Senin, 10 Desember 2018 | 21:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Wisatawan China ke Bali melonjak 51,52 persen

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  http://bit.ly/2qRq86X
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2qRq86X
<p>Wisatawan asal China yang berliburan ke daerah tujuan wisata Pulau Bali sebanyak 1,37 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017, melonjak 467.292 orang atau 51,52 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 907.028 orang. </p><p> "Masyarakat negeri Tirai Bambu itu datang ke Bali sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai Bali, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 164 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis (11/1).</p><p> Ia mengatakan, kunjungan masyarakat China untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni dan budaya masyarakat Bali menempati peringkat teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, mampu memberikan andil sebesar 25,54 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan pertama tahun 2017, meningkat 896.691 orang atau 19,99 persen, karena periode yang sama tahun sebelumnya hanya menerima 4,48 juta orang.</p><p> Setelah China disusul kunjungan wisatawan Australia memberikan kontribusi 18,87 persen, India 4,53 persen, Jepang 4,42 persen, Inggris 4,25 persen, Amerika Serikat 3,30 persen, Perancis 3,17 persen, Jerman 3,15 persen, Korea Selatan 3,12 persen dan Malaysia 2,88 persen.</p><p> Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali sebagian besar mengalami peningkatan yang signifikan, hanya dua negara yang mengalami penurunan yakni Australia3,02 persen dan Malaysia 2,66 persen. </p><p> Adi Nugroho menambahkan, meningkatnya kunjungan turis China ke Bali sejak beberapa tahun belakangan ini berkat berbagai faktor, salah satunya semakin baiknya hubungan kerja sama antara pemerintah China dengan Indonesia khususnya Bali.</p><p> Selain itu juga berkat terobosan yang dilakukan perusahaan penerbangan nusantara, yakni Garuda Indonesia dengan memusatkan perhatiannya terhadap lintasan penerbangan Tiongkok-Denpasar, Bali pergi-pulang (PP).</p><p> Dengan adanya angkutan udara relatif lancar menyebabkan angka peningkatan kunjungan turis asing asal China ke Bali meningkat cukup signifikan.</p><p> Sementara Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra dalam kesempatan terpisah menyambut positif pencabutan "travel warning" oleh Pemerintah China terhadap larangan masyarakatnya berwisata ke Bali terkait erupsi Gunung Agung.</p><p> Pihaknya bersyukur karena pemerintah China mencabut "travel warning", karena pemerintah Indonesia sudah meyakinkan bahwa Bali aman dikunjungi dan pemerintah juga memberikan garanti jika terjadi "strended" akibat bencana erupsi Gunung Agung.</p><p> Dengan dibukanya kembali kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali diharapkan kunjungan pelancong ke Pulau Dewata meningkat dan tingkat hunian hotel juga bertambah, terutama dalam menyongsong Perayaan Tahun Baru Imlek pada bulan Februari 2018, katanya.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

<p>Wisatawan asal China yang berliburan ke daerah tujuan wisata Pulau Bali sebanyak 1,37 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017, melonjak 467.292 orang atau 51,52 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 907.028 orang. </p><p> "Masyarakat negeri Tirai Bambu itu datang ke Bali sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai Bali, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 164 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis (11/1).</p><p> Ia mengatakan, kunjungan masyarakat China untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni dan budaya masyarakat Bali menempati peringkat teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, mampu memberikan andil sebesar 25,54 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan pertama tahun 2017, meningkat 896.691 orang atau 19,99 persen, karena periode yang sama tahun sebelumnya hanya menerima 4,48 juta orang.</p><p> Setelah China disusul kunjungan wisatawan Australia memberikan kontribusi 18,87 persen, India 4,53 persen, Jepang 4,42 persen, Inggris 4,25 persen, Amerika Serikat 3,30 persen, Perancis 3,17 persen, Jerman 3,15 persen, Korea Selatan 3,12 persen dan Malaysia 2,88 persen.</p><p> Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali sebagian besar mengalami peningkatan yang signifikan, hanya dua negara yang mengalami penurunan yakni Australia3,02 persen dan Malaysia 2,66 persen. </p><p> Adi Nugroho menambahkan, meningkatnya kunjungan turis China ke Bali sejak beberapa tahun belakangan ini berkat berbagai faktor, salah satunya semakin baiknya hubungan kerja sama antara pemerintah China dengan Indonesia khususnya Bali.</p><p> Selain itu juga berkat terobosan yang dilakukan perusahaan penerbangan nusantara, yakni Garuda Indonesia dengan memusatkan perhatiannya terhadap lintasan penerbangan Tiongkok-Denpasar, Bali pergi-pulang (PP).</p><p> Dengan adanya angkutan udara relatif lancar menyebabkan angka peningkatan kunjungan turis asing asal China ke Bali meningkat cukup signifikan.</p><p> Sementara Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra dalam kesempatan terpisah menyambut positif pencabutan "travel warning" oleh Pemerintah China terhadap larangan masyarakatnya berwisata ke Bali terkait erupsi Gunung Agung.</p><p> Pihaknya bersyukur karena pemerintah China mencabut "travel warning", karena pemerintah Indonesia sudah meyakinkan bahwa Bali aman dikunjungi dan pemerintah juga memberikan garanti jika terjadi "strended" akibat bencana erupsi Gunung Agung.</p><p> Dengan dibukanya kembali kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali diharapkan kunjungan pelancong ke Pulau Dewata meningkat dan tingkat hunian hotel juga bertambah, terutama dalam menyongsong Perayaan Tahun Baru Imlek pada bulan Februari 2018, katanya.&nbsp; (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com