Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

BMKG ungkap penyebab cuaca dingin di Padang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AMxpVs
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AMxpVs
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengungkap penyebab cuaca dingin di Kota Padang dan sekitarnya disebabkan saat ini bumi lebih cepat dan besar melepaskan panas yang diterima ke atmosfer saat malam.</p><p> "Saat siang yang cerah, bumi akan menerima radiasi panas matahari lebih banyak sehingga suhu terasa lebih tinggi," kata Kepala Seksi Informasi dan Observasi BMKG Ketaping, Padang Pariaman, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, Kamis (11/1).</p><p> Namun sebaliknya, karena tidak ada awan, bumi akan melepaskan panas ke atmosfir lebih cepat saat malam.</p><p> Dari hasil pemetaan suhu minimum harian di Sumatera Barat pada 9 Januari 2018 tercatat berkisar antara 17 hingga 21 derajat celsius, atau terjadi penurunan suhu yang signifikan dari sebelumnya berkisar 20 sampai 25 derajat celsius.</p><p> Saat ini, kondisi cuaca pada siang hari di beberapa wilayah Sumatera Barat seperti Padang dan sekitarnya cuaca didominasi cerah berawan dan pertumbuhan awan pada siang hingga malam hari tidak signifikan.</p><p> Kondisi minimnya hujan di Sumatera Barat diakibatkan adanya daerah tekanan rendah atau gangguan cuaca di Barat Lampung sehingga awan-awan hujan terkonsentrasi di sekitar daerah tekanan rendah.</p><p> "Awan-awan hujan di wilayah Sumatera Barat juga tertarik ke arah Selatan-Tenggara," ujar dia.</p><p> Menurutnya meskipun cuaca turun dari dua derajat dari normalnya, namun masih pada kondisi yang wajar atau belum ekstrem sehingga belum berdampak terhadap kehidupan manusia.</p><p> "Kami perkirakan suhu dingin ini masih terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Budi.</p><p> Ia mengimbau masyarakat agar tidak terlalu mencemaskan hal itu dan tidak terpengaruh oleh isu dari sumber yang tidak bertanggung jawab.</p><p> "Kami akan terus memperbaharui informasi kondisi atmosfer Sumbar," tambahnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengungkap penyebab cuaca dingin di Kota Padang dan sekitarnya disebabkan saat ini bumi lebih cepat dan besar melepaskan panas yang diterima ke atmosfer saat malam.</p><p> "Saat siang yang cerah, bumi akan menerima radiasi panas matahari lebih banyak sehingga suhu terasa lebih tinggi," kata Kepala Seksi Informasi dan Observasi BMKG Ketaping, Padang Pariaman, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, Kamis (11/1).</p><p> Namun sebaliknya, karena tidak ada awan, bumi akan melepaskan panas ke atmosfir lebih cepat saat malam.</p><p> Dari hasil pemetaan suhu minimum harian di Sumatera Barat pada 9 Januari 2018 tercatat berkisar antara 17 hingga 21 derajat celsius, atau terjadi penurunan suhu yang signifikan dari sebelumnya berkisar 20 sampai 25 derajat celsius.</p><p> Saat ini, kondisi cuaca pada siang hari di beberapa wilayah Sumatera Barat seperti Padang dan sekitarnya cuaca didominasi cerah berawan dan pertumbuhan awan pada siang hingga malam hari tidak signifikan.</p><p> Kondisi minimnya hujan di Sumatera Barat diakibatkan adanya daerah tekanan rendah atau gangguan cuaca di Barat Lampung sehingga awan-awan hujan terkonsentrasi di sekitar daerah tekanan rendah.</p><p> "Awan-awan hujan di wilayah Sumatera Barat juga tertarik ke arah Selatan-Tenggara," ujar dia.</p><p> Menurutnya meskipun cuaca turun dari dua derajat dari normalnya, namun masih pada kondisi yang wajar atau belum ekstrem sehingga belum berdampak terhadap kehidupan manusia.</p><p> "Kami perkirakan suhu dingin ini masih terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Budi.</p><p> Ia mengimbau masyarakat agar tidak terlalu mencemaskan hal itu dan tidak terpengaruh oleh isu dari sumber yang tidak bertanggung jawab.</p><p> "Kami akan terus memperbaharui informasi kondisi atmosfer Sumbar," tambahnya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com