Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Megawati yakini Pancasila jadi jawaban berbagai persoalan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sumber Foto: http://bit.ly/2Excact
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sumber Foto: http://bit.ly/2Excact
<p>Megawati Soekarnoputri meyakini nilai-nilai luhur Pancasila dapat menjadi jawaban dari berbagai persoalan yang muncul dan menjadi historis paradoks pada abad ke-21 ini.</p><p> "Lima sila dalam Pancasila semuanya memiliki nilai-nilai luhur dan selama ini mampu menjadi bintang penuntun yang dinamis bagi Indonesia Raya," kata Megawati pada peringatan HUT ke-45 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (10/1).</p><p> Megawati menjelaskan, Pancasila pertama kali disampaikan oleh Bung Karno dalam pidatonya di hadapan sidang BPUPKI di Jakarta, pada 1 Juni 1945, setelah sebelumya selama bertahun-tahun melakukan penggalian nilai-nilai luhur pada bangsa Indonesia dan menemukan elemen yang sangat menonjol dari jiwa bangsa Indonesia yakni Pancasila.</p><p> Pancasila yang digali dari jiwa bangsa Indonesia, kata dia, sehingga kemudian dijadikan dasar negara Indonesia.</p><p> "Jika tidak berakar dari bangsa Indonesia, tidak mungkin Pancasila jadi bintang penuntun yang dinamis," katanya.</p><p> Menurut Megawati, pada abad ke-21 ini memperlihatkan adanya pertentangan dalam perkembangan sejarah kehidupan manusia.</p><p> Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini, kata dia, semuanya seakan terkoreksi, jarak bukan lagi menjadi kendala, dan informasi menjadi makin masif.</p><p> "Masyarakat saat ini merasa hidup bersama dalam sebuah rumah besar tanpa batas tapi miskin komunikasi, karena masing-masing individu asyik dengan dunia mayanya sendiri sehingga jadi terasing satu sama lain," katanya.</p><p> Megawati menegaskan, masyarakat pada abad ke-21 ini adalah masyarakat informasi yang dengan mudah membuat akses ke media sosial dan sangat mudah penciptaan opini publik.</p><p> Ekses negatifnya, kata dia, adalah kebohongan, melalui kanalisasi kebohongan, yakni kebohongan yang direncanakan, direkayasa, dan disebarluaskan tanpa pelakunya merasa bersalah.</p><p> "Sasarannya untuk menciptakan pertentangan dan permusuhan," katanya.</p><p> Megawati meyakini, jika seluruh bangsa Indonesia menghayati dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maka dapat mencegah perilaku negatif tersebut.</p><p> Presiden kelima Republik Indonesia ini menambahkan, pada dirinya mendeklarasikan pasangan calon kepala daerah pekan lalu, dia juga menegaskan, para pelaku yang menyebarkan kabar bohong dan fitnah melalui media sosial dengan identitas palsu, adalah pengecut.</p><p> "Mereka adalah pengecut dan tidak berjiwa ksatria," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Megawati Soekarnoputri meyakini nilai-nilai luhur Pancasila dapat menjadi jawaban dari berbagai persoalan yang muncul dan menjadi historis paradoks pada abad ke-21 ini.</p><p> "Lima sila dalam Pancasila semuanya memiliki nilai-nilai luhur dan selama ini mampu menjadi bintang penuntun yang dinamis bagi Indonesia Raya," kata Megawati pada peringatan HUT ke-45 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (10/1).</p><p> Megawati menjelaskan, Pancasila pertama kali disampaikan oleh Bung Karno dalam pidatonya di hadapan sidang BPUPKI di Jakarta, pada 1 Juni 1945, setelah sebelumya selama bertahun-tahun melakukan penggalian nilai-nilai luhur pada bangsa Indonesia dan menemukan elemen yang sangat menonjol dari jiwa bangsa Indonesia yakni Pancasila.</p><p> Pancasila yang digali dari jiwa bangsa Indonesia, kata dia, sehingga kemudian dijadikan dasar negara Indonesia.</p><p> "Jika tidak berakar dari bangsa Indonesia, tidak mungkin Pancasila jadi bintang penuntun yang dinamis," katanya.</p><p> Menurut Megawati, pada abad ke-21 ini memperlihatkan adanya pertentangan dalam perkembangan sejarah kehidupan manusia.</p><p> Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini, kata dia, semuanya seakan terkoreksi, jarak bukan lagi menjadi kendala, dan informasi menjadi makin masif.</p><p> "Masyarakat saat ini merasa hidup bersama dalam sebuah rumah besar tanpa batas tapi miskin komunikasi, karena masing-masing individu asyik dengan dunia mayanya sendiri sehingga jadi terasing satu sama lain," katanya.</p><p> Megawati menegaskan, masyarakat pada abad ke-21 ini adalah masyarakat informasi yang dengan mudah membuat akses ke media sosial dan sangat mudah penciptaan opini publik.</p><p> Ekses negatifnya, kata dia, adalah kebohongan, melalui kanalisasi kebohongan, yakni kebohongan yang direncanakan, direkayasa, dan disebarluaskan tanpa pelakunya merasa bersalah.</p><p> "Sasarannya untuk menciptakan pertentangan dan permusuhan," katanya.</p><p> Megawati meyakini, jika seluruh bangsa Indonesia menghayati dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maka dapat mencegah perilaku negatif tersebut.</p><p> Presiden kelima Republik Indonesia ini menambahkan, pada dirinya mendeklarasikan pasangan calon kepala daerah pekan lalu, dia juga menegaskan, para pelaku yang menyebarkan kabar bohong dan fitnah melalui media sosial dengan identitas palsu, adalah pengecut.</p><p> "Mereka adalah pengecut dan tidak berjiwa ksatria," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com