Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Jika terbukti salah, IDI akan sanksi Dr Bimanesh

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2moWdhT
Sumber foto: http://bit.ly/2moWdhT
<p>Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada dr. Bimanesh Sutarjo jika dia terbukti melanggar kode etik profesi, kata Sekretaris Jenderal PB ID, Dr. Moh Adib Khumaidi.</p><p>Bimanesh adalah dokter pada Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dia ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menghalangi dan merintangi penyidikan dalam kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto.</p><p>Saat ini, kata Adib, IDI masih menunggu penyidikan KPK soal izin praktik sang dokter.&nbsp;</p><p>"Kita tunggu saja proses penyidikan lebih lanjut dari KPK," kata Adib kepada ANTARA News dalam pesan elektroniknya, Kamis (11/1).</p><p>Menurut Adib, IDI masih memeriksa dugaan pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan Bimanesh dalam kasus ini. Jika terbukti melanggar, IDI bisa menjatuhkan sanksi pada Bimanesh.</p><p>"Masih dalam proses di MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran)," kata dia.</p><p>Bimanesh pernah menangani Novanto saat mengalami kecelakaan di Permata Hijau, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.</p><p>KPK menduga dia bekerja sama dengan Fredrich Yunadi mantan kuasa hukum Novanto untuk memalsukan data-data medis sehingga Novanto bisa menghindari pemeriksaan KPK.&nbsp;</p><p>Kemarin, KPK menetapkan Bimanesh dan Frederich sebagai tersangka dan mencegaha keduanya bepergian ke luar negeri selama enam bulan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada dr. Bimanesh Sutarjo jika dia terbukti melanggar kode etik profesi, kata Sekretaris Jenderal PB ID, Dr. Moh Adib Khumaidi.</p><p>Bimanesh adalah dokter pada Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dia ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menghalangi dan merintangi penyidikan dalam kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto.</p><p>Saat ini, kata Adib, IDI masih menunggu penyidikan KPK soal izin praktik sang dokter.&nbsp;</p><p>"Kita tunggu saja proses penyidikan lebih lanjut dari KPK," kata Adib kepada ANTARA News dalam pesan elektroniknya, Kamis (11/1).</p><p>Menurut Adib, IDI masih memeriksa dugaan pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan Bimanesh dalam kasus ini. Jika terbukti melanggar, IDI bisa menjatuhkan sanksi pada Bimanesh.</p><p>"Masih dalam proses di MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran)," kata dia.</p><p>Bimanesh pernah menangani Novanto saat mengalami kecelakaan di Permata Hijau, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.</p><p>KPK menduga dia bekerja sama dengan Fredrich Yunadi mantan kuasa hukum Novanto untuk memalsukan data-data medis sehingga Novanto bisa menghindari pemeriksaan KPK.&nbsp;</p><p>Kemarin, KPK menetapkan Bimanesh dan Frederich sebagai tersangka dan mencegaha keduanya bepergian ke luar negeri selama enam bulan. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com