Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Stabilkan harga beras, Bulog Kudus gelar operasi pasar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
<p>Melonjaknya harga beras di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir ini membuat Bupati Kudus bersama dengan pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Pati mendatangi pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus untuk melakukan pengecekan.</p><p>Bupati Kudus, Musthofa mengatakan, kedatangan ke sejumlah pasar seperti Pasar Bitingan dan Pasar Baru adalah untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga yang stabil, karena pihak Bulog siap memasok berapapun untuk menstabilkan harga.</p><p>"Kami tadi sudah lakukan pengecekan terkait lonjakan harga beras, kami juga sudah dengar langsung dari para pedagang kondisi ketersediaan beras, makanya kami minta pihak Bulog melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga," katanya, seperti dilaporkan&nbsp;Kontributor Elshinta, Sutini,&nbsp;Kamis (11/1).</p><p>Menurutnya para pedagang bersedia menyepakati harga beras hasil operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog, dengan harapan harga akan kembali normal.&nbsp;</p><p>"Tadi sudah ada kesepakatan diantara semua pedagang untuk menjual beras dengan harga yang sama," imbuhnya.</p><p>Diakui Musthofa, lonjakan harga beras di wilayah Kudus dipengaruhi beberapa faktor diantaranya tidak banyak pilihan, selera konsumen, permintaan yang meningkat serta stok yang sedikit. Termasuk di Kabupaten Kudus ini karena panen tidak serentak.</p><p>Kepala Bulog Sub Divre Pati, Muhammad Taufiq menjelaskan, ketersediaan beras saat ini ada 5.000 ton untuk empat kabupaten, di mana Kabupaten Kudus membutuhkan 36 ton untuk kegiatan operasi pasar yang akan digelontorkan mulai besok.&nbsp;</p><p>"Operasi beras ini menggunakan beras medium yang layak konsumsi dengan harga Rp8.000 perkilogramnya, jadi para pedagang dapat menjual diatas harga tersebut asal tidak melebihi HET," &nbsp;ucapnya.</p><p>Taufiq menambahkan, untuk harga eceran tertinggi beras, yakni Rp9.450, sehingga para pedagang masih dapat mengambil keuntungan dari beras yang dijual Bulog.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Melonjaknya harga beras di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir ini membuat Bupati Kudus bersama dengan pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Pati mendatangi pasar-pasar yang ada di wilayah Kudus untuk melakukan pengecekan.</p><p>Bupati Kudus, Musthofa mengatakan, kedatangan ke sejumlah pasar seperti Pasar Bitingan dan Pasar Baru adalah untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga yang stabil, karena pihak Bulog siap memasok berapapun untuk menstabilkan harga.</p><p>"Kami tadi sudah lakukan pengecekan terkait lonjakan harga beras, kami juga sudah dengar langsung dari para pedagang kondisi ketersediaan beras, makanya kami minta pihak Bulog melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga," katanya, seperti dilaporkan&nbsp;Kontributor Elshinta, Sutini,&nbsp;Kamis (11/1).</p><p>Menurutnya para pedagang bersedia menyepakati harga beras hasil operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog, dengan harapan harga akan kembali normal.&nbsp;</p><p>"Tadi sudah ada kesepakatan diantara semua pedagang untuk menjual beras dengan harga yang sama," imbuhnya.</p><p>Diakui Musthofa, lonjakan harga beras di wilayah Kudus dipengaruhi beberapa faktor diantaranya tidak banyak pilihan, selera konsumen, permintaan yang meningkat serta stok yang sedikit. Termasuk di Kabupaten Kudus ini karena panen tidak serentak.</p><p>Kepala Bulog Sub Divre Pati, Muhammad Taufiq menjelaskan, ketersediaan beras saat ini ada 5.000 ton untuk empat kabupaten, di mana Kabupaten Kudus membutuhkan 36 ton untuk kegiatan operasi pasar yang akan digelontorkan mulai besok.&nbsp;</p><p>"Operasi beras ini menggunakan beras medium yang layak konsumsi dengan harga Rp8.000 perkilogramnya, jadi para pedagang dapat menjual diatas harga tersebut asal tidak melebihi HET," &nbsp;ucapnya.</p><p>Taufiq menambahkan, untuk harga eceran tertinggi beras, yakni Rp9.450, sehingga para pedagang masih dapat mengambil keuntungan dari beras yang dijual Bulog.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com