Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

AFP Diminta Perbesar Peran Bantu Polisi Papua Nugini

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Seorang Gubernur di Papua Nugini ingin perwira Polisi Federal Australia (AFP) mengambil peran yang lebih besar di kepolisian Papua Nugini.
(Courtesy: AustraliaPlus) Seorang Gubernur di Papua Nugini ingin perwira Polisi Federal Australia (AFP) mengambil peran yang lebih besar di kepolisian Papua Nugini.
<p>Seorang politisi senior Papua Nugini mendesak Kepolisian Federal Australia (AFP) untuk sekali lagi diizinkan untuk melakukan penyelidikan dan membantu petugas setempat menangani apa yang dia katakan sebagai "kegagalan hukum dan ketertiban" di negara tersebut.</p><p>Perwira AFP sebelumnya memiliki kewenangan semacam itu saat ditugaskan di Papua Nugini (PNG), namun kewenangan ini dihapuskan oleh negara tersebut lebih dari satu dekade yang lalu setelah Mahkamah Agung PNG menganggapnya tidak konstitusional untuk memberi kewenangan polisi kepada orang-orang yang bukan bagian dari kepolisian mereka.<br/>Provinsi Enga, di dataran tinggi PNG, sering dianggap sebagai hotspot kejahatan - lebih dari 20 orang tewas dalam pertempuran suku yang terjadi pada pemilihan tahun lalu.<br/>Provinsi ini juga menunjukan adanya peningkatan kekerasan terkait tuduhan penyihir.<br/>Korban terakhir adalah Hakim Agung Papua Nugini, Sir Salamo Injia, yang terluka dalam serangan oleh suku tetangga dekat kampung halamannya pada hari Senin (8/1/2018).</p><p>Gubernur Provinsi Enga, Sir Peter Ipatas, mengatakan bahwa saat ini kepolisian negara bagian PNG sebagian besar dipersalahkan atas masalah kejahatan tersebut, dimana petugas sering dilaporkan melakukan pelanggaran brutal tapi jarang menghadapi penindakan.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Polisi, menurut saya, menjadi tanggung jawab negara,&quot; katanya.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Saya pikir polisi kita telah kehilangan arah dan kita memerlukan bantuan dari luar untuk memastikan bahwa ada pelatihan yang tepat, dan kita memerlukan bantuan eksternal untuk memastikan polisi kita mengetahui pekerjaan mereka."</p><p>Sir Peter mengatakan bahwa bantuan eksternal bisa datang dari AFP, yang saat ini memberikan bantuan kepada PNG.</p><p>Namun seorang juru bicara AFP mengatakan bahwa perwira-perwira tersebut tidak berada dalam posisi untuk melakukan peran pengawasan operasional dikarenakan keputusan Mahkamah Agung PNG tahun 2005.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Tentara Papua Nugini dan personil polisi" alt="Tentara Papua Nugini dan personil polisi" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Angkatan keamanan tambahan dikirim ke dataran tinggi di kawasan iniuntuk mengatasi kekerasan pasca pemilu tahun lalu.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC News</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h3>Petugas AFP harus dipersenjatai, kebal dari penuntutan</h3><p>Sebanyak tujuh puluh tiga orang petugas AFP masih bertugas di Papua Nugini sampai akhir November setelah PNG menjadi tuan rumah APEC, dengan biaya $ 48 juta dolar yang dibebankan kepada Pemerintah Federal Australia.</p><p>Namun perwira polisi yang bertugas di PNG hanya diizinkan bertindak sebagai penasehat tak bersenjata tanpa kewenangan melakukan penangkapan.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Polisi Federal Australia di Papua Nugini" alt="Polisi Federal Australia di Papua Nugini" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Ada desakan agar petugas AFP sekali lagi memiliki kekebalan hukum dari pengusutan di Papua Nugini.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC News, file photo</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Saya kira pengaturan yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik. Kami membutuhkan polisi yang bekerja mendampingi polisi kami,&quot; kata Sir Peter.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Pada tahun 2005 tersisa  lebih dari 160 petugas AFP yang bekerja di lapangan dengan polisi PNG menyusul diajukannya gugatan konstitusional terhadap kekebalan dari tuntutan atau impunitas yang diberikan kepada petugas polisi Australia.</p><p>Sir Peter ingin undang-undang tersebut diubah sehingga polisi Australia sekali lagi memiliki impunitas.</p><p>"Kami memiliki kewajiban kepada masyarakat Australia untuk memberi kekebalan kepada polisi Australia untuk datang ke negara ini dan membantu kami memulihkan ketertiban, dan yang lebih penting lagi adalah untuk melatih dan memastikan polisi kami melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan."