Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kemendag buka opsi impor beras

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Impor beras. Sumber foto: http://bit.ly/2CNxREt
Impor beras. Sumber foto: http://bit.ly/2CNxREt
<p>Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan telah membuka opsi mengimpor beras khusus untuk memperkuat stok.</p><p>Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, di Jakarta, Rabu (10/1), menegaskan, jika nantinya impor tersebut dilakukan oleh pemerintah, maka beras yang akan diimpor bukan merupakan beras kualitas medium, namun beras khusus dan dilakukan dalam upaya penguatan stok pemerintah.</p><p>"Opsi impor terbuka, tapi saya memilih beras khusus saja. Supaya kita tidak ada pertentangan dan berhadapan dengan produksi kita, sehingga tidak merugikan petani," katanya saat ditemui di kantornya, di Jakarta.</p><p>Munculnya opsi impor beras tersebut menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta Perum Bulog untuk mengkaji opsi importasi guna menekan harga beras di tingkat konsumen. Dalam beberapa waktu terakhir, harga beras khususnya kualitas medium merangkak naik dan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.</p><p>Berdasarkan data dari Perum Bulog, stok yang dimiliki saat ini kurang lebih berkisar 950 ribu ton. Stok beras komersial hanya sekitar 11 ribu ton, sementara untuk beras murah atau beras sejahtera (rastra) masih dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan kedepan.</p><p>Kementerian Pertanian mencatat, luas tanam (LT) padi pada Oktober hingga Desember 2017 mengalami penurunan. Penurunan tersebut kurang lebih seluas 413 hektare, dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 5,2 juta hektare menjadi 4,8 juta hektare pada 2017.</p><p>Enggartiasto menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan harga beras medium tersebut adalah dengan memerintahkan Perum Bulog untuk memperluas jaringan Operasi Pasar (OP). </p><p>Perluasan jaringan tersebut akan ditingkatkan menjadi 1.800 titik, dimana sebelumnya OP dilakukan di 1.100 titik di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pemerintah sedang memastikan stok yang ada di pelaku usaha. </p><p>"Jadi kalau ada (impor) maka kita lakukan sesuai dengan arahan, adalah untuk penguatan stok. Sesuai apa yang disampaikan Wapres. Pemerintah, saya tidak akan ambil risiko," kata Enggartiasto, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Tercatat, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) berkisar pada angka 30-35 ribu ton. Pada awal Januari 2018, stok beras yang ada sebanyak 35.292 ton dan pada Rabu (10/1) berada pada angka 32.035 ton.</p><p>Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium tercatat mengalami kenaikan. Pada Senin (8/1), harga rata-rata nasional beras kualitas medium sebesar Rp11.131, sementara pada Selasa (9/1) mengalami kenaikan menjadi Rp11.174 per kilogram.</p><p>Harga tersebut lebih tinggi dari HET beras ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan telah membuka opsi mengimpor beras khusus untuk memperkuat stok.</p><p>Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, di Jakarta, Rabu (10/1), menegaskan, jika nantinya impor tersebut dilakukan oleh pemerintah, maka beras yang akan diimpor bukan merupakan beras kualitas medium, namun beras khusus dan dilakukan dalam upaya penguatan stok pemerintah.</p><p>"Opsi impor terbuka, tapi saya memilih beras khusus saja. Supaya kita tidak ada pertentangan dan berhadapan dengan produksi kita, sehingga tidak merugikan petani," katanya saat ditemui di kantornya, di Jakarta.</p><p>Munculnya opsi impor beras tersebut menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta Perum Bulog untuk mengkaji opsi importasi guna menekan harga beras di tingkat konsumen. Dalam beberapa waktu terakhir, harga beras khususnya kualitas medium merangkak naik dan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.</p><p>Berdasarkan data dari Perum Bulog, stok yang dimiliki saat ini kurang lebih berkisar 950 ribu ton. Stok beras komersial hanya sekitar 11 ribu ton, sementara untuk beras murah atau beras sejahtera (rastra) masih dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan kedepan.</p><p>Kementerian Pertanian mencatat, luas tanam (LT) padi pada Oktober hingga Desember 2017 mengalami penurunan. Penurunan tersebut kurang lebih seluas 413 hektare, dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 5,2 juta hektare menjadi 4,8 juta hektare pada 2017.</p><p>Enggartiasto menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan harga beras medium tersebut adalah dengan memerintahkan Perum Bulog untuk memperluas jaringan Operasi Pasar (OP). </p><p>Perluasan jaringan tersebut akan ditingkatkan menjadi 1.800 titik, dimana sebelumnya OP dilakukan di 1.100 titik di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pemerintah sedang memastikan stok yang ada di pelaku usaha. </p><p>"Jadi kalau ada (impor) maka kita lakukan sesuai dengan arahan, adalah untuk penguatan stok. Sesuai apa yang disampaikan Wapres. Pemerintah, saya tidak akan ambil risiko," kata Enggartiasto, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Tercatat, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) berkisar pada angka 30-35 ribu ton. Pada awal Januari 2018, stok beras yang ada sebanyak 35.292 ton dan pada Rabu (10/1) berada pada angka 32.035 ton.</p><p>Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium tercatat mengalami kenaikan. Pada Senin (8/1), harga rata-rata nasional beras kualitas medium sebesar Rp11.131, sementara pada Selasa (9/1) mengalami kenaikan menjadi Rp11.174 per kilogram.</p><p>Harga tersebut lebih tinggi dari HET beras ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com