Rabu, 18 Juli 2018 | 17:50 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Jonan: Radius bahaya Gunung Agung keputusan teknis

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sumber foto: http://bit.ly/2D3E9nO
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sumber foto: http://bit.ly/2D3E9nO
<p>Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan penentuan radius bahaya bagi masyarakat beraktivitas di wilayah Gunung Agung, Karangasem, Bali merupakan murni keputusan teknis vulkanologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM.</p><p>"Jadi, kami, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, menurunkan atau mengurangi radius awas dari 8-10 km menjadi 6 km itu berdasarkan pengamatan-pengamatan dan perhitungan teknis vulkanologi," kata Menteri Jonan di Kuta, Bali, Kamis (11/1).</p><p>Pada Rabu (10/1) tengah malam, Menteri Jonan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei melakukan rapat di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Kabupaten Karangasem, untuk mengetahui perkembangan terkini aktivitas gunung yang tengah erupsi tersebut.</p><p>Penegasan Jonan tersebut menjawab kekhawatiran berbagai pihak atas keputusan penetapan radius bahaya yang diambil di luar kepentingan vulkanologi.</p><p>"Tidak usah khawatir, pengurangan radius ini bukan tanpa dasar. Tapi, sesuai dengan analisis vulkanologi. Tidak ditambahi dan tidak dikurangi," jelas Menteri ESDM.</p><p>Menurut dia, keselamatan manusia merupakan pertimbangan paling utama dalam pengambilan kebijakan terkait radius awas Gunung Agung yang sesuai juga dengan arahan Presiden Joko Widodo.</p><p>"Paling penting arahan Bapak Presiden itu keselamatan manusia yang sesuai dengan kondisi faktual sehingga tidak mengganggu kegiatan masyarakat seperti kegiatan pariwisata," kata Jonan.</p><p>Pada kesempatan itu, Menteri Jonan mengajak Kepala BNPB merancang lebih lanjut mitigasi bencana terutama bagi para pengungsi.</p><p>"Saya ke sini mengajak Kepala BNPB karena ada kepentingan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi," ujarnya.</p><p>Sementara itu, terkait penanganan dampak dari hasil rekomendasi PVMBG, Kepala BNPB mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya termasuk membangun sistem peringatan dini (<i>early warning system)</i> dengan melakukan pengungsian bagi warga di 10 desa.</p><p>"Ada 10 desa yang harus diungsikan atau total sebanyak 32.666 jiwa. Ini kami tata kembali bagaimana penanganannya termasuk dukungan logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sebagainya," kata Willem.</p><p>Ke-10 desa yang masuk dalam radius bahaya enam km itu adalah Besakih, Ban, Dukuh, Kubu, Baturinggit, Datah, Nawakerti, Buana Giri, Jungutan dan Sebudi.</p><p>Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental PVMBG hingga 10 Januari 2018 pukul 23.59 Wita, Gunung Agung secara keseluruhan tampak jelas tertutup kabut.</p><p>Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian 500 m di atas puncak ke arah timur.</p><p>Dengan demikian, lanjut Willem, masyarakat yang berada di luar radius enam km bisa beraktivitas seperti biasa namun agar tetap menjaga kewaspadaan.</p><p>Hal ini dikarenakan perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.</p><p>"Kewaspadaan kami pertahankan sambil kami perbaiki mitigasinya," kata Willem. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 17:33 WIB

Seorang pria tewas tertabrak KA Parahyangan di Purwakarta

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 17:24 WIB

Presiden minta Zohri tingkatkan prestasi

Megapolitan | 18 Juli 2018 - 16:47 WIB

Rekayasa tol dalam kota tentukan kelancaran Asian Games 2018

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 16:37 WIB

Temuan senpi ilegal di Morowali, ini tanggapan Komisi I DPR RI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com