Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Populasi Yang Menua Bisa Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Global

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Ekonomi
(Courtesy: AustraliaPlus) Ekonomi
<p>Bank Dunia memeringatkan adanya potensi yang memudar di negara-negara seluruh dunia, meski lembaga ini meningkatkan perkiraan pertumbuhan globalnya.</p><p>Perekonomian global diperkirakan tumbuh sebesar 3,1 persen tahun ini, setelah kinerja yang lebih baik dari perkiraan di tahun 2017.</p><p>Bank Dunia meningkatkan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global menjadi 3 persen untuk tahun 2017, dibandingkan dengan 2,4 persen pada tahun 2016.</p><p>"Untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global, semua wilayah utama di dunia mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi," kata bank tersebut dalam laporan dua kali setahun yang diterbitkannya.</p><p>"Akselerasi pertumbuhan yang berbasis luas saat ini merupakan tren yang disambut baik dan bisa memperkuat dengan sendirinya."</p><p>Pertumbuhan di semua negara besar kembali terlihat, dengan peningkatan yang lebih kuat dari perkiraan terjadi di Eropa.</p><p>Bank Dunia mengutip "kenaikan belanja modal, perubahan dalam persediaan, dan penguatan permintaan eksternal."</p><p>Negara ekonomi menengah dan ekonomi berkembang diperkirakan mengalami pertumbuhan 4,3 persen di tahun 2017.</p><p>Percepatan ini diperkirakan akan terus berlanjut, menopang pertumbuhan global seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara maju.</p><p>Bank Dunia juga meramalkan pertumbuhan sebesar 4,5 persen untuk negara berkembang pada tahun 2017, angka ini meningkat menjadi rata-rata 4,7 persen pada tahun 2019-2020.</p><p>Negara pengekspor komoditas mengalami pemulihan karena harga-harga bergerak naik dan tingkat kepercayaan juga mulai pulih.</p><h2>Populasi yang menua berpotensi menurunkan ekonomi</h2><p>Meski prospek jangka pendek yang baik dalam waktu dekat, Bank Dunia mengeluarkan peringatan tentang potensi penurunan.</p><p>"Pertumbuhan dalam output potensial (output pekerjaan penuh waktu) melesu, merosot di bawah rata-rata jangka panjang dan pra-krisis baik secara global maupun di antara pasar negara ekonomi menengah dan negara berkembang," kata laporan tersebut.</p><p>Bank Dunia melihat situasi yang memperlambat pertumbuhan akibat populasi yang menua di negara maju dan berkembang, memperkirakan penurunan pasokan tenaga kerja dan pertumbuhan produktivitas.</p><p>"Lebih dari 84 persen PDB global saat ini diproduksi oleh negara-negara yang populasi penduduknya diperkirakan akan menyusut pada tahun 2030."</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>Untuk meningkatkan potensi pertumbuhan dan mengimbangi dampak populasi yang menua, Bank Dunia meminta semua negara untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan tenaga kerja mereka. Institusi ini mengatakan, biaya akibat mengabaikan prioritas ini begitu sangat tinggi.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Kebijakan yang meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, memperbaiki keterikatan pasar tenaga kerja perempuan, pemuda, dan lansia, serta menyesuaikan perubahan kebutuhan pasar kerja akan sangat bermanfaat," kata laporan tersebut.</p><p>"Selain itu, kebutuhan investasi bisa dipenuhi melalui infrastruktur publik berkualitas tinggi, peraturan yang lebih baik, dan insentif [penelitian dan pengembangan] yang dirancang dengan baik."</p><p>Kebutuhan untuk meningkatkan jumlah perempuan dalam angkatan kerja sangat mendesak di negara berkembang.</p><p>"Partisipasi angkatan kerja perempuan global, rata-rata 58 persen pada periode 2013-2017, tetap tiga perempat di bawah angka laki-laki ... dan bahkan lebih sedikit lagi di negara ekonomi menengah dan berkembang.”