</p><p>Menurutnya, tingginya biaya pengiriman petugas AFP untuk bekerja di PNG layak dilakukan oleh kedua negara.</p><p>"Kami adalah negara terdekat bagi Australia, mungkin demi kepentingan terbaik kedua negara kita harus menjaga hukum dan ketertiban di PNG," katanya.</p><h3>Masalah kejahatan melonjak di Papua Nugini</h3><p>Menteri Kepolisian baru PNG,  Jelta Wong mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mengubah peraturan seputar yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh perwira Australia di PNG.</p><p>"Kami hanya menyempurnakan berbagai hal agar tidak berakhir di pengadilan lagi, seperti yang terakhir," katanya.</p><p>Dia mengatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk membersihkan kepolisian PNG meski ada kendala keuangan.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Pria memegang senjata di Papua Nugini" alt="Pria memegang senjata di Papua Nugini" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Menteri Polisi Papua Nugini mengatakan negaranya memiliki masalah dengan kejahatan kekerasan sebagaimana juga negara lainnya.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text9" > <p>Supplied: ICRC</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>"Kami mengalami pemotongan anggaran, tapi kami masih mempertahankan banyak hal di kepolisian. Dan AFP Australia sangat membantu kami, jadi saya hanya ingin melanjutkannya," kata Jelta Wong.</p><p>Meskipun reputasi PNG sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia, Jelta Wong mengatakan bahwa tingkat dari masalah ini sering kali perlu dianggap serius.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ini tidak sebesar yang digembar-gemborkan di media. Ada banyak faktor, karena populasi kita tidak sebesar di tempat kebanyakan,&quot; katanya.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Hal yang sama terjadi di Australia, negara lain juga - seperti di Amerika beberapa bulan yang lalu seorang pria membunuh 56 orang. Kondisinya tidak seperti itu.</p><p>"Ya [memang] ada masalah hukum dan ketertiban dan angkatan kepolisian PNG tidak sebesar yang seharusnya untuk dikerahkan dan menyelesaikan semua masalah ini.</p><p>"Kami juga memiliki masalah internal, tidak cukup kendaraan atau infrastruktur untuk polisi, kami sedang memilah-milahnya."</p><p><a class="external" href="http://http://www.abc.net.au/news/2018-01-10/call-for-australian-officers-to-bolster-police-in-png/9314798" target="_self" title=""><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Seorang politisi senior Papua Nugini mendesak Kepolisian Federal Australia (AFP) untuk sekali lagi diizinkan untuk melakukan penyelidikan dan membantu petugas setempat menangani apa yang dia katakan sebagai "kegagalan hukum dan ketertiban" di negara tersebut.</p><p>Perwira AFP sebelumnya memiliki kewenangan semacam itu saat ditugaskan di Papua Nugini (PNG), namun kewenangan ini dihapuskan oleh negara tersebut lebih dari satu dekade yang lalu setelah Mahkamah Agung PNG menganggapnya tidak konstitusional untuk memberi kewenangan polisi kepada orang-orang yang bukan bagian dari kepolisian mereka.<br/>Provinsi Enga, di dataran tinggi PNG, sering dianggap sebagai hotspot kejahatan - lebih dari 20 orang tewas dalam pertempuran suku yang terjadi pada pemilihan tahun lalu.<br/>Provinsi ini juga menunjukan adanya peningkatan kekerasan terkait tuduhan penyihir.<br/>Korban terakhir adalah Hakim Agung Papua Nugini, Sir Salamo Injia, yang terluka dalam serangan oleh suku tetangga dekat kampung halamannya pada hari Senin (8/1/2018).</p><p>Gubernur Provinsi Enga, Sir Peter Ipatas, mengatakan bahwa saat ini kepolisian negara bagian PNG sebagian besar dipersalahkan atas masalah kejahatan tersebut, dimana petugas sering dilaporkan melakukan pelanggaran brutal tapi jarang menghadapi penindakan.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Polisi, menurut saya, menjadi tanggung jawab negara,&quot; katanya.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Saya pikir polisi kita telah kehilangan arah dan kita memerlukan bantuan dari luar untuk memastikan bahwa ada pelatihan yang tepat, dan kita memerlukan bantuan eksternal untuk memastikan polisi kita mengetahui pekerjaan mereka."</p><p>Sir Peter mengatakan bahwa bantuan eksternal bisa datang dari AFP, yang saat ini memberikan bantuan kepada PNG.</p><p>Namun seorang juru bicara AFP mengatakan bahwa perwira-perwira tersebut tidak berada dalam posisi untuk melakukan peran pengawasan operasional dikarenakan keputusan Mahkamah Agung PNG tahun 2005.