Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sidang perdana dugaan malpraktik digelar di PN Jakbar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Achyarul Hakim.
Foto: Achyarul Hakim.
<p>Seorang pasien menggugat Rumah Sakit Royal Taruma ke Pengadilan Negri Jakarta Barat karena diduga melakukan malpraktik yang menyebabkan tubuhnya melepuh akibat perawatan alat terapi yang dilakukan pihak rumah sakit.</p><p><br></p><p>RS Royal Taruma yang berlokasi di kawasan Grogol Jakarta Barat dinilai melakukan kelalaian kepada pasien hingga masuk meja hijau dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan. Gugatan tersebut dikarenakan korban yang juga seorang pengacara ini tubuhnya melepuh saat mencoba mengobati sakit nyeri otot di bagian bahu sebelah kanannya.</p><p><br></p><p>"Saya menggugat pihak rumah sakit karena melakukan malpraktik ketika saya berobat, otot bahu saya kan awalnya sakit nyeri, terus mencoba berobat ke RS Royal Taruma, beberapa kali terapi tapi kok bahu saya malah melepuh gini" ujar Muhammad Basir warga Kemanggisan Palmerah Jakarta Barat, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Jumadi, Rabu (10/1).</p><p><br></p><p>Selanjutnya kuasa hukum penggugat, Andi Wijaya, SH&nbsp;mengatakan kliennya, Muhammad Basyir menjadi korban kasus dugaan malpraktik bermula pada 5 Oktober 2017, saat kliennya mengeluh mengalami sakit/nyeri di bagian otot bahu kanannya, lalu berobat dan ditangani dokter bagian tulang dan sendi RS Royal Taruma.</p><p><br></p><p>Kemudian kliennya disuntik di bagian bahunya serta diberikan obat-obatan oral yang selanjutkan korban dilakukan terapi pemanasan otot&nbsp;dengan menggunakan alat terapi milik rumah sakit&nbsp;sebanyak enam kali.</p><p><br></p><p>"Bukan kesembuhan yang didapat, usai dilakukan terapi yang kedua ini, Muhammad Basyir justru merasakan tubuhnya mengalami rasa panas yang berkepanjangan hingga kulitnya luka seperti bekas terbakar" ujar Kuasa hukum penggugat, Andi Wijaya, SH.</p><p><br></p><p>Kuasa hukum pun menduga kliennya telah menjadi korban kesalahan prosedur dalam melaksanakan tindakan tindakan medis yang dilakukan pihak rumah sakit. </p><p><br></p><p>"Korban datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan nyeri sendi ototnya sembuh malah justru tubuhnya jadi luka seperti kulit yang terbakar," ujarnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 10:26 WIB

Dishub kerahkan 300 personel kawal pawai Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 10:15 WIB

Puspa Sumut tuntut RUU PKS segera disahkan

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:49 WIB

Pemkab Langkat raih penghargaan `Gerakan Menuju 100 Smart City`

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:37 WIB

Dansatgas TNI Konga tutup pelatihan CTC di Kongo

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:25 WIB

Masalah kesejahteraan diduga jadi motif penembakan 31 pekerja di Papua

Pembangunan | 15 Desember 2018 - 09:13 WIB

Gubernur Jabar targetkan seluruh daerah terhubung jalan tol

<p>Seorang pasien menggugat Rumah Sakit Royal Taruma ke Pengadilan Negri Jakarta Barat karena diduga melakukan malpraktik yang menyebabkan tubuhnya melepuh akibat perawatan alat terapi yang dilakukan pihak rumah sakit.</p><p><br></p><p>RS Royal Taruma yang berlokasi di kawasan Grogol Jakarta Barat dinilai melakukan kelalaian kepada pasien hingga masuk meja hijau dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan. Gugatan tersebut dikarenakan korban yang juga seorang pengacara ini tubuhnya melepuh saat mencoba mengobati sakit nyeri otot di bagian bahu sebelah kanannya.</p><p><br></p><p>"Saya menggugat pihak rumah sakit karena melakukan malpraktik ketika saya berobat, otot bahu saya kan awalnya sakit nyeri, terus mencoba berobat ke RS Royal Taruma, beberapa kali terapi tapi kok bahu saya malah melepuh gini" ujar Muhammad Basir warga Kemanggisan Palmerah Jakarta Barat, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Jumadi, Rabu (10/1).</p><p><br></p><p>Selanjutnya kuasa hukum penggugat, Andi Wijaya, SH&nbsp;mengatakan kliennya, Muhammad Basyir menjadi korban kasus dugaan malpraktik bermula pada 5 Oktober 2017, saat kliennya mengeluh mengalami sakit/nyeri di bagian otot bahu kanannya, lalu berobat dan ditangani dokter bagian tulang dan sendi RS Royal Taruma.</p><p><br></p><p>Kemudian kliennya disuntik di bagian bahunya serta diberikan obat-obatan oral yang selanjutkan korban dilakukan terapi pemanasan otot&nbsp;dengan menggunakan alat terapi milik rumah sakit&nbsp;sebanyak enam kali.</p><p><br></p><p>"Bukan kesembuhan yang didapat, usai dilakukan terapi yang kedua ini, Muhammad Basyir justru merasakan tubuhnya mengalami rasa panas yang berkepanjangan hingga kulitnya luka seperti bekas terbakar" ujar Kuasa hukum penggugat, Andi Wijaya, SH.</p><p><br></p><p>Kuasa hukum pun menduga kliennya telah menjadi korban kesalahan prosedur dalam melaksanakan tindakan tindakan medis yang dilakukan pihak rumah sakit. </p><p><br></p><p>"Korban datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan nyeri sendi ototnya sembuh malah justru tubuhnya jadi luka seperti kulit yang terbakar," ujarnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com