Senin, 22 Oktober 2018 | 05:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Menteri Australia Tuduh China Danai Pembangunan Tak Berguna di Pasifik

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Concetta Fierravanti-Wells mengatakan, ia khawatir akan pendekatan China di wilayah Pasifik.
(Courtesy: AustraliaPlus) Concetta Fierravanti-Wells mengatakan, ia khawatir akan pendekatan China di wilayah Pasifik.
<p>Salah satu Menteri Australia menyerang China secara verbal, menuding Pemerintahan Beijing mendanai proyek infrastruktur di Pasifik yang tak ada gunanya.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-wysiwyg" > <div class="comp-rich-text clearfix" id="comp-rich-text7" > <h2>Poin utama:</h2><ul><li>Concetta Fierravanti-Wells mengatakan, proyek di Pasifik harus membawa manfaat ekonomi</li><li>Institut Lowy mengatakan, China telah memberi bantuan sebesar 2,3 miliar dolar (atau setara Rp 23 triliun) ke wilayah Pasifik sejak tahun 2006</li><li>Fiji dan Papua Nugini adalah dua di antara negara-negara Pasifik yang mempererat hubungan dengan China</li></ul> </div> </div></div><p>Sejumlah pejabat Australia makin khawatir akan kontribusi China yang meningkat di wilayah Pasifik, dan bagaimana negara itu menggunakan pinjaman bersifat konsesi untuk meningkatkan pengaruhnya.</p><p>Sejumlah pejabat Australia juga menuding China mencoba mengambil hati dengan mendanai proyek yang mengalirkan uang langsung ke para pemimpin di kawasan itu.</p><p>Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia, yakni Concetta Fierravanti-Wells mengatakan kepada surat kabar The Australian bahwa China membangun "sejumlah bangunan tak berguna" di Pasifik.</p><p>Dan ia mengatakan bahwa dirinya khawatir melihat sejumlah negara Pasifik mengambil hutang yang tak mampu mereka bayar.</p><p>"Kami benar-benar tak ingin membangun jalan yang tak ada gunanya," kata Senator Fierravanti-Wells.</p><p>"Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang anda bangun sejatinya produktif dan akan memberi manfaat ekonomi atau sejenis manfaat kesehatan."</p><p>Institut Lowy mengatakan, China telah memberi bantuan senilai lebih dari 2,3 miliar dolar (atau setara Rp 23 triliun) ke wilayah Pasifik sejak tahun 2006.</p><p>"Kami bekerja secara kooperatif dengan China, kami mendorong China untuk menggunakan bantuan pembangunannya dengan cara yang produktif dan efektif," ujar Senator Fierravanti-Wells.</p><p>"Dengan kata lain, kami benar-benar tak ingin membangun sesuatu hanya karena ingin membangunnya."</p><p>Fiji telah mempererat hubungan dengan China selama beberapa tahun terakhir, dan Papua Nugini telah menandatangani serangkaian kesepakatan infrastruktur sebagai bagian dari inisiatif 'Jalan Tol dan Jalan Raya' Beijing.</p><p>Baru-baru ini, kubu Oposisi Australia memeringatkan bahwa negaranya kehilangan pengaruh di kawasan Pasifik mengingat China memperluas kehadirannya.</p><p>Dan tahun lalu, pemerintahan Koalisi mengatakan, pihaknya akan menghabiskan lebih dari 100 juta dolar (atau setara Rp 1 triliun) untuk membantu Papua Nugini menggelar KTT APEC di bulan November -sebagian karena sejumlah pejabat Australia khawatir China akan terlibat.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>Juru bicara urusan luar negeri dari kubu Oposisi Australia, Penny Wong, mengatakan, pemotongan anggaran bantuan yang dilakukan Pemerintah Australia begitu terasa di kawasan itu, dan China mampu mengisi celah tersebut.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"China telah berperan secara meningkat di Pasifik sementara kubu Koalisi di bawah Tony Abbott dan Malcolm Turnbull makin meninggalkan kawasan itu," sebutnya.</p><p>"Mereka terus-menerus membajak dana bantuan kami, melihat pemotongan senilai 11 miliar dolar (atau setara Rp 110 triliun) dalam anggaran pembangunan sejak mereka memenangi kursi pemerintahan."</p><article class="view-embed-full" > <div class="view-teaser-richWide view-richWide" > <a href="http://www.abc.net.au/news/2017-05-14/china-attempts-global-dominance-with-one-belt-one/8522974" class="richWide-link" ></a> <div class="wrapper"> <div class="image"> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-large.jpg?v=2 700w " title="O&#39;Neill and Xi" alt="PNG Prime Minister O&#39;Neill and Chinese President Xi Jinping." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> </div> <div class="description"> <h3> <a href="http://www.abc.net.au/news/2017-05-14/china-attempts-global-dominance-with-one-belt-one/8522974" > Xi Jinping and Peter O&#39;Neill have signed deals as part of Beijing&#39;s One Belt, One Road initiative (Photo: PNG PMO) </a></h3><div class="view-teaser-time-information" > <div class="strap-date"> <div class="view-published-date" itemprop="dateCreated" content="12 hours ago"> <div class="view-comp-publish-date" > <time datetime="2018-01-10T11:38+1100"> <span></span> 12 hours ago </time> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </article><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-01-10/australia-hits-out-at-chinese-aid-to-pacific/9316732" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Salah satu Menteri Australia menyerang China secara verbal, menuding Pemerintahan Beijing mendanai proyek infrastruktur di Pasifik yang tak ada gunanya.