Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

BNPB: Banyak masyarakat Gunung Agung yang tidak mengungsi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2mdIp8V
Sumber foto: http://bit.ly/2mdIp8V
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masih banyak masyarakat di sekitar Gunung Agung Bali yang memilih tidak mengungsi.</p><p>"Dari 190 ribu penduduk yang tinggal pada radius berbahaya delapan kilometer hingga 10 kilometer, hanya 70 ribu yang mengungsi. Itu berarti ada 100 ribu lebih yang tetap tinggal," kata Sutopo dihubungi di Jakarta, Rabu (10/1).</p><p>Sutopo mengatakan sebaiknya memang radius yang dinyatakan berbahaya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dikosongkan. Namun, bila hanya tinggal di pengungsian, masyarakat bisa kehilangan penghidupannya.</p><p>Apalagi, sifat masyarakat itu tidak suka "menengadahkan tangan" menunggu bantuan. Jadi, daripada terbatas tinggal di pengungsian, mereka tetap memilih bekerja dengan bertani atau beternak di rumahnya.</p><p>"Mereka tidak mau mengungsi karena sudah lama tinggal di situ. Mereka percaya tempat tinggalnya aman sehingga ingin menjaga ternak, rumah dan lahan pertaniannya. Selain itu, mereka juga memiliki keyakinan Gunung Agung tidak akan melukai mereka," tuturnya.</p><p>Sutopo mengatakan letusan besar terakhir dari Gunung Agung terjadi pada 1963. Aktivitas vulkanik beberapa waktu belakangan tidak akan menyebabkan letusan sebesar 1963 karena energi yang ditunjukkan tidak sebesar saat itu.</p><p>Selain itu, Gunung Agung juga diperkirakan tidak akan mengeluarkan awan panas, momok yang paling berbahaya dari sebuah letusan gunung berapi. Pasalnya, kawah Gunung Agung baru terisi sepertiga.</p><p>"Kalau lava sudah mulai meluber dari kawah, baru akan terbentuk awan panas," ujarnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 23 Oktober 2018 - 09:16 WIB

MUI minta jangan terprovokasi pembakaran mirip bendera HTI

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masih banyak masyarakat di sekitar Gunung Agung Bali yang memilih tidak mengungsi.</p><p>"Dari 190 ribu penduduk yang tinggal pada radius berbahaya delapan kilometer hingga 10 kilometer, hanya 70 ribu yang mengungsi. Itu berarti ada 100 ribu lebih yang tetap tinggal," kata Sutopo dihubungi di Jakarta, Rabu (10/1).</p><p>Sutopo mengatakan sebaiknya memang radius yang dinyatakan berbahaya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dikosongkan. Namun, bila hanya tinggal di pengungsian, masyarakat bisa kehilangan penghidupannya.</p><p>Apalagi, sifat masyarakat itu tidak suka "menengadahkan tangan" menunggu bantuan. Jadi, daripada terbatas tinggal di pengungsian, mereka tetap memilih bekerja dengan bertani atau beternak di rumahnya.</p><p>"Mereka tidak mau mengungsi karena sudah lama tinggal di situ. Mereka percaya tempat tinggalnya aman sehingga ingin menjaga ternak, rumah dan lahan pertaniannya. Selain itu, mereka juga memiliki keyakinan Gunung Agung tidak akan melukai mereka," tuturnya.</p><p>Sutopo mengatakan letusan besar terakhir dari Gunung Agung terjadi pada 1963. Aktivitas vulkanik beberapa waktu belakangan tidak akan menyebabkan letusan sebesar 1963 karena energi yang ditunjukkan tidak sebesar saat itu.</p><p>Selain itu, Gunung Agung juga diperkirakan tidak akan mengeluarkan awan panas, momok yang paling berbahaya dari sebuah letusan gunung berapi. Pasalnya, kawah Gunung Agung baru terisi sepertiga.</p><p>"Kalau lava sudah mulai meluber dari kawah, baru akan terbentuk awan panas," ujarnya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com