Sabtu, 20 Januari 2018

Salah ukur tinggi badan, astronaut Jepang minta maaf

Rabu, 10 Januari 2018 15:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Norishige Kanai
Reuters
Norishige Kanai (kiri) saat ini sedang menjalani misi luar angkasa berdurasi enam bulan.

Astronaut asal Jepang, Norishige Kanai, meminta maaf karena menyebut tubuhnya bertambah tinggi sembilan sentimeter sejak tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sekitar tiga pekan lalu.

Kanai mengatakan, ia sebenarnya hanya meninggi dua sentimeter. Ia mengaku telah salah mengukur tinggi badannya.

"Saya sungguh meminta maaf karena mencuitkan berita bohong," tulis Kanai dalam bahasa Jepang di akun Twitter miliknya.

Kesalahan pengukuran Kanai sempat menarik perhatian para pengguna media sosial.

Sebelumnya, Kanai mengunggah status, "Selamat pagi semuanya, saya mempunyai pengumuman besar hari ini. Kami telah mengukur tinggi badan setelah tiba di luar luar angkasa, dan wow, wow, wow, saya bertambah tinggi setidaknya sembilan sentimeter!

"Saya bertumbuh seperti tumbuhan hanya dalam tiga minggu. Hal ini tidak pernah terjadi sejak SMA. Saya khawatir kalau tubuh saya tidak muat di kursi Soyuz saat harus kembali ke bumi."

Selama di luar angkasa, tubuh para astronaut pada umumnya bertambah tinggi antara dua hingga lima sentimeter.

Fenomena itu terjadi karena ketiadaan gravitasi yang menyebabkan tulang punggung memanjang.

Norishige Kanai
AFP
Kanai dan dua koleganya melambaikan salam ke publik sebelum terbang ke luar angkasa dari Kazakhstan, 17 Desember 2017.

Tak lama setelah mencuitkan kenaikan tinggi badannya, Kanai kembali bercuit, bahwa komandan ISS asal Rusia, Anton Shkaplerov, tidak percaya soal tinggi badannya yang melonjak drastis.

"Jadi saya segera mengukur ulang dan angka yang saya dapatkan 182 sentimeter. Ada kenaikan dua sentimeter dibandingkan saat saya di bumi."

"Jadi apakah terjadi salah pengukuran? Namun sepertinya banyak orang telah membicarakan hal ini.

"Saya tidak memiliki penyakit punggung dan sebenarnya rasa sakit saya di sekitar leher dan bahu telah hilang, jadi saya ragu saya meninggi sembilan sentimeter.

"Komandan pesawat Shkaplerov pasti bisa memberikan masukan untuk keraguan ini. Dia adalah astronaut berpengalaman," kata Kanai.

Belakangan, Kanai berkata merasa lebih tenang soal urusan tinggi badan itu. "Tubuh saya mungkin bisa muat ke Soyuz saat harus kembali ke bumi."

Pesawat ulang alik Soyuz yang akan membawa para astronaut itu kembali ke bumi memiliki tinggi bangku yang terbatas. Tubuh yang terlalu tinggi bisa menjadi persoalan bagi astronaut yang hendak menumpang Soyuz.

Astronaut memang bisa bertambah tinggi di luar angkasa. Namun tubuh mereka akan kembali normal ketika mereka telah tiba di bumi.

Program yang sedang dijalani Kanai merupakan misi luar angkasa pertamanya. Sebelum ini, Kanai bekerja sebagai juru medis bagi penyelam Angkatan Laut Jepang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar