Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Paspor Indonesia terkuat ke-5 di ASEAN versi Henley & Partners

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2ANzPTJ
Sumber foto: http://bit.ly/2ANzPTJ
<p>Sudah menjadi tradisi tahunan, Henley &amp; Partners--perusahaan penasihat kewarganegaraan global yang berkantor pusat di Jersey, merilis daftar peringkat paspor berdasarkan jumlah negara pemberi fasilitas kemudahan visa, baik fasilitas bebas visa, visa saat kedatangan (visa-on-arrival), maupun visa elektronik (e-Visa).</p><p>Dalam daftar terkini, Indonesia duduk di peringkat ke-72, bersamaan dengan negara Filipina, Azerbaijan, Kuba, dan Tanjung Verde, dengan total skor 63, demikian keterangan dari Henley &amp; Partners yang merilis Daftar Paspor Terkuat Versi 2018, Kamis (11/1).</p><p>Ini adalah yang pertama kalinya Henley &amp; Partners menempatkan peringkat Indonesia sejajar dengan Filipina. Sebelumnya, peringkat paspor Filipina selalu berada di atas Indonesia, menempatkan Indonesia sebagai negara ASEAN dengan paspor terkuat ke-6 dalam beberapa tahun terakhir secara berturut-turut. Kali ini, Filipina dan Indonesia duduk di peringkat ke-5 untuk panggung ASEAN.</p><p>Bisa dibilang, ada perbaikan untuk paspor Indonesia apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana Indonesia tercatat hanya mendapatkan skor 57, terdapat ada kenaikan sebesar 6 poin yang diraih Indonesia.</p><p>Pada tahun 2017 lalu Indonesia mendapatkan fasilitas bebas visa dari beberapa negara, seperti Belarusia, Qatar, Mali, serta Serbia. Sedangkan fasilitas visa saat kedatangan diberikan oleh Ukraina, Gabon, dan Mauritius . Sementara Indonesia memberikan bebas visa kepada 169 negara. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo 02 Maret lalu 169 negara membebaskan dari kewajiban memiliki visa untuk tujuan kunjungan ke Indonesia.</p><p>Sebelumnya, Bebas Visa Kunjungan diberikan kepada 45 Negara berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 sejak 10 Juni 2015. 100 hari kemudian, tepatnya tanggal 18 September 2015, Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2015 diterbitkan. Jumlah negara yang mendapat fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia meningkat menjadi 90 negara.</p><p>Sementara itu, Indonesia sampai saat ini masih berjuang untuk mendapatkan status bebas visa Schengen. Yang menarik, apabila Indonesia suatu saat berhasil mendapatkan status tersebut, maka peringkat paspor Indonesia akan naik secara drastis, seperti yang dialami oleh Timor Leste.</p><p>Adapun negara dengan paspor terkuat berdasarkan Henley &amp; Partners adalah Jerman dengan total skor 177, disusul oleh Singapura dengan total skor 176. Singapura didaulat negara dengan paspor terkuat di kawasan Asia Pasifik. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Sudah menjadi tradisi tahunan, Henley &amp; Partners--perusahaan penasihat kewarganegaraan global yang berkantor pusat di Jersey, merilis daftar peringkat paspor berdasarkan jumlah negara pemberi fasilitas kemudahan visa, baik fasilitas bebas visa, visa saat kedatangan (visa-on-arrival), maupun visa elektronik (e-Visa).</p><p>Dalam daftar terkini, Indonesia duduk di peringkat ke-72, bersamaan dengan negara Filipina, Azerbaijan, Kuba, dan Tanjung Verde, dengan total skor 63, demikian keterangan dari Henley &amp; Partners yang merilis Daftar Paspor Terkuat Versi 2018, Kamis (11/1).</p><p>Ini adalah yang pertama kalinya Henley &amp; Partners menempatkan peringkat Indonesia sejajar dengan Filipina. Sebelumnya, peringkat paspor Filipina selalu berada di atas Indonesia, menempatkan Indonesia sebagai negara ASEAN dengan paspor terkuat ke-6 dalam beberapa tahun terakhir secara berturut-turut. Kali ini, Filipina dan Indonesia duduk di peringkat ke-5 untuk panggung ASEAN.</p><p>Bisa dibilang, ada perbaikan untuk paspor Indonesia apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana Indonesia tercatat hanya mendapatkan skor 57, terdapat ada kenaikan sebesar 6 poin yang diraih Indonesia.</p><p>Pada tahun 2017 lalu Indonesia mendapatkan fasilitas bebas visa dari beberapa negara, seperti Belarusia, Qatar, Mali, serta Serbia. Sedangkan fasilitas visa saat kedatangan diberikan oleh Ukraina, Gabon, dan Mauritius . Sementara Indonesia memberikan bebas visa kepada 169 negara. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo 02 Maret lalu 169 negara membebaskan dari kewajiban memiliki visa untuk tujuan kunjungan ke Indonesia.</p><p>Sebelumnya, Bebas Visa Kunjungan diberikan kepada 45 Negara berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 sejak 10 Juni 2015. 100 hari kemudian, tepatnya tanggal 18 September 2015, Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2015 diterbitkan. Jumlah negara yang mendapat fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia meningkat menjadi 90 negara.</p><p>Sementara itu, Indonesia sampai saat ini masih berjuang untuk mendapatkan status bebas visa Schengen. Yang menarik, apabila Indonesia suatu saat berhasil mendapatkan status tersebut, maka peringkat paspor Indonesia akan naik secara drastis, seperti yang dialami oleh Timor Leste.</p><p>Adapun negara dengan paspor terkuat berdasarkan Henley &amp; Partners adalah Jerman dengan total skor 177, disusul oleh Singapura dengan total skor 176. Singapura didaulat negara dengan paspor terkuat di kawasan Asia Pasifik. (Ant) </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com