Senin, 24 September 2018 | 03:56 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Polri: Permohonan praperadilan Gunawan Yusuf keliru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AbQwIQ
Sumber foto: http://bit.ly/2AbQwIQ
<p>Pihak Mabes Polri menilai permohonan gugatan praperadilan Gunawan Jusuf dan M Fauzi Thoha ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penyidikan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dittipidum Bareskrim) keliru.</p><p>"Jadi gugatan yang diajukan pemohon (Gunawan dan Fauzi) mendalilkan pembatalan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) agar tidak dilakukan tuntutan hukum," kata Advokat Utama Divisi Hukum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Veris Septiansyah di Jakarta Rabu.</p><p>Veris mengatakan tim pembela hukum Gunawan dan Fauzi seharusnya mengerti pemahaman soal Pasal 77 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tentang obyek praperadilan.</p><p>Veris menjelaskan awal kronologis kasus Gunawan dan Fauzi itu terkait dugaan kasus sengketa lahan di Lampung yang dilaporkan Walfrid Hot Patar S ke Bareskrim Mabes Polri berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/369/IV/2017/Bareskrim tertanggal 7 April 2017.</p><p>Selanjutnya, penyidik Bareskrim menyelidiki dan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan lanjutan Nomor: SP.Sidik/896 Subdit I/VI/2017/Dit Tipidum tertanggal 22 Juni 2017.</p><p>Veris mengungkapkan penyidik belum menetapkan tersangka terhadap penyidikan laporan itu, bahkan Gunawan dan Fauzi masih berstatus saksi terlapor dugaan penggelapan.</p><p>"Makanya sedikit aneh kenapa diajukan praperadilan padahal belum ada penetapan tersangka," ujar Veris.</p><p>Namun Veris menegaskan Polri siap menghadapi gugatan praperadilan yang dimohonkan Gunawan dan Fauzi, bahkan jawaban dari termohon atau penyidik Polri telah diserahkan kepada hakim.</p><p>Veris juga menegaskan tidak dapat menjelaskan pokok perkara karena masuk ranah proses penyidikan kasus yang dapat menguntungkan pihak lawan atau pemohon.</p><p>Sementara itu, hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Effendi Mukhtar menyatakan agenda sidang lanjutan praperadilan mengenai jawaban dari pihak termohon Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.</p><p>Kemudian, sidang lanjutan masuk agenda pembuktian dari pihak pemohon dan termohon pada Kamis (11/1) dilanjutkan agenda saksi atau ahli pada Jumat (12/1) dan sidang kesimpulan pada Senin (15/1) yang diakhiri sidang putusan pada Selasa (16/1).(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com