Kamis, 21 Juni 2018 | 05:51 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Auditor BPK sudah tahu 'diincar' KPK

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Auditor BPK Yudi Ayodya. Sumber foto: http://bit.ly/2D0KY8E
Auditor BPK Yudi Ayodya. Sumber foto: http://bit.ly/2D0KY8E
<p>Auditor BPK Yudi Ayodya mengetahui bahwa rekannya sudah diincar oleh KPK sebelum Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap rekan-rekannya yakni Ali Sadli dan Rochmadi Saptogiri.</p><p>Ali Sadli adalah Kepala Sub Auditorat III B.2 Auditor Utama Keuangan (AKN) III BPK RI merangkap sebagai pelaksana tugas kepala Auditorat III B pada AKN III BPK sedangkan Rochmadi Saptogiri adalah Auditor Utama Keuangan Negara III BPK, keduanya didakwa menerima suap, gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang.</p><p>Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menunjukkan pembicaraan antara Yudi Ayodya dan Apriyadi Malik dari pihak swasta yang merupakan tetangga Ali dan Rochmadi di Bintaro yang kerap datang ke kantor Ali dan Rochmadi.</p><p>Pembicaraan terjadi pada 26 Mei 2017, hari yang sama saat Ali Sadli dan Rochmadi diamankan dalam OTT KPK terhadap keduanya.</p><p>Yudi: Dia tuh sebenarnya kelihatannya dia mau ngincer Rochmadi</p><p>Yaya: iya</p><p>Yudi: ya kan</p><p>Yaya: hmm</p><p>Yudi: cuma kan akhirnya kontak-kontakan terus sama pak Ali tuh</p><p>Yaya: iya</p><p>Yudi: hmmm</p><p>Yaya: iya kenapa jadi dia yang kena</p><p>Yudi: hmmm</p><p>Yaya: iya kenapa jadi dia yang kena Allahu Akbar deh</p><p>Yudi: hmm</p><p>Yaya: Ali ngambil punya Rochmadi kali ye tuh ye</p><p>Yudi: kagak&nbsp;</p><p>Yaya: mau ngasih ke sana?</p><p>Yudi: gua nggak tahu, iya kayaknya tuh yang irjen kan mau ngasih buat itu kan?&nbsp;</p><p>Yaya: iya</p><p>Yudi: hmm</p><p>Yaya: iya iya bisa jadi</p><p>Yudi: gua nggak tahu dah</p><p>Yaya: hah?</p><p>Yudi: lagi rame</p><p>Yaya: terus</p><p>Yudi: iya jadi di itu in itu kan apa WTP tuh</p><p>Yaya: he eh&nbsp;</p><p>Yudi: iya itu tapi WTPnya kata si Anam, agak ini nih</p><p>Yaya: hah?</p><p>Yudi: si Anam kan lagi agak ini kan</p><p>Yaya: agak apa?</p><p>Yudi: rame di sana&nbsp;</p><p>Yaya: oh Anam&nbsp;</p><p>Yudi: iya jadi tadi gua ketemu temen gua&nbsp;</p><p>"Maksudnya itu ngambil punya Rochmadi apa Pak?" tanya jaksa penuntut umum KPK Takdir Suhan.</p><p>"Tidak tahu Pak, saya hanya bicara saja," kata Yaya berkilah.</p><p>"Lantas mengenai mengincar itu maksudnya apa?" tanya jaksa.</p><p>"Tidak tahu, lupa pak," jawab Yaya.</p><p>Dalam perkara ini, Rochmadi didakwa dengan empat dakwaan.</p><p>Dakwaan pertama, Rochmadi didakwa bersama-sama dengan anak buahnya auditor BPK Ali Sadli menerima suap Rp240 juta dari Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sugito agar laporan keuangan Kemendes PDTT tahun 2016 mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).</p><p>Uang diberikan secara bertahao yaitu pada 10 Mei 2017 dan pada 26 Mei 2017 melalui Ali Sadli yang bersumber dari urunan para eselon 1 Kemendes PDTT.</p><p>Dakwaan kedua adalah Rochmadi diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,5 miliar, ketiga melakukan tindak pidana pencucian aktif berupa pembelian tanah tanah kavling seluas 329 meter persegi di Bintaro senilai Rp3,5 miliar dan keempat Rochmadi didakwa pencucian uang pasif berupa penerimaan 1 unit mobil merk Honda tipe Odyssey dari Ali Sadli.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com