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318792-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Tentara Papua Nugini dan personil polisi" alt="Tentara Papua Nugini dan personil polisi" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Angkatan keamanan tambahan dikirim ke dataran tinggi di kawasan iniuntuk mengatasi kekerasan pasca pemilu tahun lalu.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC News</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h3>Petugas AFP harus dipersenjatai, kebal dari penuntutan</h3><p>Sebanyak tujuh puluh tiga orang petugas AFP masih bertugas di Papua Nugini sampai akhir November setelah PNG menjadi tuan rumah APEC, dengan biaya $ 48 juta dolar yang dibebankan kepada Pemerintah Federal Australia.</p><p>Namun perwira polisi yang bertugas di PNG hanya diizinkan bertindak sebagai penasehat tak bersenjata tanpa kewenangan melakukan penangkapan.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318794-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Polisi Federal Australia di Papua Nugini" alt="Polisi Federal Australia di Papua Nugini" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Ada desakan agar petugas AFP sekali lagi memiliki kekebalan hukum dari pengusutan di Papua Nugini.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC News, file photo</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Saya kira pengaturan yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik. Kami membutuhkan polisi yang bekerja mendampingi polisi kami,&quot; kata Sir Peter.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Pada tahun 2005 tersisa  lebih dari 160 petugas AFP yang bekerja di lapangan dengan polisi PNG menyusul diajukannya gugatan konstitusional terhadap kekebalan dari tuntutan atau impunitas yang diberikan kepada petugas polisi Australia.</p><p>Sir Peter ingin undang-undang tersebut diubah sehingga polisi Australia sekali lagi memiliki impunitas.</p><p>"Kami memiliki kewajiban kepada masyarakat Australia untuk memberi kekebalan kepada polisi Australia untuk datang ke negara ini dan membantu kami memulihkan ketertiban, dan yang lebih penting lagi adalah untuk melatih dan memastikan polisi kami melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan."</p><p>Menurutnya, tingginya biaya pengiriman petugas AFP untuk bekerja di PNG layak dilakukan oleh kedua negara.</p><p>"Kami adalah negara terdekat bagi Australia, mungkin demi kepentingan terbaik kedua negara kita harus menjaga hukum dan ketertiban di PNG," katanya.</p><h3>Masalah kejahatan melonjak di Papua Nugini</h3><p>Menteri Kepolisian baru PNG,  Jelta Wong mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mengubah peraturan seputar yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh perwira Australia di PNG.</p><p>"Kami hanya menyempurnakan berbagai hal agar tidak berakhir di pengadilan lagi, seperti yang terakhir," katanya.</p><p>Dia mengatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk membersihkan kepolisian PNG meski ada kendala keuangan.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9318796-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Pria memegang senjata di Papua Nugini" alt="Pria memegang senjata di Papua Nugini" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Menteri Polisi Papua Nugini mengatakan negaranya memiliki masalah dengan kejahatan kekerasan sebagaimana juga negara lainnya.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text9" > <p>Supplied: ICRC</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>"Kami mengalami pemotongan anggaran, tapi kami masih mempertahankan banyak hal di kepolisian. Dan AFP Australia sangat membantu kami, jadi saya hanya ingin melanjutkannya," kata Jelta Wong.</p><p>Meskipun reputasi PNG sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia, Jelta Wong mengatakan bahwa tingkat dari masalah ini sering kali perlu dianggap serius.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ini tidak sebesar yang digembar-gemborkan di media. Ada banyak faktor, karena populasi kita tidak sebesar di tempat kebanyakan,&quot; katanya.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Hal yang sama terjadi di Australia, negara lain juga - seperti di Amerika beberapa bulan yang lalu seorang pria membunuh 56 orang. Kondisinya tidak seperti itu.</p><p>"Ya [memang] ada masalah hukum dan ketertiban dan angkatan kepolisian PNG tidak sebesar yang seharusnya untuk dikerahkan dan menyelesaikan semua masalah ini.</p><p>"Kami juga memiliki masalah internal, tidak cukup kendaraan atau infrastruktur untuk polisi, kami sedang memilah-milahnya."</p><p><a class="external" href="http://http://www.abc.net.au/news/2018-01-10/call-for-australian-officers-to-bolster-police-in-png/9314798" target="_self" title=""><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com