Selasa, 24 April 2018

Pengadilan Kamboja Akan Tentukan Nasib Tahanan Spionase Australia

Rabu, 10 Januari 2018 23:09

(Courtesy: AustraliaPlus) Ricketson ditahan dan dituduh melakukan kegiatan mata-mata pada bulan Juni. (Courtesy: AustraliaPlus) Ricketson ditahan dan dituduh melakukan kegiatan mata-mata pada bulan Juni.
Ayo berbagi!

Pekan depan, Mahkamah Agung Kamboja akan mengumumkan apakah pihaknya akan membebaskan sineas Australia, James Ricketson, dari penjara Phnom Penh.

Ricketson telah ditahan sejak Juni, saat ia ditangkap dan dituduh melakukan spionase setelah terlihat dalam foto tengah menerbangkan drone di atas unjuk rasa politik di ibukota Kamboja.

Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman 10 tahun penjara.

Pria berusia 68 tahun ini hadir di Mahkamah Agung Kamboja untuk mengajukan banding atas penolakan dua pengadilan yang lebih rendah untuk memberinya jaminan.

Mengenakan baju penjara berwarna cokelat, Ricketson berbicara di pengadilan, mengatakan bahwa kasus terhadapnya melanggar hukum Kamboja dan merupakan penyimpangan keadilan.

Ia telah dipenjarakan selama tujuh bulan -satu bulan lebih lama dari batas maksimum penahanan pra-sidang.

Pengadilan mengatakan akan menjatuhkan vonis mereka pada 17 Januari.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar