Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Hari terakhir, 2 Paslon Cabup-Cawabup Kudus daftar ke KPU

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
<p>Sejak dibuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Jawa Tengah periode 2018-2023, dari tanggal 8-10 Januari 2018, terdaftar lima Pasangan Calon (Paslon) yang mendaftar untuk maju dalam bursa Pilbup Kudus. Sebab hari terakhir pendaftaran ada dua Paslon yang mendaftar ke Kantor KPU Kabupaten Kudus.</p><p>Masing-masing Paslon Muhammad Tamzil-Hartopo yang diusung PKB, PPP dan Hanura, serta Paslon yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PBB yakni Sri Hartini-Setya Budi Wibowo.&nbsp;</p><p>Kedua Paslon mendatangi Kantor KPU Kabupaten Kudus secara bergantian, Paslon Muhammad Tamzil-Hartopo datang dengan berjalan kaki diiringi rebana sekitar pukul 11.00 WIB, dan pasangan Sri Hartini-Setya Budi Wibowo datang diarak oleh pendukung dengan mengendarai dokar pukul 15.00 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh semua komisioner KPU Kabupaten Kudus.&nbsp;</p><p>Ketua KPU Kudus, Muh Khanafi mengatakan, Paslon Muhammad Tamzil-Hartopo dari hasil penelitian untuk syarat pencalonan dokumen ada semua, baik rekomendasi dari DPP, partai pengusung, persetujuan partai politik, hingga visi misi ada, serta syarat pencalonan sembilan kursi juga ada.&nbsp;</p><p>"12 kursi sudah dikantongi, sehingga telah memenuhi syarat pencalonan," katanya disela-sela kegiatan penerimaan Cabup-Cawabup Kudus, Rabu (10/1), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.</p><p>Khanafi menambah, untuk Paslon kedua yang mendaftar hari ini, Sri Hartini-Setya Budi Wibowo juga dinyatakan hal yang sama, yakni syarat calon dari masing-masing sebagian masih dalam proses, seperti hak pilih tidak dalam keadaan dicabut, catatan utang yang merugikan negara, pajak lima tahun, dan lainnya. Adapun syarat pencalonan juga ada.</p><p>"Karena sudah ada dokumen syarat pencalonan, maka kita kasih tanda terima, sekaligus kita serahkan surat pengantar pemeriksaan kesehatan di RSUP Karyadi Semarang pada tanggak 12-13 Januari 2018," ujarnya.</p><p>Salah satu Cabup Kudus Muhammad Tamzil mengatakan, hari bersama pasangan mendaftar ke KPU Kabupaten Kudus untuk maju dalam bursa Pilbup Kudus. Pihaknya diusung tiga Parpol yang mana rekomendasi terakhir diterima hari Selasa malam adalah dari Partai Hanura.&nbsp;</p><p>"Kami ingin kembali menata Kabupaten Kudus menjadikan Kudus cerdas, modern dan religius," ujarnya.</p><p>Senada diungkapkan Cabup Sri Hartini yang merupakan satu-satunya perempuan dalam pertarungan Pilkada Kudus, ada beberapa program unggulan yang akan diusung untuk memajukan Kabupaten Kudus.</p><p>Sementara itu adanya rumor terkait pemimpin perempuan, dirinya menganggap tidak masalah asal perempuan tersebut berkompeten, karena masyarakat Kudus sudah cerdas dalam memilih dan tidak membedakan gender.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p>Sejak dibuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Jawa Tengah periode 2018-2023, dari tanggal 8-10 Januari 2018, terdaftar lima Pasangan Calon (Paslon) yang mendaftar untuk maju dalam bursa Pilbup Kudus. Sebab hari terakhir pendaftaran ada dua Paslon yang mendaftar ke Kantor KPU Kabupaten Kudus.</p><p>Masing-masing Paslon Muhammad Tamzil-Hartopo yang diusung PKB, PPP dan Hanura, serta Paslon yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PBB yakni Sri Hartini-Setya Budi Wibowo.&nbsp;</p><p>Kedua Paslon mendatangi Kantor KPU Kabupaten Kudus secara bergantian, Paslon Muhammad Tamzil-Hartopo datang dengan berjalan kaki diiringi rebana sekitar pukul 11.00 WIB, dan pasangan Sri Hartini-Setya Budi Wibowo datang diarak oleh pendukung dengan mengendarai dokar pukul 15.00 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh semua komisioner KPU Kabupaten Kudus.&nbsp;</p><p>Ketua KPU Kudus, Muh Khanafi mengatakan, Paslon Muhammad Tamzil-Hartopo dari hasil penelitian untuk syarat pencalonan dokumen ada semua, baik rekomendasi dari DPP, partai pengusung, persetujuan partai politik, hingga visi misi ada, serta syarat pencalonan sembilan kursi juga ada.&nbsp;</p><p>"12 kursi sudah dikantongi, sehingga telah memenuhi syarat pencalonan," katanya disela-sela kegiatan penerimaan Cabup-Cawabup Kudus, Rabu (10/1), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.</p><p>Khanafi menambah, untuk Paslon kedua yang mendaftar hari ini, Sri Hartini-Setya Budi Wibowo juga dinyatakan hal yang sama, yakni syarat calon dari masing-masing sebagian masih dalam proses, seperti hak pilih tidak dalam keadaan dicabut, catatan utang yang merugikan negara, pajak lima tahun, dan lainnya. Adapun syarat pencalonan juga ada.</p><p>"Karena sudah ada dokumen syarat pencalonan, maka kita kasih tanda terima, sekaligus kita serahkan surat pengantar pemeriksaan kesehatan di RSUP Karyadi Semarang pada tanggak 12-13 Januari 2018," ujarnya.</p><p>Salah satu Cabup Kudus Muhammad Tamzil mengatakan, hari bersama pasangan mendaftar ke KPU Kabupaten Kudus untuk maju dalam bursa Pilbup Kudus. Pihaknya diusung tiga Parpol yang mana rekomendasi terakhir diterima hari Selasa malam adalah dari Partai Hanura.&nbsp;</p><p>"Kami ingin kembali menata Kabupaten Kudus menjadikan Kudus cerdas, modern dan religius," ujarnya.</p><p>Senada diungkapkan Cabup Sri Hartini yang merupakan satu-satunya perempuan dalam pertarungan Pilkada Kudus, ada beberapa program unggulan yang akan diusung untuk memajukan Kabupaten Kudus.</p><p>Sementara itu adanya rumor terkait pemimpin perempuan, dirinya menganggap tidak masalah asal perempuan tersebut berkompeten, karena masyarakat Kudus sudah cerdas dalam memilih dan tidak membedakan gender.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com