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-wysiwyg" > <div class="comp-rich-text clearfix" id="comp-rich-text7" > <h2>Poin utama:</h2><ul><li>Concetta Fierravanti-Wells mengatakan, proyek di Pasifik harus membawa manfaat ekonomi</li><li>Institut Lowy mengatakan, China telah memberi bantuan sebesar 2,3 miliar dolar (atau setara Rp 23 triliun) ke wilayah Pasifik sejak tahun 2006</li><li>Fiji dan Papua Nugini adalah dua di antara negara-negara Pasifik yang mempererat hubungan dengan China</li></ul> </div> </div></div><p>Sejumlah pejabat Australia makin khawatir akan kontribusi China yang meningkat di wilayah Pasifik, dan bagaimana negara itu menggunakan pinjaman bersifat konsesi untuk meningkatkan pengaruhnya.</p><p>Sejumlah pejabat Australia juga menuding China mencoba mengambil hati dengan mendanai proyek yang mengalirkan uang langsung ke para pemimpin di kawasan itu.</p><p>Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia, yakni Concetta Fierravanti-Wells mengatakan kepada surat kabar The Australian bahwa China membangun "sejumlah bangunan tak berguna" di Pasifik.</p><p>Dan ia mengatakan bahwa dirinya khawatir melihat sejumlah negara Pasifik mengambil hutang yang tak mampu mereka bayar.</p><p>"Kami benar-benar tak ingin membangun jalan yang tak ada gunanya," kata Senator Fierravanti-Wells.</p><p>"Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang anda bangun sejatinya produktif dan akan memberi manfaat ekonomi atau sejenis manfaat kesehatan."</p><p>Institut Lowy mengatakan, China telah memberi bantuan senilai lebih dari 2,3 miliar dolar (atau setara Rp 23 triliun) ke wilayah Pasifik sejak tahun 2006.</p><p>"Kami bekerja secara kooperatif dengan China, kami mendorong China untuk menggunakan bantuan pembangunannya dengan cara yang produktif dan efektif," ujar Senator Fierravanti-Wells.</p><p>"Dengan kata lain, kami benar-benar tak ingin membangun sesuatu hanya karena ingin membangunnya."</p><p>Fiji telah mempererat hubungan dengan China selama beberapa tahun terakhir, dan Papua Nugini telah menandatangani serangkaian kesepakatan infrastruktur sebagai bagian dari inisiatif 'Jalan Tol dan Jalan Raya' Beijing.</p><p>Baru-baru ini, kubu Oposisi Australia memeringatkan bahwa negaranya kehilangan pengaruh di kawasan Pasifik mengingat China memperluas kehadirannya.</p><p>Dan tahun lalu, pemerintahan Koalisi mengatakan, pihaknya akan menghabiskan lebih dari 100 juta dolar (atau setara Rp 1 triliun) untuk membantu Papua Nugini menggelar KTT APEC di bulan November -sebagian karena sejumlah pejabat Australia khawatir China akan terlibat.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>Juru bicara urusan luar negeri dari kubu Oposisi Australia, Penny Wong, mengatakan, pemotongan anggaran bantuan yang dilakukan Pemerintah Australia begitu terasa di kawasan itu, dan China mampu mengisi celah tersebut.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"China telah berperan secara meningkat di Pasifik sementara kubu Koalisi di bawah Tony Abbott dan Malcolm Turnbull makin meninggalkan kawasan itu," sebutnya.</p><p>"Mereka terus-menerus membajak dana bantuan kami, melihat pemotongan senilai 11 miliar dolar (atau setara Rp 110 triliun) dalam anggaran pembangunan sejak mereka memenangi kursi pemerintahan."</p><article class="view-embed-full" > <div class="view-teaser-richWide view-richWide" > <a href="http://www.abc.net.au/news/2017-05-14/china-attempts-global-dominance-with-one-belt-one/8522974" class="richWide-link" ></a> <div class="wrapper"> <div class="image"> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9174276-1x1-large.jpg?v=2 700w " title="O&#39;Neill and Xi" alt="PNG Prime Minister O&#39;Neill and Chinese President Xi Jinping." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> </div> <div class="description"> <h3> <a href="http://www.abc.net.au/news/2017-05-14/china-attempts-global-dominance-with-one-belt-one/8522974" > Xi Jinping and Peter O&#39;Neill have signed deals as part of Beijing&#39;s One Belt, One Road initiative (Photo: PNG PMO) </a></h3><div class="view-teaser-time-information" > <div class="strap-date"> <div class="view-published-date" itemprop="dateCreated" content="12 hours ago"> <div class="view-comp-publish-date" > <time datetime="2018-01-10T11:38+1100"> <span></span> 12 hours ago </time> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </article><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-01-10/australia-hits-out-at-chinese-aid-to-pacific/9316732" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com