Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pilkada Purwakarta 2018

Ketua DPC Partai Hanura mengaku tidak mengetahui adanya SK ganda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
<p>Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, R Priyatna Kusumah mengaku tidak mengetahui adanya SK ganda Partai Hanura yang mengusung dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Purwakarta yang beredar pada hari terakhir pendaftaran ke KPUD Purwakarta.</p><p>Surat rekomendasi yang beredar itu pertama mengusung Ane Ratna Mustika (istri Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi) sebagai calon bupati berpasangan dengan H Aming sebagai wakilnya.</p><p>Sementara pada rekomendasi kedua mengusung Rustandie sebagai calon Bupati Purwakarta berpasangan dengan Dikdik Sukardi sebagai wakilnya.</p><p>Meskipun sama-sama ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Septa, namun ada perbedaan di tanda tangan.</p><p>Rekomendasi yang pertama ada tanda tangan Sekjen DPP Partai Hanura Sarifudin Suding, ditandatangani 7 Januari 2018, sementara yang kedua ditandatangani Wasekjen DPP Partai Hanura, Beny Tamara pada 9 Januari 2018.</p><p>Ketua DPC Partai Hanura, R Priyatna Kusumah kepada <i><strong>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy </strong></i>mengatakan, bahwa dengan beredarnya SK ganda di media sosial, dirinya tidak mengetahui karena pihaknya hanya mengusung satu pasangan calon, yaitu Ane Ratna Mustika dengan H Aming, dan itu berdasarkan SK yang diterima langsung dari DPP pada 7 Januari 2018 dengan Nomor: SKEP/B/045/DPP Hanura/1/ 2018 tentang calon bupati dan wakil bupati, dengan ditempuh melalui sejumlah tahapan. "Terkait SK ganda semuanya kami.serahkan terhadap KPU dan kami hanya mengerjakan tugas sebagai Ketua DPC Partai Hanura," tegas Supriyatna.</p><p>Sementara menurut Ketua KPUD Kabupaten Purwakarta, Ramlan Maulana, terkait adanya SK ganda Partai Hanura yang mengusung dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta, tidak mau memberikan keterangan apapun karena menurutnya bukan ranah KPU, namun yang jelas pihaknya sudah menerima pendaftar pasangan calon yang diusung oleh enam partai politik, yaitu Ane-Aming.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, R Priyatna Kusumah mengaku tidak mengetahui adanya SK ganda Partai Hanura yang mengusung dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Purwakarta yang beredar pada hari terakhir pendaftaran ke KPUD Purwakarta.</p><p>Surat rekomendasi yang beredar itu pertama mengusung Ane Ratna Mustika (istri Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi) sebagai calon bupati berpasangan dengan H Aming sebagai wakilnya.</p><p>Sementara pada rekomendasi kedua mengusung Rustandie sebagai calon Bupati Purwakarta berpasangan dengan Dikdik Sukardi sebagai wakilnya.</p><p>Meskipun sama-sama ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Septa, namun ada perbedaan di tanda tangan.</p><p>Rekomendasi yang pertama ada tanda tangan Sekjen DPP Partai Hanura Sarifudin Suding, ditandatangani 7 Januari 2018, sementara yang kedua ditandatangani Wasekjen DPP Partai Hanura, Beny Tamara pada 9 Januari 2018.</p><p>Ketua DPC Partai Hanura, R Priyatna Kusumah kepada <i><strong>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy </strong></i>mengatakan, bahwa dengan beredarnya SK ganda di media sosial, dirinya tidak mengetahui karena pihaknya hanya mengusung satu pasangan calon, yaitu Ane Ratna Mustika dengan H Aming, dan itu berdasarkan SK yang diterima langsung dari DPP pada 7 Januari 2018 dengan Nomor: SKEP/B/045/DPP Hanura/1/ 2018 tentang calon bupati dan wakil bupati, dengan ditempuh melalui sejumlah tahapan. "Terkait SK ganda semuanya kami.serahkan terhadap KPU dan kami hanya mengerjakan tugas sebagai Ketua DPC Partai Hanura," tegas Supriyatna.</p><p>Sementara menurut Ketua KPUD Kabupaten Purwakarta, Ramlan Maulana, terkait adanya SK ganda Partai Hanura yang mengusung dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta, tidak mau memberikan keterangan apapun karena menurutnya bukan ranah KPU, namun yang jelas pihaknya sudah menerima pendaftar pasangan calon yang diusung oleh enam partai politik, yaitu Ane-Aming.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com