Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi Dumai gagalkan penyelundupan 2 kilogram sabu-sabu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi.
Foto: Ilustrasi.
<p>Kepolisian Resor Dumai bersama Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 2 kilogram sabu-sabu, yang diduga berasal dari jaringan narkoba internasional. </p><p>"Dari tangan pelaku kita sita narkotika bukan tanaman yang diduga sabu-sabu seberat 2.081 gram yang dikemas menggunakan kerta alumunium foil," kata Kepala Polres Dumai, AKBP Restika kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (11/1). </p><p>Restika menuturkan bahwa upaya penyelundupan itu dilakukan seorang pria berinisial Cf alias Iwan melalui pelabuhan penumpang Pelindo I Dumai, Selasa lalu (9/1). </p><p>Pria berusia 27 tahun itu diketahui merupakan seorang tenaga kerja indonesia (TKI) yang bekerja di Johor, Malaysia. Menurut Restika, penangkapan Iwan berawal saat petugas mencurigai gerak-gerik pelaku yang baru tiba di Pelabuhan Dumai dengan menggunakan kapal Ferry rute domestik. </p><p>Petugas Bea dan Cukai Kota Dumai lantas langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk memeriksa tas pelaku. </p><p>Dari dalam tas tersebut ditemukan dua kilogram serbuk putih yang diduga kuat sebagai sabu-sabu. Selain itu, petugas turut menemukan paspor milik pelaku. </p><p>"Dengan penemuan itu, petugas Bea dan Cukai berkoordinasi dengan kita. Selanjutnya kami langsung melakukan pengembangan kasus," ujar Restika. </p><p>Hasil penyelidikan Polisi, diketahui bahwa sabu-sabu itu berasal dari Malaysia yang dititipkan oleh seorang wanita. Sesampai di Dumai, Iwan berencana bertemu dengan seorang pelaku yang diduga sebagai bandar bernama Syamsul Bahri alias SUN. </p><p>"Pengakuan pelaku langsung kita tindak lanjuti dengan melacak jejak SUN," tuturnya. </p><p>Hasilnya, petugas berhasil melacak jejak SUN yang saat itu diketahui sedang menunggu Iwan di sebuah loket Bus jurusan Medan. Rencananya, kedua pelaku akan membawa sabu-sabu tersebut ke Medan, Sumatera Utara bersama-sama. </p><p>Dari pengembangan tersebut, polisi selanjutnya berhasil menangkap Syamsul Bahri alias SUN. Restika mengatakan bahwa Syamsul merupakan warga Aceh yang sengaja datang ke Dumai untuk menjemput sabu-sabu tersebut. </p><p>"Saat ini keduanya dalam proses pemeriksaan di Satres Narkoba Polres Dumai. Ada pelaku lainnya yang diduga merupakan jaringan narkoba tersebut berinisial H. Dia telah kita masukkan ke dalam daftar pencarian orang," tuturnya.</p><p>Provinsi Riau masih menjadi jalur rawan peredaran narkoba jaringan internasional. Panjang garis pantai di Riau bagian pesisir serta berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional membuat petugas harus ekstra waspada. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 10:26 WIB

Dishub kerahkan 300 personel kawal pawai Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 10:15 WIB

Puspa Sumut tuntut RUU PKS segera disahkan

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:49 WIB

Pemkab Langkat raih penghargaan `Gerakan Menuju 100 Smart City`

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:37 WIB

Dansatgas TNI Konga tutup pelatihan CTC di Kongo

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:25 WIB

Masalah kesejahteraan diduga jadi motif penembakan 31 pekerja di Papua

Pembangunan | 15 Desember 2018 - 09:13 WIB

Gubernur Jabar targetkan seluruh daerah terhubung jalan tol

<p>Kepolisian Resor Dumai bersama Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 2 kilogram sabu-sabu, yang diduga berasal dari jaringan narkoba internasional. </p><p>"Dari tangan pelaku kita sita narkotika bukan tanaman yang diduga sabu-sabu seberat 2.081 gram yang dikemas menggunakan kerta alumunium foil," kata Kepala Polres Dumai, AKBP Restika kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (11/1). </p><p>Restika menuturkan bahwa upaya penyelundupan itu dilakukan seorang pria berinisial Cf alias Iwan melalui pelabuhan penumpang Pelindo I Dumai, Selasa lalu (9/1). </p><p>Pria berusia 27 tahun itu diketahui merupakan seorang tenaga kerja indonesia (TKI) yang bekerja di Johor, Malaysia. Menurut Restika, penangkapan Iwan berawal saat petugas mencurigai gerak-gerik pelaku yang baru tiba di Pelabuhan Dumai dengan menggunakan kapal Ferry rute domestik. </p><p>Petugas Bea dan Cukai Kota Dumai lantas langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk memeriksa tas pelaku. </p><p>Dari dalam tas tersebut ditemukan dua kilogram serbuk putih yang diduga kuat sebagai sabu-sabu. Selain itu, petugas turut menemukan paspor milik pelaku. </p><p>"Dengan penemuan itu, petugas Bea dan Cukai berkoordinasi dengan kita. Selanjutnya kami langsung melakukan pengembangan kasus," ujar Restika. </p><p>Hasil penyelidikan Polisi, diketahui bahwa sabu-sabu itu berasal dari Malaysia yang dititipkan oleh seorang wanita. Sesampai di Dumai, Iwan berencana bertemu dengan seorang pelaku yang diduga sebagai bandar bernama Syamsul Bahri alias SUN. </p><p>"Pengakuan pelaku langsung kita tindak lanjuti dengan melacak jejak SUN," tuturnya. </p><p>Hasilnya, petugas berhasil melacak jejak SUN yang saat itu diketahui sedang menunggu Iwan di sebuah loket Bus jurusan Medan. Rencananya, kedua pelaku akan membawa sabu-sabu tersebut ke Medan, Sumatera Utara bersama-sama. </p><p>Dari pengembangan tersebut, polisi selanjutnya berhasil menangkap Syamsul Bahri alias SUN. Restika mengatakan bahwa Syamsul merupakan warga Aceh yang sengaja datang ke Dumai untuk menjemput sabu-sabu tersebut. </p><p>"Saat ini keduanya dalam proses pemeriksaan di Satres Narkoba Polres Dumai. Ada pelaku lainnya yang diduga merupakan jaringan narkoba tersebut berinisial H. Dia telah kita masukkan ke dalam daftar pencarian orang," tuturnya.</p><p>Provinsi Riau masih menjadi jalur rawan peredaran narkoba jaringan internasional. Panjang garis pantai di Riau bagian pesisir serta berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional membuat petugas harus ekstra waspada. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com