durasi : 15-24 detik. Getaran banjir atau lahar hujan terekam 1 kali dengan amplitudo 18 mm, durasi 9420 detik.

"Hasil rekam laporan yang diterima disimpulkan tingkat aktivitas Semeru Level II (Waspada)," ungkap Wawan. 

Status Gunung Semeru Waspada disarankan pendakian sampai Kalimati untuk masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas 4 km dari puncak, dikhawatirkan awan panas yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Bagi masyarakat yang bermukim di dekat bantaran Sungai Besok Bang, kembar, kobokan dan Besok Sat harus selalu waspada terhadap bahaya banjir, dikhawatirkan di puncak terjadi hujan lebat.

Wawan Hadi mengingatkan, pada tanggal 6 Januari pukul 17:42 WIB teramati awan panas dengan guguran sejauh 1,5 Km ke arah Besuk Sat dan Besuk Bang, dari itu masyarakat diminta tetap selalu waspada potensi bencana yang ada di Semeru.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar