Jumat, 20 Juli 2018 | 04:03 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Balon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua jalani tes urine

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
Sumber foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
<p>Bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua John Wempi Wetipo (JWW) dan Habel Melkias Suwae (HMS) setelah Rabu (10/1) kemarin mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, langsung mengikuti tes urine (narkoba) di Kantor BNN Provinsi Papua, di Jalan Aryoko, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua , Kamis (11/1).</p><p>Dari pantaun Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, tepatnya pukul 11.00 WITA, pasangan bakal calon itu tiba di Kantor BNN Papua, yakni JWW dengan menggunakan mobil Avanza dan HMS menggunakan mobil Land Cruser, didampingi oleh pendukung mereka.</p><p>Tidak butuh waktu lama, kurang lebih 15 menit pasangan JOHSUA itu berada di Kantor BNN Papua, selesai melakukan tes urine, yang disaksikan langsung Kepala BNN, Abdul Kadir, Komisioner KPU Papua, Beatrik Wanane dan Bawaslu Papua Anugrah Patta.</p><p>Pasangan bakal calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo mengakui, sempat berfikir tes urine itu lama, namun ternyata hanya beberapa menit saja sudah selesai.</p><p>"Terima kasih kepada Kepala BNN Papua dan stafnya yang hari ini menerima saya bersama Pak Habel ditempat ini," paparnya.</p><p>Menurut Wempi, proses tes urine ini layak dilakukan dalam proses pencarian pemimpin. Apalagi, banyak pemimpin di negeri ini yang terindikasi mengkonsumsi narkotika.</p><p>"Saya sepekat narkoba harus diberantas, kedepan saya akan membuat formula dalam memberantas narkoba di Papua, yang nantinya dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh komponen," paparnya.</p><p>Wempi mengaku kaget melihat lokasi Kantor BNN Papua yang berada di daerah pemukiman warga, sehingga keberadaan mereka sama sekali tidak diketahui masyarakat.</p><p>"Makanya saya katakan kepada Kepala BNN, selama ini kita berteriak tentang HIV AID dan juga narkotika yang merusak generasi bangsa ini. Ini juga adalah pelanggaran HAM, harus ada penanganan serius. Mudah-mudahan kedepan kita bisa bekerja sama dan sama-sama kita perkuat BNN di Papua dalam memerangi narkotika," tukasnya.</p><p>Wempi menambahkan, setelah mengikuti tes urine, besok JOHSUA akan mengikuti tes jasmani dan rohani.&nbsp;</p><p>"Kalau tes jasmaninya tentu dilaksanak di RSUD Jayapura, sedangkan tes rohaninya saya tidak tau, mungkin di guru-guru spiritual, mungkin, mungkin," katanya sambil bercanda.</p><p>Wempi berharap, langkah pendaftarannya di KPU Papua tidak memiliki hambatan, khususnya dalam tes urine dan kesehatan.</p><p>"Kalau kemarin kita daftar di KPU Papua berkasnya langsung diterima dan dinyatakan lengkap dan kita tidak kembali-kembali lagi, semoga tes urine ini kita tak kembali lagi ke kantor ini," paparnya.</p><p>Kepala BNN Papua, Abdul Kadir menjelaskan, tes urine ini memang wajib diikuti seluruh pasangan bakal calon kepala daerah, sebab itu sudah menjadi amanah dari undang-undang.</p><p>"Apapun prosesnya, itu semua sama dilakukan. Nanti, tinggal tergantung hasilnya. Hasil tes urine, hari ini juga akan diserahkan langsung ke KPU Papua," ungkapnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:37 WIB

Satlantas Jayapura ajak siswa tertib lalu lintas

Sosbud | 19 Juli 2018 - 21:25 WIB

Tiga persen jemaah calon haji Kudus `Risti`

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:12 WIB

AP I robohkan rumah warga penolak bandara

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 21:01 WIB

Moeldoko dinilai figur tepat cawapres Jokowi

Pembangunan | 19 Juli 2018 - 20:50 WIB

Presiden Jokowi akan resmikan infrastruktur Gorontalo

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:39 WIB

Menteri PPN/Bappenas soroti rokok pembentuk garis kemiskinan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com