</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-01-10/world-bank-upgrades-growth-forecast-but-warns-ageing-population/9318108" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Bank Dunia memeringatkan adanya potensi yang memudar di negara-negara seluruh dunia, meski lembaga ini meningkatkan perkiraan pertumbuhan globalnya.</p><p>Perekonomian global diperkirakan tumbuh sebesar 3,1 persen tahun ini, setelah kinerja yang lebih baik dari perkiraan di tahun 2017.</p><p>Bank Dunia meningkatkan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global menjadi 3 persen untuk tahun 2017, dibandingkan dengan 2,4 persen pada tahun 2016.</p><p>"Untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global, semua wilayah utama di dunia mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi," kata bank tersebut dalam laporan dua kali setahun yang diterbitkannya.</p><p>"Akselerasi pertumbuhan yang berbasis luas saat ini merupakan tren yang disambut baik dan bisa memperkuat dengan sendirinya."</p><p>Pertumbuhan di semua negara besar kembali terlihat, dengan peningkatan yang lebih kuat dari perkiraan terjadi di Eropa.</p><p>Bank Dunia mengutip "kenaikan belanja modal, perubahan dalam persediaan, dan penguatan permintaan eksternal."</p><p>Negara ekonomi menengah dan ekonomi berkembang diperkirakan mengalami pertumbuhan 4,3 persen di tahun 2017.</p><p>Percepatan ini diperkirakan akan terus berlanjut, menopang pertumbuhan global seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara maju.</p><p>Bank Dunia juga meramalkan pertumbuhan sebesar 4,5 persen untuk negara berkembang pada tahun 2017, angka ini meningkat menjadi rata-rata 4,7 persen pada tahun 2019-2020.</p><p>Negara pengekspor komoditas mengalami pemulihan karena harga-harga bergerak naik dan tingkat kepercayaan juga mulai pulih.</p><h2>Populasi yang menua berpotensi menurunkan ekonomi</h2><p>Meski prospek jangka pendek yang baik dalam waktu dekat, Bank Dunia mengeluarkan peringatan tentang potensi penurunan.</p><p>"Pertumbuhan dalam output potensial (output pekerjaan penuh waktu) melesu, merosot di bawah rata-rata jangka panjang dan pra-krisis baik secara global maupun di antara pasar negara ekonomi menengah dan negara berkembang," kata laporan tersebut.</p><p>Bank Dunia melihat situasi yang memperlambat pertumbuhan akibat populasi yang menua di negara maju dan berkembang, memperkirakan penurunan pasokan tenaga kerja dan pertumbuhan produktivitas.</p><p>"Lebih dari 84 persen PDB global saat ini diproduksi oleh negara-negara yang populasi penduduknya diperkirakan akan menyusut pada tahun 2030."</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>Untuk meningkatkan potensi pertumbuhan dan mengimbangi dampak populasi yang menua, Bank Dunia meminta semua negara untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan tenaga kerja mereka. Institusi ini mengatakan, biaya akibat mengabaikan prioritas ini begitu sangat tinggi.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Kebijakan yang meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, memperbaiki keterikatan pasar tenaga kerja perempuan, pemuda, dan lansia, serta menyesuaikan perubahan kebutuhan pasar kerja akan sangat bermanfaat," kata laporan tersebut.</p><p>"Selain itu, kebutuhan investasi bisa dipenuhi melalui infrastruktur publik berkualitas tinggi, peraturan yang lebih baik, dan insentif [penelitian dan pengembangan] yang dirancang dengan baik."</p><p>Kebutuhan untuk meningkatkan jumlah perempuan dalam angkatan kerja sangat mendesak di negara berkembang.</p><p>"Partisipasi angkatan kerja perempuan global, rata-rata 58 persen pada periode 2013-2017, tetap tiga perempat di bawah angka laki-laki ... dan bahkan lebih sedikit lagi di negara ekonomi menengah dan berkembang.”</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-01-10/world-bank-upgrades-growth-forecast-but-warns-ageing-population/9318108" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com