Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Praktek illegal fishing berkurang di Aceh Utara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2FrNKSP
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2FrNKSP
<p>Praktek penangkapan ikan yang menyalahi aturan (illegal fishing) telah berkurang di wilayah perairan Kabupaten Aceh Utara, kata pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.</p><p> Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Mutu Sumber Daya pada Dinas Kelautan Perikanan Aceh Utara, Razali di Lhokseumawe, Kamis (11/1)&nbsp;menyatakan, berkurangnya praktek ilegal fishing tersebut ditandai dengan minimnya laporan nelayan tradisional.</p><p> Ia menyebutkan, biasanya jika ada gangguan terhadap praktek illegal fishing, nelayan akan datang ke dinas untuk memberikan laporan, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.</p><p> "Jika ada gangguan terkait illegal fishing dan lainnya, biasanya masyarakat nelayan akan datang kepada kita mengadu, akan tetapi dalam dua bulan terakhir ini pengaduan nelayan berkurang," ungkap Razali.</p><p> Dikatakan, berkurangnya pengaduan masyarakat terkait aksi illegal fishing di wilayah perairan Aceh Utara, bukan tanpa sebab. Pada pertengahan tahun 2017, pihaknya sudah pernah melakukan patroli bersama dengan Satpol Air dan berhasil menemukan dua kapal nelayan yang menangkap ikan dengan jaring pukat trawl.</p><p> "Pertengahan bulan November 2017, karena adanya laporan masyarakat nelayan tentang aksi illegal fishing. Kita turun bersama Satpol Air dan berhasil menangkap dua kapal nelayan yang menggunakan pukat harimau. Mungkin karena adanya patroli yang kita lakukan, makanya aksi illegal fishing berkurang di Aceh Utara," katanya.</p><p> Tambahnya, untuk praktek illegal fishing di sekitar perairan yang dekat dengan wilayah pesisir, umumnya dilakukan oleh nelayan Aceh sendiri yang menggunakan jaring pukat trawl dan ada yang menyalahi wilayah penangkapan.</p><p> Sedangkan nelayan luar negeri, jarang yang beroperasi ke sekitar wilayah pesisir dan lebih bermain di sekitar perbatasan laut Indonesia.</p><p> Namun, aksi nelayan asing diperairan Aceh Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya, berkurang karena adanya patroli TNI AL, jelas Razali. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 23 Oktober 2018 - 09:16 WIB

MUI minta jangan terprovokasi pembakaran mirip bendera HTI

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

<p>Praktek penangkapan ikan yang menyalahi aturan (illegal fishing) telah berkurang di wilayah perairan Kabupaten Aceh Utara, kata pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.</p><p> Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Mutu Sumber Daya pada Dinas Kelautan Perikanan Aceh Utara, Razali di Lhokseumawe, Kamis (11/1)&nbsp;menyatakan, berkurangnya praktek ilegal fishing tersebut ditandai dengan minimnya laporan nelayan tradisional.</p><p> Ia menyebutkan, biasanya jika ada gangguan terhadap praktek illegal fishing, nelayan akan datang ke dinas untuk memberikan laporan, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.</p><p> "Jika ada gangguan terkait illegal fishing dan lainnya, biasanya masyarakat nelayan akan datang kepada kita mengadu, akan tetapi dalam dua bulan terakhir ini pengaduan nelayan berkurang," ungkap Razali.</p><p> Dikatakan, berkurangnya pengaduan masyarakat terkait aksi illegal fishing di wilayah perairan Aceh Utara, bukan tanpa sebab. Pada pertengahan tahun 2017, pihaknya sudah pernah melakukan patroli bersama dengan Satpol Air dan berhasil menemukan dua kapal nelayan yang menangkap ikan dengan jaring pukat trawl.</p><p> "Pertengahan bulan November 2017, karena adanya laporan masyarakat nelayan tentang aksi illegal fishing. Kita turun bersama Satpol Air dan berhasil menangkap dua kapal nelayan yang menggunakan pukat harimau. Mungkin karena adanya patroli yang kita lakukan, makanya aksi illegal fishing berkurang di Aceh Utara," katanya.</p><p> Tambahnya, untuk praktek illegal fishing di sekitar perairan yang dekat dengan wilayah pesisir, umumnya dilakukan oleh nelayan Aceh sendiri yang menggunakan jaring pukat trawl dan ada yang menyalahi wilayah penangkapan.</p><p> Sedangkan nelayan luar negeri, jarang yang beroperasi ke sekitar wilayah pesisir dan lebih bermain di sekitar perbatasan laut Indonesia.</p><p> Namun, aksi nelayan asing diperairan Aceh Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya, berkurang karena adanya patroli TNI AL, jelas Razali. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com