Minggu, 22 April 2018

Polisi identifikasi kecurangan yang bakal terjadi di Pilkada

Rabu, 10 Januari 2018 20:47

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul . Sumber foto: http://bit.ly/2mmk0Pm Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul . Sumber foto: http://bit.ly/2mmk0Pm
Ayo berbagi!

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan bahwa polisi mengidentifikasi sejumlah kecurangan yang kemungkinan terjadi dalam Pilkada Serentak 2018.

"Ada enam hal kecurangan yang diwaspadai oleh Polri dalam rangkaian Pilkada," kata Kombes Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/1).

Ia merinci, sejumlah kecurangan tersebut, pertama yakni intimidasi, contohnya dengan membuat pemilih takut untuk memilih, tidak mau datang ke TPS.

Kedua, distruption, dengan menimbulkan gangguan-gangguan sehingga menciptakan situasi tidak kondusif saat pemungutan suara.

Ketiga, missinformation, dengan menyebarkan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Keempat, registration fraud, dengan memanipulasi data sehingga pemilih tidak memiliki hak untuk memilih.

Kelima, vote buying, contohnya `serangan` fajar. Dan terakhir, ujaran kebencian.?

Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi dalam Pilkada 2018. Jumlah daerah yang akan ikut pilkada mendatang akan lebih banyak dibandingkan Pilkada 2017, yang hanya diikuti 101 daerah.

171 daerah tersebut terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten di Indonesia.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar